Sudah Waktunya-kah Menaikkan Harga BBM?

Date: 1/4/2012

Sahabat, pasca polemik rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, ternyata sekalipun berbeda-beda ada satu pandangan kita semua yang sama: naiknya harga BBM itu akan memberatkan rakyat, khususnya yang dhuafa. Presiden menyatakan komitmen resmi: kenaikan harga BBM adalah pilihan terakhir. Mari sambut pernyataan itu dan kiranya Pemerintah supaya bersungguh-sungguh mengupayakannya. Ada beberapa PR yang harus konsisten diupayakan Pemerintah sebelum menaikkan harga BBM. PR berikut sungguh ada dalam kendali pemerintah dan sangat memerlukan peran koordinasi di tingkat yang lebih tinggi dari kementerian-kementerian teknis. Pertama, atur dan awasi dalam “regulasi yang jelas merinci” siapa yang berhak atas subsidi BBM. Sejauh ini belum ada aturan yang rinci. Untuk diingat, UU Energi mengamanahkan agar pemerintah termasuk kita semua memperhatikan aspek Demand Side energi. Kedua, perbaiki proses dan kualitas angka dalam pengajuan dan penetapan kuota BBM yang dihimpun BPH Migas agar dapat dipertanggungjawabkan. Pada aspek ini masih banyak kelemahan yang mencerminkan belum memadainya check and balance oleh lembaga-lembaga pemerintah terkait di pusat maupun Pemda. Sepanjang tahun banyak kebocoran BBM bersubsidi ke sektor perkebunan, pertambangan, dan industri. Ketiga, harus ada kesungguhan Pemerintah untuk berinvestasi dalam infrastruktur energi khususnya gas (jaringan pipa gas, receiving terminal gas dan lain-lain). Jangan mengandalkan peran swasta untuk aspek yang sedemikian strategis. Sejauh ini belum terlihat komitmen yang tegas dalam APBN mengupayakan infrastruktur energi tersebut. Padahal, investasi pada receiving terminal gas senilai Rp 3 sampai dengan 4 triliun mampu menghemat hingga Rp 20 triliun/tahun dari biaya pembangkitan listrik dan lain sebagainya. Keempat, kendalikan pertumbuhan industri otomotif dan modus transportasi rakyat yang tidak efisien dengan kebijakan yang efektif dan tidak sebatas kebijakan pembiayaannya saja. Kelima, awasi dengan ketat agar Proyek 10 Ribu MW (pembangkit listrik dengan batubara) agar sesuai jadwal. Melesetnya angka subsidi energi cenderung diakibatkan problem di faktor yang kelima ini. Kelima area di atas itulah yang masih menuntut kesungguhan pemerintah guna mendukung tekad Presiden agar “kenaikan harga BBM adalah pilihan yang terakhir”. Ini waktunya kesungguhan itu diupayakan demi tekad dan kesadaran bersama: Kenaikan harga BBM akan membebani rakyat. Jadikan itu pilihan terakhir. Saat ini memang belum waktunya harga BBM naik, kelima area itu belum sungguh-sungguh diupayakan. Salam Indonesia.

Comments are closed.