Titik Cerah dalam Transformasi SDM Kita

Date: 25/03/2012

Sahabat, di tengah polemik kenaikan harga BBM bersubsidi, di hari Minggu ini masuk pesan singkat sebagai berikut: “…Pak, rekrutmen anak-anak pesantren untuk bekerja di Kuwait Petroleum Coy sudah mendapat jawaban positif…Metode yang bagus dalam peningkatan kualitas TKI itu akan kami perluas ke sektor-sektor lain di Kuwait …” Itulah, berita membesarkan hati dari pejabat resmi kita di Kuwait. Tahun 2011 lalu, KESDM mencanangkan program transformasi SDM Indonesia dengan mendorong perusahaan sektor ESDM untuk lebih mengaktifkan program pelatihan tenaga kerja di desa-desa agar lebih berkualifikasi untuk disalurkan ke lapangan kerja dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah rintisan kerjasama dengan pesantren dan KBRI kita di luar negeri telah diupayakan. Harkat TKI kita akan dapat lebih terangkat. Tanpa program-program terobosan dan strategis semacam itu, kekayaan SDA Indonesia akan makan waktu terlalu lama untuk bisa ikut mengatasi problem kemiskinan dan tenaga kerja informal kita. Sudah 125 tahun industri minyak di tanah air (55 tahun dalam era pengelolaan bangsa kita), ternyata jumlah tenaga kerja informal kita masih terlalu besar, 62%. Jadi, perusahaan-perusahaan migas, mineral, dan batubara perlu diberdayakan agar tidak hanya puas berkontribusi sebatas pajak dan dana bagi hasil dan dividen saja. Selama SDA kita kurang cepat memberi manfaat pada peningkatan SDM kita, selama itu daya beli sebagian besar rakyat lemah dan subsidi masih terus diperlukan. Permasalahan kenaikan harga BBM menjadi suatu keniscayaan dan akan terus demikian bila program yang lebih strategis tidak cepat dimulai dengan lebih masif. Kekuatan SDA kita harus lebih konsisten ditransformasikan ke dalam SDM dan infrastruktur energi termasuk untuk pembangkitan listrik. Kalau sekarang juga program peningkatan SDM dilakukan dengan masif, dengan mengerahkan perusahaan-perusahaan sektor ESDM, dan pembangunan infrastruktur energi lebih dapat prioritas dan komitmen penuh APBN yang kuat, maka di tahun mendatang polemik besaran subsidi BBM dan listrik yang eksesif tidak perlu terus menerus berulang. Memang, selalu ada permasalahan nasional yang sifatnya strategis dan tidak bisa cepat diselesaikan, tapi tetap harus dimulai dengan kesungguhan. Mengatasinya tidak bisa dengan “obat sakit kepala”, karena penyebabnya lebih dalam dari yang tampak. Karena itulah sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah di KESDM memperjuangkan agar problem energi dan subsidi energi mendapatkan komitmen yang lebih tinggi dari semua pihak termasuk prioritas dalam politik anggaran. Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Transformasi Pembangunan Masyarakat Pesisir di Indonesia Melalui Pendidikan Menengah Kejuruan Kelautan yang Merata
  • Oleh Irfan Teguh Prima: http://irfanteguh.tumblr.com/post/74137083790/transformasi-pembangunan-pesisir

  • Momentum Kebangkitan Indonesia
  • Oleh Ali Fikri: http://emalifikri.blogspot.com/2014/01/optimistis-indonesia-bisa.html

  • PEMUDA DALAM GBK:Transformasi SDM melalui Peran Pemuda dalam Gerakan Berbasis Komunitas
  • Oleh Arina Rohmatul H: http://arinarh.blogspot.com/2014/01/pemuda-dalam-gbk.html

    Comments are closed.