Kunjungan MUI Diplintir

Date: 30/06/2011

Sahabat, beberapa salam pagi ini saya terima, simpati, dan ingin tahu. Tentang fatwa MUI, saya tidak paham. Selain KESDM/MESDM sesungguhnya tidak meminta fatwa, melainkan bersikap terbuka menerima permintaan kunjungan pimpinan MUI. Mari kita dengar kata MENTERI AGAMA, pejabat yang berwenang soal agama, fatwa adalah sesuatu yang menjadi urusan dan bersifat ‘lembaga’ di MUI. Jadi,sebaiknnya tidak perlu menggaduh-gaduhkan hal yang tidak seperti yang ribut-ributkan, hanya buang waktu dan membuat kita silang pendapat saja untuk hal yang pada dasarnya kita setujui. Faktanya kita semua sependapat subsidi BBM semakin eksesif selain karena harga minyak dunia, tapi juga karena mereka yang tidak berhak, khususnya pelaku bisnis (industri, pertambangan, perkebunan dan lain-lain) ikut membeli solar dan premium yang tersubsidi itu. Itu karena mereka tidak tahan pada tingginya harga BBM. Fakta lain yang ada MUI berkunjung dalam serangkaian agendanya (ke KLH, Kementerian Kehutanan dan termasuk KESDM) pasca Munas MUI. Dalam kunjungan-kunjungan itu MUI menyampaikan hasil Munas-nya yang antara lain tentang mendorong masyarakat untuk menggunakan energi dan menjaga lingkungan hidup dengan bijaksana. Memang MUI kita kenal sebagai lembaga fatwa kita perlu menghormati satu sama lain. Tetapi tidak ada arah dan kebijakan KESDM minta fatwa karena soal fatwa itu bidang MUI yang kita perlu hormati dan menjadi pertimbangan dan urusan MUI sendiri. Amanah wakil rakyat kepada pemerintah adalah mengintensifkan sosialisasi tentang BBM bersubsidi. Maka, KESDM melakukan sosialiasi kepada masyarakat termasuk menjelaskan ketika MUI bertamu. Sudah terlalu sering kita menggunakan ruang publik di media untuk berpolemik yang tidak bernilai tambah untuk menyelesaikan masalah. Malahan hanya menebar berita yang tidak benar dan akibatnya memperdalam salah sangka. Salam Indonesia.

Comments are closed.