Pentingkan Konservasi Energi Bukan Hanya Diversifikasi Energi

Date: 30/01/2011

Sahabat, tentulah menarik bila kita mendengar di suatu pabrik, dari 100 persen kebutuhan listriknya, hanya 60 persen-nya yang dibelinya, sisanya didapat dengan memanfaatkan kembali buangan uap panas yang timbul dalam proses produksi sehingga dapat menghasilkan daya listrik sendiri. Cara semacam ini menurut Ayer dalam buku mereka berjudul “Crossing the Energy Divide” (terbitan Wharton School) akan ampuh sebagai jembatan transisi mengatasi masalah energi di dunia, sebelum upaya diversifikasi energi ke arah energi terbarukan yang kini sudah serius berjalan mencapai tingkat massif untuk berpengaruh signifikan. UU Energi no.30/2007 di Indonesia sudah mengamanatkan perlunya langkah konservasi energi di samping diversifikasi. Mengingat sudah sedemikian besarnya peran dan investasi energi fosil dalam kehidupan dan proses produksi masyarakat, maka langkah yang signfikan untuk mengatasi masalah energi haruslah berkaitan langsung dengan pemanfaatan energi fosil secara efisien (baca: konservasi energi). Khususnya, dengan cara memanfaatkan limbah berupa panas, tekanan uap ataupun gas yang timbul dari proses produksi. Dengan kata lain, kata Ayer, tingkatkan kontribusi produktif setiap satuan energi fosil dengan tidak menyia-nyiakan limbah panasnya dan lain sebagainya untuk menghasilkan energi kembali. Jadi, kalau masyarakat benar-benar berkomitmen ingin mengatasi masalah energi lakukanlah “Recapturing Lost Energy“. Menurut buku tersebut, strategi ini sudah berjalan sukses. Dari 100 persen listrik yang dihasilkan di beberapa negara berikut, sebagiannya berasal dari langkah tersebut (di Denmark,50%; Belanda, 39%; Finlandia 37%, RRC 18%, AS masih terbatas, yakni 10%). Bagaimana di Indonesia? Kunjungan Tim ESDM ke Pabrik peleburan tembaga PT. SM, di Surabaya Jum’at kemarin, mendapati pabrik tersebut sudah memanfaatkan limbah uap panasnya untuk menghasilkan daya listrik sendiri disamping menggunakn listrik dengan bahan bakar gas. Pemerintah sedang mendata dan insya Allah akan memberi penghargaan (Energy Award dari pemerintah) kepada prusahaan-perusahaan dengan kepeloporan di bidang konservasi maupun diversifikasi energi semacam itu. Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Listrik Dari Sampah?, Why Not ?! ?
  • Oleh Ivan Luthfi Ihwani: http://ivanluthfibrawijaya.blogspot.com/2014/01/kaum-muda-bicara-indonesia.html

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>