Civis Pacem Parabellum

Date: 01/06/2009

Sahabat, sungguh tidak mudah menarik kesimpulan dari suasana menggemaskan terkait hubungan dengan Malaysia yang melanggar lagi perbatasan Indonesia. Dibumbui pula liputan nelayan kita yang ditangkap dan dipukuli aparat keamanan Malaysia. Kalau kita benar-benar ingin mengambil langkah berharkat yang tepat, maka perlu pertimbangan komprehensif. Perlu tekad bersama untuk mempersiapkan penyelesaiannya. Kapan menempuh diplomasi? kapan berperang? Adalah fakta, ratusan ribu TKI kita terbanyak di Malaysia. Adalah fakta APBN kita terbatas, sehingga alokasi untuk kesejahteraan rakyat langsung (pendidikan & kesehatan) mau tidak mau diprioritaskan, mengalahkan alokasi investasi untuk pertumbuhan. Lalu masih adakah daya dukung untuk dana operasi perang terbatas dan Malaysia? Andaikan Presiden menyatakan perang besok atau minggu depan, apakah DPR pada waktunya akan mendukung dan menyetujui tambahan anggaran untuk perang? adakah uangnya? Kalau rakyat Indonesia beraksi sendiri-sendiri, beringas membakar segala yang terkait Malaysia, menyiksa warga Malaysia, selain tidak benar secara hukum, apa dampaknya bagi nasib ribuan TKI di Malaysia? siapa yang melindunginya? KARENA ITU, MARI BERANTAS KORUPSI, TINGKATKAN PAJAK, AGAR BANYAK DANA TERSEDIA UNTUK PROGRAM-PROGRAM PRIORITAS, TERMASUK MEMBANGUN ALUTSISTA YANG KUAT DAN SIAP PERANG. “Civis Pacem Parabellum” kalau ingin damai kita harus siap berperang. Kesiapan berperang, membutuhkan anggaran dan alutsista yang kuat. “Kuat”kah kita saat ini? Masih banyak PR kita sendiri yang harus kita kerjakan. Sementara ini kita masih harus berperang dengan diri sendiri, agar disiplin, agar kuat, agar tidak korupsi, dan lain sebagainya, agar mampu menggetarkan tetangga-tetangga yang kurang ajar. SIAPKAN DIRI DAHULU! Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Indonesia disebut sebagai Bangsa yang Lembek, Benarkah?
  • Oleh Eko Hermawan: http://www.buluxshero.com/2014/01/kaum-muda-bicara-indonesia.html

  • Tentang Perbatasan
  • Oleh Yoga Aditama Ika Nanda: http://yogaaditamaikananda.blogspot.com/

  • Indonesia Harus Berbenah (Tidak Ada Kata Terlambat)
  • Oleh Marselus Ocen: http://scendry.wordpress.com/2014/01/24/indonesia-harus-berbenah-tak-ada-kata-terlambat/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>