Hikmah Melihat ke Bawah

Date: 01/01/2012

Sahabat, merasakan kesulitan orang lain insyaallah membuat kita bersyukur dan senantiasa merasa cukup. Sesekali mungkin kita perlu berbagi dan melihat ke bawah. Ada kisah seorang pengusaha super-kaya, menyamar menjadi sukarelawan, di rumah-rumah penampungan anak jalanan, di rumah-rumah singgah bagi pengangguran, dan di keluarga yang putra-putranya mengidap cacat bawaan dan sangat membutuhkan dana. Entah tanpa sengaja riya atau pamer, tapi sekiranya pada Senin malam ini Anda menyaksikannya, mungkin timbul rasa haru dan ingin meneladani pengusaha itu. Kiranya menebar contoh positif dengan niat tulus insyaallah berdampak baik. Tayangan saluran TV BBC Knowledge itu, menceritakan penyamaran Danny Wallis, pengusaha sukses bidang jasa komputer di Australia. Sekalipun, mungkin Danny sudah melaksanakan segala kewajiban pajaknya, tetapi ia tetap membantu lembaga/rumah-rumah sosial itu. Selama ini mereka bergerak secara swadaya. Anggaran pemerintah di negara manapun cenderung tidak cukup untuk menjangkau semua yang sangat membutuhkan. Terlebih di negara-negara yang masih tersandera dengan sangat besarnya subsidi energi bagi yang tidak berhak. Akibatnya, banyak dhuafa yang membutuhkan belum tersentuh. Kedermawanan pengusaha kaya, sekalipun sudah taat pajak, akan membantu menolong banyak lembaga swadaya yang berjalan kembang kempis, dirintis sukarelawan yang lebih bermodalkan semangat dan keikhlasan kepada sesama. Ikhlaskan dan lupakan apapun balasannya, mungkin pahala, atau apa saja…itu urusan Yang Mahakuasa. (Mata Danny Wallis berkaca-kaca saat memberikan…bahagianya tidak terlukiskan…). SELAMAT TAHUN BARU 2012. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>