Menelusuri Jejak dan Kekayaan Nusantara

Date: 03/03/2011

Sahabat,di tengah keriuhrendahan dan tugas harian yang dimanahkan pada kita, tanpa gembar-gembor ada elemen-elemen bangsa yang terus menggali pemahaman tentang potensi dan sejarah bangsa. Catatan yang begitu bernilai dan menggugah dalam EKSPEDISI ANYER-PANAROEKAN, laporan Jurnalistik Kompas (EAP Kompas), yang saya beli tahun 2008, kini saya baca-baca lagi. Karena, di tahun 2011, dengan penuh dedikasi kesatuan elit kita (Kopassus) juga sedang melaksanakan suatu EKSPEDISI BUKIT BARISAN 2011 (EBB Kopassus). Bila EAP Kompas menelusuri jalur Anyer-Panarukan, mengupas keragaman sejarah kehidupan sosial-ekonomi di kota-kota dan jalan sepanjang pantai utara Jawa, adapun EBB Kopassus menelusuri potensi kekayaan alam, tambang, mineral,flora,fauna dan sosial-budaya, serta potensi kebencanaan geologi. Mengatasi permasalahan bangsa memang tidak hanya dengan tenggelam pada perkembangan harian, mingguan yang riuh rendah (sekalipun itu juga penting), tapi harus juga menggunakan perspektif lebih panjang guna mendapatkan gambar besar dan potensi kekayaan maupun kebencanaan dari alam dan sosial budaya kita. Ekspedisi Kompas memberikan perspektif itu. Ada temuan positif, misalnya: “sejak 2004, nama Lamongan berkibar identik dengan wisata bahari dan kawasan industri. Perkembangan Lamongan yang cukup pesat selama 5 tahun terakhir berkat kebijakan kemudahan dalam pengurusan perizinan.” Ada temuan yang memperihatinkan: “kebesaran pelabuhan dagang sepanjang pantura Jawa dicatat banyak perantau Portugis (Tome Pires,1515); kini akibat kerusakan hutan di hulu dan pencemaran telah membunuh sungai-sungai, akhirnya membunuh pelabuhan-pelabuhan besar. “Kita harapkan Ekspedisi Bukit Barisan Kopassus juga akan memberikan catatan/masukan penting khususnya tentang potensi mineral, hutan dan kaitannya dengan pendayaagunaan yang dapat berbencana. Sahabat,kekayaan alam dan mineral adalah amanah yang harus dijaga. Kekayaan mineral kita adalah bagian integral kedaulatan bangsa, sehingga perebutan data tambang oleh pejuang-pejuang muda kita di Bandung (28 September 1945) akhirnya berujung dengan diculik dan dibunuhnya sang tokohnya ketika itu oleh Belanda. Peristiwa itu diabadikan sebagai hari jadi KESDM. Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Local Genius Kemaritiman Negara Kepulauan yang Hilang,Meyongsong Kemandirian Bangsa melalui Budaya Maritim
  • Oleh Oni Andhi Asmara: http://stephanusony.blogspot.com/2014/01/local-genius-kemaritiman-negara.html

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>