Anak Kecil & Presiden

Date: 01/07/2010

Sahabat, bisakah Anda merasakan bila punya teman SD jadi presiden? Kiranya seperti itulah rasanya menjadi Slamet, sahabat Obama ketika kecil di Jakarta. Awalnya saya biasa saja ketika mulai menyetel DVD film “Obama Anak Menteng”. Tetapi, di pertengahan film, di akhir film rasa haru muncul juga. Agaknya, bagi kita ada tali sambung melihat adegan-adegan film itu dengan pengalaman kecil kita. Ada suasana pergaulan anak-anak kecil. Ada pernak-pernik, warna-warni ajaran, bimbingan ayah, ketelatenan ibu, termasuk pertengkaran kecil ayah-bunda yang kita dengar mengenai diri kita dan masa depan kita. Bagi saya, kita yang pernah ikut orang tua yang berpindah-pindah rumah, memang terasa betul beratnya hati saat meninggalkan teman-teman kecil, lingkungan dan kota kita tinggal. Ada pesan dan nilai-nilai penting dari cerita Obama di Indonesia. Siapa menduga kalau tanpa sadar cita-citanya jadi presiden meresap ketika meniru ulah Presiden RI (saat itu Pak Harto) berpidato 17 Agustus-an di DPR. Karena melihat ajudan sang Presiden di kiri kanan berdiri tegak tidak bergerak, Obama kecil yang meniru Pak Harto berpidato menegur pembantu dan rewangnya agar tidak bergerak juga. Adegan lain yang terasa menggetarkan adalah saat melihat sang ibunya Obama saat hari subuh membangunkan Obama kecil, untuk belajar sejarah dan sastra Amerika agar tidak tertinggal dengan anak sebaya di AS, mengingat konten pendidikan di Indonesia berbeda. Hal itu mengingatkan kami, saat rutin memberi pelajaran tambahan kepada putri kami ketika SD bersekolah di Amerika. Mungkin anda yang punya pengalaman yang sama akan merasakan juga. Tetapi itu kiranya belum sebanding dengan apa yang dirasakan Slamet atau Yuniardi, melihat Obama sahabat saat SD menjadi Presiden AS. Mungkin begitu pula perasaan Sartono atau Joko Darmanto (yang ini adalah teman kecil SBY saat SD). Kalau Slamet (teman Obama) akhirnya menjadi tentara AD dan sempat bertugas di Timor Timur, Sartono (teman SBY) kini bekerja di terminal Pacitan. Film “Obama Anak Menteng” diakhiri dengan adegan Slamet menahan nafas menyaksikan di TV, Obama mengangkat sumpah, dan menyatakan “I, Barack Obama, solemnly swear…dst.” Lalu Slamet keluar ruangan mencari udara segar… Mereka, sahabat-sahabat itu, seperti juga kita mendoakan kesehatan dan kekuatan kepada orang yang sedang dipercaya Tuhan mengemban tugas berat sebagai presiden. Mungkin hari Minggu ini seru dan mengesankan menonton film Obama kecil itu. Saya kemarin membelinya di toko VCD/DVD. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>