Bersama Pers, Kita Jaga Kepentingan Nasional

Date: 18/10/2011

Sahabat, ketika headline Kompas menuliskan tentang kontrak-kontrak Sumber Daya Alam kita dikuasai asing, walaupun belum tentu benar, mungkin banyak kita prihatin. Ketika Kompas kemudian mengutip penjelasan Kepala Negara tentang langkah konkret pemerintah mengutamakan kepentingan nasional dalam renegosiasi kontrak-kontrak SDA diikuti elaborasi Menko Perekonomian yang juga ditempatkan di halaman pertama tentang upaya pemerintahan melaksanakan amanah UU 4/2009 tentang mineral dan batubara, kita merasakan roda demokrasi memperjuangkan kepentingan bangsa hadir di tengah-tengah kita. Kompas menjadi ruang publik bagi bangsa. Pasca reformasi, kehendak rakyat sudah hadir dalam berjalannya “check & balance” komponen bangsa. Kini sudah semakin kuat peran wakil rakyat, mass media berwibawa, lembaga pengawas dan penegak hukum yang independen, serta pemerintahan yang terus menjalankan amanah dan takut korupsi (selain tidak benar, hukum tidak pandang bulu). Walaupun belum baik betul apalagi sempurna, kita harus tingkatkan usaha kebangsaan kita terus menuju titik cerah. Antara lain mengkritisi hal-hal pokok secara lebih komperehensif, mengingat waktu dan ruang publik sering membatasi. Kadang kita ingin ketahanan nasional, di lain waktu kita ingin investasi meningkat. Padahal investasi membutuhkan likuiditas dan teknologi yang memang terbatas bagi banyak negara berkembang. Kedua hal itu membutuhkan akumulasi jangka panjang dalam kehidupan berbangsa yang terus bergerak maju. Dari 100% kebutuhan investasi sektor ESDM, peran APBN hanya sekitar 5%, sisanya dari dunia usaha termasuk asing. Proporsi yang sama juga terlihat di sektor-sektor lain. Peran dunia usaha (termasuk asing) menjadi penting seraya tetap harus dikendalikan arahnya. Negara harus menguasai. Ketahanan nasional membutuhkan modal yang terus terakumulasi dari waktu ke waktu. Untuk itu, negeri ini jangan terlalu gaduh agar dapat mengakumulasi kekuatan termasuk modal. Butir terakhir ini sempat pula menjadi perhatian Kompas. Mari jaga bersama agar tidak gaduh, hasilkan gerak maju yang terus berakumulasi. Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Pers, Tumbuhkan Optimisme di tengah Isu Negatif Tanah Air
  • Oleh Wildan S Nahar: http://mudaisme.wordpress.com/2014/01/12/pers-tumbuhkan-optimisme-di-tengah-isu-negatif-tanah-air/

  • Pers dan Sosial Masyarakat Indonesia
  • Oleh Tomy Rahmatwijaya: http://tomyrahmatwijaya.blogspot.com/2014/01/pers-dan-sosial-masyarakat-indonesia.html

  • Additional of Rules Pada Pasal 18 UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 dan Pasal 9 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999
  • Oleh Arina Rohmatul H: http://arinarh.blogspot.com/2014/01/urgensi-judicial-review-uu-penyiaran.html

    One Response to Bersama Pers, Kita Jaga Kepentingan Nasional

    1. Bagi saya, saat ini media merupakan alat pendoktrin yang paling kuat untuk masyarakat Indonesia. Maka dari itu, bersama pers, kita jaga kepentingan nasional

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>