Kadang Kompas Terlupa

Date: 13/03/2011

Sahabat, hari Minggu ini di tempat kami hujan, basah, menambah prihatin saja. Di sudut kiri atas koran Kompas masih termuat soal Wikileaks yang menghangat 2 hari terakhir ini. Saya coba ikuti tentang apa itu, dan apa asal muasalnya. Rupanya, tentang kiriman berita dari pegawai/kantor Kedubes Asing ke Markasnya di Negaranya. Isinya berita mentah, sumir, sehingga kalau diolah-olah kita jadi ikut memperluas fitnah. Adakah bukti-buktinya? Di situ soalnya. Ironisnya, peristiwa pembocoran dan kebocoran itu saja tidak dibahas orang, malah-malah isi yang digunjingkan yang lantas dibahas, minta bantah. Cukuplah dibantah, lantas sudah…karena buat apa berkepanjangan berperihal tentang itu, buktinya saja tidak ada. Ke depan kita harus waspada pada trik dan akal-akalan kebocoran dan pembocoran dan sejenisnya. Salah-salah kita menari digendengan orang. Bisa-bisanya Kompas, koran beroperasi besar, memberitakan pro-kons gunjing itu. Saya jadi teringat pada almarhum PK Oyong yang saya kagumi, sang pendiri Kompas yang mengingatkan pentingnya efisiensi dan hanya menulis yang berkadar substantif, tidak sekadar rame-rame. Setiap tetes tinta, setiap menit keterlambatan dalam bisnis media bernilai besar, kata Pak Oyong. Sahabat, kita malah kini tertarik menunggu ulasan Kompas atau media massa terkemuka yang “library research-nya” kuat untuk mengulas serba serbi kebocoran di zaman teknologi informasi ini, agar kita bangsa Indonesia tidak menjadi follower saja. Orang menabuh gendengan, lantas kita menari…berita diluncurkan kelompok tertentu, boleh jadi dari luar Indonesia, diberitakan di halaman teras media massa terkemuka. Lantas kita beli korannya, kita bahas sesuai arah tarian si penabuh. Ironis, kita tidak sempat lagi dan bahkan cenderung tidak memandang perlu menyelidiki siapa penabuh genderang, siapa pembocor berita sampah yang minta dibantah. Dalam beberapa hari ini saya tidak mau baca dulu koran-koran itu…sampai nantilah, kalau sudah tidak gunjingan lagi. Saya tidak mau diajak menari di atas gendengan orang. Kok ya…gampang bener jadi follower. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>