Melawan Teror

Date: 22/07/2009

Sahabat, Kadin dan pejabat pemerintah kini sibuk berkordinasi menyikapi kondisi pasca pemboman. Mereka berbeda pendapat apakah situasi bisnis/investasi akan terganggu atau tidak. Yang diperdebatkan adalah psikologis aktor bisnis. Kali ini, ada yang berbeda pasca kejadian yang membuat kita marah itu. Dubes negara-negara sahabat segera menyatakan dukungan dan keyakinannya atas kemampuan pemerintah mengatasi terorisme. Presiden dan menteri-menteri terkait sudah segera tampil di media dan mendatangi korban, mewakili sosok hadirnya ‘negara’ guna membatasi dan mengatasi efek psikologis negatif pasca teror. Masyarakat marah karena sudah 5 tahun ini tenang, tetapi akhirnya diguncang bom lagi. Pers MEMBUAT LEBIH TRANSPARAN ‘KONTEKS’ YANG ADA, dengan menghadirkan pakar teror/intelegen dan mantan aparat kunci hingga figur garis keras yang nilai-nilai dianutnya membuat bergidik. Apakah perekonomian dan investasi akan terganggu? Modal keyakinan kita untuk bangkit cukup kuat. Indeks Keyakinan Konsumen versi BI, sejak April 2009 telah menembus 100 (batas optimisme) dan Juni lalu tercatat 109,1, jauh lebih tinggi dari rata-rata 2008 yaitu 89. Business Confidence on Government Index versi Danareksa untuk Mei lalu mencapai 128 juga jauh lebih tinggi dari rata-rata 2008 yaitu 92. “Kita marah, tetapi jangan gentar.” bunyi sms seorang sahabat yang dirut BUMN pada hari itu.Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>