Tetap Satu Visi dan Satu Semangat Sekalipun Bersaing

Date: 7/3/2012

Sahabat, siapa sangka ternyata kesenjangan pendapatan, jurang kaya-miskin terbukti semakin memburuk saat kekuatan politik kian sengit bersaing. Itulah kata ekonom terkenal, Paul Krugman (2007), mengupas hasil kajian ilmuwan politik Nolan McCarthy atas kehidupan politik di AS, atas dinamika kekuatan Partai Republik dan Partai Demokrat di Kongres. Karena kita semua tentu ingin keadilan ekonomi yang terus membaik bagi rakyat kita, mungkin amatan Krugman itu perlu bagi kita. Perjuangan politik tidak harus berwujud persaingan sengit, karena hal itu malah berlawanan dengan tujuan kita bersama. Ilmuwan politik sudah mengingatkan,”…self destructive power struggle among followers of those who founded the regime who is succeeded in checking one another, but not in governing effectively.” (Francis Fukuyama,2006).

Demokrasi tidak dengan sendirinya akan membawa manfaat positif, tapi perlu kebersamaan di samping persaingan dengan cara baik-baik. Demokrasi perlu kelas menengah yang kuat dan berjumlah cukup banyak, tapi kelas menengah tidak bisa hadir bila kesenjangan ekonomi malah memburuk. Bangsa kita punya modal, tapi perlu sikap amanah para pemimpin. “Dengan modal sumber daya alam yang Tuhan berikan, kita harus berhasil mentransformasikannya jadi kekuatan sosial, yakni rakyat yang lebih berdaya”, kata geolog kebanggaan Indonesia, almarhum JA Katili (2007). “…Bila tidak, maka akan membawa dampak negatif, ditangisi generasi mendatang yang tetap hidup dalam lumpur kemiskinan”, lanjut Prof.Katili.

Sahabat, menjadi tanggung jawab para pimpinan kekuatan politik untuk memastikan kebersamaan itu. Persaingan sengit politik jangan berdampak pada tingginya biaya transaksi politik, sehingga kurang terbuka kesempatan yang adil bagi yang lemah, akhirnya kesenjangan ekonomi memburuk. “…when we walk hand in hand world become so wonderland…it’s magic…” suatu frasa yg terasa indah dalam lagu Doris Day (penyanyi terkenal tahun 60-an). Novelis terkenal, La Rose, yang semakin menempuh jalur religius di tahun-tahun terakhir menjelang meninggal (tahun 2002-2003), banyak mendengar curhat dan memberi nasehat kepada pendengar Radio La Rose. Acara yang dipandunya itu senantiasa diiringi lantunan lagu lembut Doris Day tersebut. Dalam kehidupan bangsa kita yang sedang giat membangun demokrasi, kiranya relevan ajakan La Rose agar kita “walk hand in hand” yang niscaya hasilnya akan dahsyat dibanding jalan sendiri-sendiri. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>