Yang Masih Misteri di Nusantara

Date: 9/10/2011

Sahabat, selamat berakhir pekan. Pernah dengar, ada piramida terbesar di dunia, lebih besar dari yang di Mesir, bukan di Mesir, negeri piramid tersohor itu? Bagaimana kalau itu ternyata di Jabar, Indonesia? Bukit Lalakon, Kec. Soreang, Kab. Bandung, bentukannya sangat simetris, seperti piramid. Hasil penelitian TIM Turangga Seta dibantu unsur BPPT dan LIPI, dengan uji geolistrik, menduga kemungkinan di bawah “gunung” itu, sebuah struktur piramid ukuran sangat besar tertimbun tanah. Apa mungkin? Mungkin saja. Dulu, Borobudur pun tertimbun tanah berupa bukit menjulang. Ketika ditemukan saat itu, Raffles kakinya terantuk bebatuan berstruktur rapih di bawahnya. Temuan di Jabar itu, bila benar, semakin melengkapi teori yang dikemukakan 2 akademisi berbeda, professor luar negeri yang tidak saling berhubungan (Prof. Santos, geolog Brazil: “The Lost Continent Found”, 1997; Prof. Oppenheimer, dokter Inggris, ahli DANA: “Eden in the East”, 1998), bahwa Nusantara kita ini diduga daratan Atlantis yang tenggelam 11 ribu tahun SM akibat letusan sangat dahsyat gunung Kratatau purba, terjadi tsunami setinggi 150-an meter, menenggelamkan “dataran sunda” (yang merupakan kesatuan Indochina, Malaka, Sumatera, Kalimantan hingga Jawa). Sehingga Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terbentuk sebagai pulau-pulau terpisah. Abu letusan itu melingkupi bola dunia, zaman es berakhir, nenek moyang manusia modern, penduduk berperadaban tinggi di Sunda Land itu berpencar ke penjuru dunia. So what? Dua penulis (Samantho, Oman Abdurahman, dan kawan-kawan), mengajak kita untuk menangkap peluang itu, paling tidak untuk manfaat pariwisata. Cyprus melonjak tajam kunjungan pariwisatanya, setelah Sarmast (2003), peneliti keturunan Persia menyatakan lokasi Atlantis di Cyprus Tenggara dan pemerintahnya memanfaatkan kontroversi itu. Agaknya kita cenderung gamang meneliti dan tidak menghargai kemungkinan berharga tentang bangsa sendiri. Barulah kebakaran jenggot ketika orang asing yang meng-klaim kekayaan peninggalan kita sendiri. Sangat menarik Indonesia disebut-sebut sebagai benua Atlantis, karena yang mengemukakan justru bukan orang yang nationally-vested. Lebih menarik, bila mengingat fakta banyak sekali keunikan Indonesia: Potensi panas bumi terbesar, beragam sumber daya alam dan mineral, negeri kepulauan terbesar, dengan rangkaian gunung api terbanyak, tempat satu-satunya pertemuan 3 lempeng benua, tempat 3 dari 5 letusan gunung terdahsyat di dunia, berpenduduk dan lain-lain. Sayangnya masyarakatnya masih sibuk saja ber-ghibah, melupakan potensinya dan mengulang perilaku buruk sebagian nenek moyangnya sebelum ditenggelamkan Allah dengan Tsunami setinggi 150-an meter di akhir zaman es. Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Keistimewaan Indonesia dengan Segudang Misterinya
  • Oleh Siti Nurjanah: http://siethie.blogspot.com/2014/01/keistimewaan-indonesia-dengan-segudang.html

  • Geography Literacy dalam membangun Nasionalisme
  • Oleh Ricky P Ramadhan: http://nyarinama.blogspot.com/2014/01/geography-literacy-dalam-membangun.html

  • Kaum Muda Bicara Indonesia: Dua Sisi Negeri Cincin Api
  • Oleh Muhammad Arifin: http://saya-peduli-indonesia.blogspot.com/2014/01/kaum-muda-bicara-indonesia-dua-sisi.html#more

  • Negeri Kolam Susu…
  • Oleh Agnas Setiawan: http://agnazgeograph.wordpress.com/2014/01/24/negeri-kolam-susu/

  • Negeri Cincin Api: Berkah atau Bencana?
  • Oleh Jamil Sunika Nur Laili: http://jsoeniknurlail.blogspot.com/2014/01/negeri-cincin-api-berkah-atau-bencana.html

  • Negeri Cincin Api: Berkah atau Bencana?
  • Oleh Husna Widyastuti: http://husnawidyastuti.wordpress.com/2014/01/28/79/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>