Kepeloporan Partai dan Tokoh Politik

Date: 26/07/2011

Sahabat, mungkin kita tidak mengira, keluarga Amerika yang kini mandiri, dulu di awal tahun 1960-an juga seperti di Indonesia saat ini, sangat bergantung pada pembantu rumah tangga. Hal itu dilukiskan dalam film yang menyentuh nurani, “the Help.” Saat itu, para ibu di AS terlihat masih “sangat manja”: cuci piring, setrika, masak, bersih-bersih, mengurus anak, dan lain sebagainya, semuanya dikerjakan pembantu rumah tangga (PRT) kulit hitam, yang pulang hari. Kehidupan dalam rumah-rumah tangga di AS tahun 60-an itu diliputi ‘penindasan’ yang boleh jadi tidak disadari. Menontonnya, terasa ‘tersindir’ kehidupan kita di Indonesia saat ini. Kini, di AS dan masyarakat negara maju lain, ayah, ibu, atau anaknya mengurus keperluan sendiri. Bagaimana di rumah Anda? Masihkah terlalu mengandalkan kerja PRT, bahkan untuk hal-hal yang bisa dikerjakan sendiri? Berkat semangat penghapusan sisa perbudakan di AS, kepemimpinan Kennedy (Demokrat) yang anti rasis, visioner, dan terobosan gigih. Skeeter, seorang wartawati muda, yang melakukan investigasi dan membuat reportase yang berdampak luas, kemanjaan anggota rumah tangga itu tidak lagi ada di AS. Sampai kapankah di negeri kita? Perjuangan ke arah itu perlu, demi kemanusiaan, keadilan, dan kekuatan perekonomian bangsa. Sahabat, PRT termasuk tenaga kerja informal dalam terminologi resmi BPS. Tahun 2011, ada 66% tenaga kerja informal Indonesia, hanya 34% yang formal. Ternyata, PDB kita senilai Rp 6400 trilyun atau PDB/kepala $3000, dihasilkan oleh tenaga kerja yang mayoritas informal. Kalau persyaratan hukum dan kondisi kerja PRT dan tenaga kerja informal kita perbaiki, sehingga mayoritas tenaga kerja kita berstatus formal, maka PDB dan PDB/kepala Indonesia akan lebih tinggi lagi. Pembangunan Indonesia mendatang harus lebih merinci target ketenagakerjaan, ke dalam target yang lebih eksplisit: berapa dan bagaimana agar tenaga kerja formal meningkat dan yang informal turun, bukan hanya sebatas target angka employment yang kurang menyentuh realitas negeri kita itu. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>