Pesantren Melahirkan Pemimpin Bangsa

Date: 19/04/2011

Sahabat, mungkin tanpa kita sadari, saat ini ada ribuan orang tua Minggu siang seperti ini sedang menengok anaknya yang sedang dididik di pesantren, atau BOARDING SCHOOL ala Indonesia. Tradisi mengirim anak, cahaya mata, buah hati keluarga, sudah sangat lama berlangsung, bahkan sejak tanah air kita belum bernama Republik Indonesia. Sedemikian tuanya tradisi itu, sehingga KH Asyim Asyhari pendiri pesantren Tebu Ireng yang sudah dikenal alim, sangat cerdas sejak muda belia dan jadi panutan para kiai di abad 20-an hanyalah salah satu mata rantai hasil dunia pesantren. Sahabat, dunia pesantren diam-diam adalah sebuah fakta besar yang tersimpan di tanah air, telah menyumbangkan berbagai kader pejuang dan pahlawan bangsa. Sejak zaman pergerakan, perumusan kemerdekaan, hingga yang terbaru saat krisis pemrintahan/bangsa 1998, tokoh-tokoh pesantren ‘turun gunung’ untuk kemudian undur dari keramaian setelah situasi normal kembali. Fenomena itu sering diibaratkan semisal menghadapi Firaun bila sedang angkara, maka tongkat nabi Musa dilemparkan jadi ular besar yang memakan ular-ular penyebar kejahatan tapi kembali menjadi tongkat penuntun jalan setelah normal. Seberapa tahukah kita tentang pesantren Tebu Ireng, Maslakul Huda, Lirboyo, Gontor, Pabelan, Tremas, Tambak Beras, Cipasung, Ins Kayu Tanam dan lain-lain? Berbagai lembaga penelitian asing, misalnya Fredrich Stiftung Jerman, sejak lama meneliti mutiara yang terkandung di dalam aset bangsa kita itu yang sudah berusia puluhan bahkan lebih dari seratus tahun jauh sebelum Van Dventer membawa politik etika. Maka dengan penuh khidmat dan hormat mendalam, Sabtu kemarin saya datang menghadiri peringatn 100 Tahun K.H. A Wahid Hasyim, tokoh cendekia yang sangat cemerlang, persembahan alam dan kultur pesantren kepada Ibu Pertiwi. Semoga kemuliaan senantiasa melingkupi beliau dan keluarganya. Sungguh yang berjuang di jalan Allah itu, sekalipun sudah meninggal, melainkan mereka tetap hidup di sisi Allah. Salam Indonesia.

Kunjungan kerja ke Ponpes Tebuireng, 16 Juli 2011
Kunjungan kerja ke Ponpes Tebuireng, 16 Juli 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>