Mereka Merindukan Museum Musik

Date: 15/01/2011

Sahabat, di tengah keseharian kita, kadang kita bersilang pendapat. Namun, olahraga dan musik kiranya dapat mempersatukan perhatian kita. Minggu lalu Elfa berpulang. Kabarnya, maestro kroncong kita, Mus Mulyadi kini tidak lagi dapat melihat karena diabetesnya. Kemarin, singgah di rumah kami, sahabat-sahabat yang pernah menghibur kita saat remaja atau orang tua kita. Antara lain: Grace Simon, Benny Panbers, Henni Purwonegoro dan lain-lain. Para artis dan musisi itu adalah mereka-mereka yang masih sering bersilaturahmi, termasuk Ireng M, Bimbo, Ernie Johan, Widyawati, Tetti Kadi, Rafika Duri dan lain-lain. Benny datang dengan kursi roda paska stroke-nya. Kali ini, yang kini ingin mereka perdengarkan adalah aspirasi untuk membuat Museum Musik Indonesia. Kini, di rumah-rumah para artis itu, selain ada berbagai penyakitnya di hari tuanya, tersisa bukti-bukti perjalanan musik yang dulu pernah mengisi kenangan bangsa kita. Ada piringan-piringan emas, ada foto-foto panggung di kamera ria, mancanegara, album-album, lagu-lagu yang sudah langka. Sahabat, mulukkah keinginan mereka tentang Museum Musik Indonesia itu? “Insya Allah saya akan melapor ke atasan,” kata saya. ” Saya juga akan bincang-bincang dengan teman-teman lain yang simpati, agar bergaung, semisal KOMPAS, Tempo, Trans TV, Metro TV, dan perusahaan-perusahaan yang tergerak hatinya.” bisik saya sambil menyalami mereka saat berpamitan. Kemarin kami bernyanyi. Sebagai penghormatan, dengan gitar saya menyanyikan lagu Panbers, di depan penciptanya yang kini berkursi roda. Di tengah kesibukan kita di bidang masing-masing, yuk ikut memberikan simpati, setidaknya dengan menceritakan kabar ini kepada kawan. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>