Saat Bencana: Ibu Pertiwi Menangis?

Date: 31/10/2010

Sahabat, wawasan nusantara seperti apa yang kini kita perlukan, ketika alam nusantara sedang menampilkan sifat-sifatnya yang khas, yang sebelumnya kurang kita kenal: gempa bumi, letusan gunung, tsunami dan banjir, yang semuanya kini lebih sering dan lain-lain. Sifat-sifat Nusantara tanah air kita, yang selama ini kita kenal, adalah kekayaan mineral tambang, rempah-rempah dan kesuburan tanahnya dan panas bumi. Karena itulah ia terus didatangi bangsa lain, sejak zaman ekspedisi laut, perdagangan, penjajahan hingga zaman kini. Para geolog mengingatkan kita, di Nusantara inilah tempat satu-satunya di dunia pertemuan tiga lempeng benua, sehingga terbentuklah rangkaian gunung api terbanyak di dunia. Kekayaan bahan tambang dan mineral, kesuburan tanah dan rempah-rempah saat ini justru terbentuk setelah terjadinya letusan-letusan gunung api tersebut. Ada kekhasan Nusantara yang lain yang kiranya perlu semakin kita sadari. Nusantara kita ini adalah gugusan kepulauan terbesar di dunia (the biggest archipelago in the world). Di sinilah tempat terjadinya 3 dari 5 letusan gunung terbesar yang pernah terjadi di dunia (Gunung Toba, Krakatau, Tambora, Yellow Stone dan Vicivius). Ahli geologi Brazil, Profesor Santos menyatakan super letusan besar gunung Toba (76 ribuan tahun lalu) adalah yang terbesar dalam sejarah dan membuat bumi memasuki zaman es. Sehingga satu-satunya tempat berkembangnya peradaban nenek moyang manusia paling maju hanya dapat terjadi di suatu tempat di Hindia Timur, area khatulistiwa, yang hangat tidak ditutupi es di Nusantara ini. Karena letusan besar itu, kemudian menjadi sangat kaya mineral, permata, rempah-rempah dan subur. Nusantara kala itu masih berupa paparan Sunda seukuran benua itu (gabungan Sumatera, Kalimantan, Laut Cina Selatan). Letusan dahsyat kedua (11 ribuan tahun lalu) kemudian mengakhiri zaman es, mencair dan menenggelamkan peradaban paling maju itu. Tinggal puncak-puncak dataran tinggi yang membentuk kepulauan terbesar di dunia. Di Indonesia itulah kata Profesor Santos, peradaban Atlantis di tanah kaya mineral, biji logam, rempah-rempah dan subur, yang disebutkan Plato (filsuf Yunani) pernah berada (Atlantis, The Lost Continent Finally Found). Sisa-sisa peradaban itu kemudian dibawa oleh keturunan-keturunannya untuk menetap di India, Mesir, China, Eropa dan Amerika. Profesor Oppenheimer dari Oxford Universty, dengan metode analisis DNA menyatakan bahwa nenek moyang manusia modern kini berasal dari Nusantara kita ini (Eden in the East). Kedua professor itu masing-masing menyatakan di Nusantara kita inilah surga subur, kaya mineral dan tempat peradaban tinggi pernah berada, sehingga dicari-cari oleh pelaut Spanyol, Columbus dan lain-lain untuk menemui surga di Hindia Timur. Mari kita mengenal sifat alam Nusantara kita, mensyukurinya dengan jalan agama maupun ilmu pengetahuan. sahabat, Ibu pertiwi tidak senang menangis, ia mengajak kita untuk mengenal sifat dan kodrat yang diberikan Tuhannya. Robbana ma kholakta hadza bathilan. Di Indonesia, mungkin kini jumlah orang terbanyak memuji Allah sejak subuh hingga malam, namun mungkin belum juga cukup banyak dibanding nikmat-Nya. Salam Indonesia, Salam Nusantara.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Mengembalikan Ingatan tentang Kejayaan Bangsa Kita
  • Oleh Taufiqur Rohman: http://www.taufiqslow.com/2014/01/mengembalikan-ingatan-tentang-kejayaan_20.html

  • Kaum Muda Bicara Indonesia: Dua Sisi Negeri Cincin Api
  • Oleh Muhammad Arifin: http://saya-peduli-indonesia.blogspot.com/2014/01/kaum-muda-bicara-indonesia-dua-sisi.html#more

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>