Menyinggung Nurani & Estetika

Date: 15/07/2009

Sahabat, istilah tukar guling akrab kita dengar di zaman ORBA. Kali ini sedang berlangsung pro-kontra di Pematang Siantar: sekolah akan dijadikan hotel dan pusat bisnis. “Hari gini” masih ada tukar guling, ketika urusan pendidikan dasar dan menengah sudah di-desentralisasikan ke Pemerintah daerah, kita masih mendapati kegamangan akibat dampak otonomi daerah. Anak-anak kecil menangis terisak-isak, entah apa dampak psikologis anak didik yang akan menggantikan kita kelak bila masa kecilnya diisi bercak-bercak pengalaman semacam ini. Terlepas dari substansi hukum formalnya, tukar guling menyentuh suatu aspek lain yang relatif halus dalam diri kita. Tidak jarang, aspek keadilan dan aspek estetis-arsitktural kota terkorbankan. Misalnya, ketika mudik ke Cirebon, kota masa kecil saya, gedung gagah Markas Korem kebanggaan, berwibawa dan gagah yang dulu tidak lagi ada, kini berganti ruko, semrawut. Semoga Indonesia kita semakin menjadi Indonesia yang semakin maju dalam keseimbangan. Terobosan MK era baru sangat inspiratif, mengedepankan aspek keadilan walaupun terkendala bingkai-bingkai substansi formalnya. Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Kaum Muda Bicara Indonesia: TUNAS BANGSA, INVESTASI KEJAYAAN BANGSA ?
  • Oleh Muhammad Arifin: http://saya-peduli-indonesia.blogspot.com/2014/01/tunas-bangsa-investasi-kejayaan-bangsa.html

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>