Kalau Disiplin, Indonesia Hebat

Apa khabar di akhir minggu ini? Mohon izin berbagi cerita (bila menganggu mohon berkenan hapus saja). Kalau ada kabar baik tentang Indonesia, mengganjal hati rasanya bila tidak berbagi. Sangat bangga rasanya ketika tahu TNI kita di tahun 2017 ini kembali juara, merebut 29 medali emas terbanyak dalam kejuaraan menembak dunia AASAM, disusul Australia (14 emas) dan Jepang dst. Adapun kontingen militer beberapa negara besar hanya di urutan belakang : Amerika (11), Inggris (14), Prancis (20). Lebih bangga lagi, ternyata sudah 10 kali brturut2, dan dengan menggunakan senjata buatan anak bangsa sendiri (PINDAD). Sejujurnya, kadang sulit menemukan di bidang apa bangsa kita ini ‘hebat’, mungkin itu dampak distorsi media atau maraknya disinformasi karena hanya “bad news is good news”. Dalam konteks itulah sms ini berbagi cerita positif, agar ada value-legacy yang bisa kita tuturkan saat ngobrol.”Bangsa kita adalah bangsa pemenang,” kata Pangkostrad Edy ketika diwawancara. Selain itu, “We are born diplomats,” kata Menlu Mochtar di tahun 80-an saat diwawancara wartawan, menjelaskan bahwa kita berbakat menjadi pendengar dan juru damai yang simpatik. Kepada mahasiswa di kelas stratejik manajemen di Depok, kami tuturkan kisah itu, mana tahu akan ikut mempertebal optimisme ke-Indonesiaan kita. Karena sudah lama isu nation building kita kesampingkan, di tengah keriuhan demokrasi, demo dan berita tangkap tangan. salam Indonesia, sahabat. Terima kasih berkenan membaca

Comments are closed.