Energi

Kaum Muda Bicara Indonesia: Mengapa Pengembangan Energi Alternatif Terkendala?
Ditulis Oleh: Wahyu Hidayat
Sederhananya, pembuatan bioetanol adalah dengan menempatkan gilingan singkong dalam reaktor atau wadah seperti drum dengan ditambahkan suatu spora mikroba khusus. Nah, mikroba inilah yang selanjutnya dapat mengubah gilingan singkong ini menjadi bioetanol. Sebenarnya masih banyak proses yang ada meliputi fermentasi, destilasi dan dehidrasi, namun tidak dimungkinkan dijelaskan disini semua. Pokoknya dasarnya seperti itu deh.
selengkapnya…

Mengubah Kendala Menjadi Peluang Menuju Diversifikasi Energi Alternatif
Ditulis Oleh:Wildan Syahrun Nahar
Energi alternatif kini menjadi isu yang amat urgen berkaitan dengan semakin menipisnya persediaan bahan bakar fosil yang selama ini kita gunakan sehari-hari. Penggunaan bahan bakar fosil tersebut dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan jauh melampaui prediksi pemerintah. Subsidi BBM yang selama ini diberikan juga dirasa belum mencapai sasaran yang tepat. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah terobosan untuk benar-benar menggalakkan pemakaian energi alternatif dalam memenuhi kebutuhan nasional.
selengkapnya…

Listrik Dari Sampah?, Why Not ?!
Ditulis Oleh: Ivan Luthfi Ihwani
Memang terdengar menarik, ketika kita mendengar bahwa disuatu pabrik, dari 100 persen kebutuhan listrik yang dipakai oleh pabrik tersebut, hanya 60 persen yang dibelinya, sisanya didapat dengan memanfaatkan kembali uap panas yang timbul dalam proses produksi sehingga dapat menghasilkan daya listrik sendiri. Andaikan hal yang sama dilakukan oleh seluruh pabrik- pabrik yang ada di Indonesia, bukan tidak mungkin dapat menghemat energi listrik yang sebagian besar tersalur ke pabrik-pabrik yang ada, sehingga aliran listrik ke daerah pemukiman warga serta ke pelosok-pelosok dapat terpenuhi dengan baik.
selengkapnya…

SDM Unggulan Penyeimbang Kekayaan Alam
Ditulis Oleh: Novy Khusnul Khotimah
Sudah terkenal didunia, Indonesia adalah negeri yang melimpah kekayaan alamnya. Disisi lain dikenal pula bahwa orangnya masih memiliki kualitas dibawah rata-rata. Terlihat dengan banyaknya tenaga kerja kita yang bekerja diluar negeri masih sebagai buruh pabrik atau pembantu rumah tangga. Berkenaan dengan tema “Dari Keunggulan Sumber Daya Alam menuju Keunggulan Sumber Daya Manusia” yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul Titik Cerah dalam Transformasi SDM Kita di www. darwinsaleh.com bahwa rekrutmen anak-anak pesantren untuk bekerja di Kuwait Petroleum Coy merupakan Metode yang bagus dalam peningkatan kualitas TKI menjadi titik cerah SDM Indonesia untuk meningkatkan mutunya. saya berpandangan bahwa saya setuju karena Tanpa program-program terobosan dan strategis, kekayaan SDA Indonesia akan makan waktu terlalu lama untuk bisa ikut mengatasi problem kemiskinan dan tenaga kerja informal kita, Selama SDA kita kurang cepat memberi manfaat pada peningkatan SDM kita, selama itu daya beli sebagian besar rakyat lemah dan subsidi masih terus diperlukan.
Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia
selengkapnya…

Kaum Muda Bicara Indonesia: Mengapa Pengembangan Energi Alternatif Terkendala?
Ditulis Oleh: Cosnet Rabbani
Suatu gebrakan besar yang dilakukan pertamina pada awal tahun 2014 ini adalah menaikkan harga gas elpiji 12 kg sebesar 68% menjadi sekitar rp. 140,000/tabung,ironis memang dinegeri yang kaya ini yang jika dikelola dengan baik mungkin rakyat bisa menikmati gas tersebut dengan harga yang murah,namun beberapa hari setelah itu harga kembali turun karena presiden kita melakukan ‘intervensi’ terhadap pertamina yang mengaku kenaikan 68% itu mereka tetap saja masih merugi.
selengkapnya…

Dari Desa Untuk Indonesia Mandiri Energi
Ditulis Oleh: Khulafaur Rosyidin
Sahabat Kaum Muda Bicara Indonesia, coba kita cermati akan potensi biogas. Mengenai biogas secara garis besar adalah suatu gas metan yang dapat digunakan sebagai sumber energi, baik itu energi panas (memasak) maupun penggerak mesin yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik biomasa dan tentunya dapat diadakan kembali dalam waktu yang singkat dalam suatu ruang yang dinamakan biodigester.
selengkapnya…

Biogas, Energi Alternatif Petani
Ditulis Oleh: Teguh Wibowo
Tema mengenai energi alternatif sesungguhnya sudah cukup sering dijadikan wacana. Latar belakangnya jelas, cadangan energi fosil kita kian lama kian menurun saja. Energi fosil yang memang bukan energi terbarukan diperkirakan akan habis dari bumi Indonesia dalam satu atau beberapa dekade mendatang. Untuk itu lah pengembangan energi alternatif mutlak diperlukan.
selengkapnya…

Momentum Kebangkitan Indonesia
Ditulis Oleh: Muhammad Ali Fikri
Masa depan selalu menghadirkan paradoks. Ada yang bersikap optimistis namun ada juga yang bersikap pesimistis. Mereka yang bersikap optimistis kebanyakan akan bergerak agresif, sedangkan mereka yang bersikap pesimistis akan begerak konservatif. Ada yang berpendapat mereka yang memiliki informasi tentang masa depan akan lebih mampu menangkap peluang dan meredam ancaman, tapi itu tergantung bagaimana kita bertindak.
selengkapnya…

Mengapa Pengembangan Energi Alternatif Terkendala?
Ditulis Oleh: Arfilia Wijayanti
Tahun 2007, Grobogan, Jawa Tengah, menjadi tempat peluncuran Program DME (Desa Mandiri Energi) kemudian dilanjutkan desa-desa lainnya hingga akhir 2014 nanti ditargetkan terbentuk 3.000 DME. Meskipun persentasenya sangat kecil dibanding dengan 70ribu desa yang ada di Indonesia, namun apabila target itu tercapai maka akan sangat membantu dalam penghematan BBM dan pembangunan Indonesia yang lebih merata. Jika dilihat perkembangan DME dari tahun ke tahun cukup signifikan, tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa. Manfaat DME pun dirasa sangat menguntungkan bagi warga setempat. Misalnya, di desa Haur Ngombong, Sumedang, pemanfaatan kotoran sapi menjadi energi alternatif biogas sangat membantu warga setempat untuk memasak dan sebagainya.
selengkapnya…

Hasil Agraris Jadi Energi
Ditulis Oleh: Musthofa Khuzein Rangkuti
Coba kita lihat ketersiadaan bahan bakar minyak dan gas di dunia sudah semakin menipis setiap tahunnya. Energi ini tidak dapat diperbaharui dan sudah terancam punah. Hal ini disebabkan karena bahan bakar minyak dan gas dieksplorasi secara besar-besaran dan tidak sebanding dengan waktu pembentukan bahan bakar dan gas tersebut. Akibatnya akan mengalami kenaikan harga untuk membeli bahan bakar minyak dan gas.
selengkapnya…

Desaku Harapanku
Ditulis Oleh: Rodame Monitorir Napitupulu
Kelangkaan minyak bumi mungkin menjadi dasar mengapa semua Negara berlomba-lomba mengembangkan energi alternatif atau banyak juga yang menyebutkannya dengan istilah energi terbarukan (renewable energy). Bumi yang sudah dikerok habis-habisan minyaknya tanpa didukung dengan penghijauan kembali justru menjadi masalah besar karena ketika itu jugalah dunia akan kesulitan mendapatkan minyak bumi yang kontinu. Oleh karena minyak bumi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia maka mencari solusi menjadi keharusan bagi semua Negara termasuk Indonesia. Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta jiwa dimana segala kebutuhannya wajibnya termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) harus terpenuhi secara berkelanjutan. Pemerintah tidak tinggal diam, karena itulah ada program Desa Mandiri Energi. Program Desa Mandiri Energi itu patut diberi apresiasi, ini adalah wujud dari gencarnya pemerintah dalam membuat program terobosan dalam mengatasi subsidi BBM seperti pada artikel “Apa yang Salah dalam Subsidi BBM?” dalam www.darwinsaleh.com
selengkapnya…

Energi Terbarukan Hanya Alternatif Saja
Ditulis Oleh: Agus Ramelan
Apakah yang pertama kali Sahabat rasakan ketika mendengar kata “Alternatif”? Beragam dan unik-unik pastinya tanggapan sahabat semua, namun mungkin sedikit ada kesamaan dengan apa yang saya rasakan. Ini dia yang saya rasakan ketika mendengar kata “Alternatif”. Saya agak gimana gituh dan mungkin sedikit tertawa dalam hati ketika mendengar kata “Alternatif”. Ya yang muncul di otak saya pastinya “Pengobatan Alternatif”. Apalagi yang akhir-akhir ini lagi ngetrend iklan di TV tentang klinik alternatif. Berikut cuplikannya :
selengkapnya…

Pemuda Dalam Gbk, Transformasi Sdm Melalui Peran Pemuda Dalam Gerakan Berbasis Komunitas
Ditulis Oleh: Arina Rohmatul H.
Alasan saya memilih “Gerakan Berbasis Komunitas” ini dilandasi pada beberapa pemikiran. Pertama, komunitas adalah bentuk yang sangat relevan untuk melakukan pergerakan dengan adanya kesamaan visi, minat, hobi, atau bakat di antara para anggotanya. Memiliki persamaan yang terkumpul menjadi satu dalam suatu komunitas tertentu, akan menciptakan komunikasi yang efektif pada komunitas tersebut. Anggota yang tergabung di dalamnya akan lebih tertarik untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada visi, minat, hobi, atau bakat mereka. Apalagi dilakukan dengan berkelompok. Ketika seseorang berada dalam suatu kelompok yang memiliki kesamaan dengan dirinya, maka orang itu akan memiliki keberanian lebih untuk bertindak, daripada dia harus bergerak sendiri. Dengan begitu, bisa dimengerti tentang bagaimana peran dari suatu komunitas untuk membuat anggotanya melakukan aksi secara maksimal.
selengkapnya…

Desa Mandiri Energi
Ditulis Oleh: Adam Tirtakusuma
Akan tetapi masih banyak sekali kekurangan yang mesti diperbaiki demi kemajuan kedepannya. Saya pikir kekurangan yang paling terlihat yaitu tidak adanya pemerataan dalam pelaksaaan program ini, dan juga sumber daya manusianya juga menjadi salah satu faktor yang harus ditinggkatkan lagi kualitasnya. Sangat dominan sekali pulau Jawa mendapat peluang yang begitu banyak untuk menjalankan program desa mandiri ini, bisa terlihat dari pemberitaan yang ada di media massa ataupun media online. Jangan sampai terjadi kecemburuan dari pihak pemerintah daerah karena belum tersentuh oleh program Desa Mandiri Energi ini.
selengkapnya…

Otak Lebih Berharga Dibanding Otot
Ditulis Oleh: Desi Namora R.
Berkenaan dengan tema ”Dari Keunggulan Sumber Daya Alam menuju Keunggulan Sumber Daya Manusia” yang terkandung dalam pesan artikel berjudul Pendidikan Tidak Berkualitas, Akar Problema Buruh [1]di www. darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju karena rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia menjadi akar dari intensnya demo buruh yang tidak lupa diperingati setiap tahunnya dengan marak dan ramai oleh buruh-buruh di Indonesia. Tingkat pendidikan buruh yang rata-rata tamat SMP dan SMA menjadi akar dari nilai pendapatan rendah yang diperoleh. Menghabiskan waktu selama 7-10 jam yang terkadang ditambah waktu lembur seperti konten yang terdapat pada buku Potret Dhuafa Perekonomian Indonesia[2] bukanlah waktu sebentar untuk dihabiskan bekerja setiap harinya. Jika dibandingkan dengan pendapatan yang dimiliki oleh para pekerja professional dengan waktu kerja 8 jam, akan terlihat perbedaan nilai pendapatan yang signifikan antara keduanya.
selengkapnya…

Mengayun Langkah Menuju Indonesia yang Mandiri dan Berdaulat dalam Bidang Energi
Ditulis Oleh: Hananta Syaifulloh
Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber energi yang begitu melimpah dan beraneka ragam. Namun sayangnya karunia yang sangat besar tersebut hingga detik ini masih belum disyukuri dengan baik. Bentuk lain dari syukur itu sendiri adalah melalui pemanfaatan yang bijak dan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
selengkapnya…

Bantar Gebang, Inspirasi Ladang Energi Alternatif yang Terbentang
Ditulis Oleh: Firdaus Hanif, ST.
Bantar Gebang meski menjadi tempat berkumpulnya sampah-sampah penduduk DKI telah menjadi berkah penambah pasokan energi alternatif dan terbarukan. Tak bisa dibilang kecil pasokan daya listrik yang mampu dibangkitkan di Bantar Gebang ini. Dengan memasok 4 MW daya listrik seperti yang tercantum di artikel Darwin Saleh, Bantar Gebang telah menggantikan peran BBM sejumlah ribuan kiloliter dalam setahun.
selengkapnya…

Kolaborasi Local Genius (Kecerdasan SDM Lokal) dan Meritokrasi: Memberikan Penghargaan Setinggi-tingginya Bagi SDM Bangsa Sendiri yang Berkualitas
Ditulis Oleh: Malisa Ladini
upaya KESDM mencanangkan program transformasi SDM Indonesia dengan mendorong perusahaan ESDM untuk lebih mengaktifkan program pelatihan tenaga kerja di desa-desa agar lebih berkualifikasi karena langkah ini merupakan tonggak dari kualitas SDM bangsa Indonesia ke depannya.” Kemudian saya berpikir untuk mencetuskan ide Kolaborasi Local Genius (Kecerdasan SDM Lokal) dan Meritokrasi: Memberikan Penghargaan Setinggi-tingginya Bagi SDM Bangsa Sendiri yang Berkualitas. Ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat memperbaiki negara Indonesia ini. Kalau memang anak bangsa sendiri mampu, kita bisa mandiri tanpa harus menyewa ahli dari luar negeri. Kalau anak bangsa sendiri juga mampu mengelola SDA negara kita kan juga merupakan nilai plus.
selengkapnya…

Transformasi SDM Indonesia: Orang Indonesia perlu “Kenal Diri”
Ditulis Oleh: Syuraswati Muhiddin
Sudah saatnya kita juga memerhatikan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang akan mengelola kekayaan alam Indonesia. Pada tulisan tersebut disebutkan bahwa di tengah polemik kenaikan harga BBM bersubsidi, Indonesia memperoleh kabar yang menggembirakan melalui pesan singkat sebagai berikut: “…Pak, rekrutmen anak-anak pesantren untuk bekerja di Kuwait Petroleum Coy sudah mendapat jawaban positif…Metode yang bagus dalam peningkatan kualitas TKI itu akan kami perluas ke sektor-sektor lain di Kuwait …”. Pada tahun 2011 lalu, KESDM mencanangkan program transformasi SDM Indonesia dengan mendorong perusahaan sektor ESDM untuk lebih mengaktifkan program pelatihan tenaga kerja di desa-desa agar lebih berkualifikasi untuk disalurkan ke lapangan kerja dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah rintisan kerjasama dengan pesantren dan KBRI kita di luar negeri telah diupayakan. Hal ini memang sangat perlu sebagai suatu respon atas kondisi kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia yang melimpah.
selengkapnya…

Sudah Saatnya Kaum Muda Bertindak untuk Kebutuhan Energi Nasional
Ditulis Oleh: Sitti Ghaliyah
Pemuda yang berkualitas adalah pemuda yang memiliki visi perubahan untuk masa depan bangsanya. Visi pemuda yang menjadikan Indonesia sebagai laboratorium gagasan. Dan saya salah satu pemuda Indonesia yang juga memiliki visi perubahan salah satunya yaitu tentang Kebutuhan Energi Nasional.
selengkapnya…

Membangun Dari Desa : Transformasi Desa Jaman Baru
Ditulis Oleh:Unggul Sagena
Berbicara dhuafa, tahukah Anda, kalau menurut Badan Pusat Statistik (BPS), seperti dilansir sejumlah media, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2013 mencapai 28,55 juta orang (11,47 %) dengan jumlah penduduk miskin perkotaan (urban) 10, 63 juta dan perdesaan (rural) sebanyak 17, 92 juta, hampir dua kali lipat dari kota. Dan angka diatas pun mengalami kenaikan dari angka pada tahun lalu (2012). Data ini pun bisa jadi salah, bisa lebih besar dari “hanya” 12% dari dua ratus juta lebih penduduk Indonesia.
selengkapnya…

Indonesia Menuju Kemandirian Energi
Ditulis Oleh: Yohanes Debritho Neonnub
Sangat menarik untuk mencermati program Desa Mandiri Energi ini. Darwin Saleh dalam situsnya menulis secara lugas bagaimana perkembangan program desa mandiri energi yang pada 2009 tercatat telah mencapai 628 desa dan mampu menghemat 43,3 juta liter BBM atau bila diuangkan bisa mencapai RP 195 Miliar. Program yang telah dimulai sejak 2007 silam ini menargerkan mampu mencetak 3000 desa mandiri energi pada akhir tahun 2014. Prospek ke depannya bahwa negara dapat merangkul 58.400 desa (desa non-perkotaan) untuk terlibat dalam pengembangan program desa mandiri energi. Bila program ini benar-benar terealisasi, maka negara dapat menghemat APBN Rp 18 Triliun per tahunnya yang sebelumnya dialokasikan bagi energi, bisa dialihfungsikan pada pengembangan pendidikan ataupun kesehatan masyarakat.
selengkapnya…

Sumber Daya Manusia di Tubuh Indonesia
Ditulis Oleh: Intan Fandini
Ada satu kutipan didalam artikel yang berjudul Tetap Satu Visi dan Satu Semangat Sekalipun Bersaing di www.darwinsaleh.com dari seorang geolog kebanggaan Indonesia, almarhum JA Katili, beliau berkata “Dengan modal sumber daya alam yang Tuhan berikan, kita harus berhasil mentransformasikannya jadi kekuatan sosial, yakni rakyat yang lebih berdaya. Bila tidak, maka akan membawa dampak negatif, ditangisi generasi mendatang yang tetap hidup dalam lumpur kemiskinan”. Saya sangat setuju. Indonesia. Suatu negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.508 pulau dan dilalui oleh garis khatulistiwa membuat Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) serta flora dan fauna yang beragam. Tetapi, adakah keseimbangan kekayaan alam tersebut dengan kesejahteraan rakyat? Adakah kekayaan alam tersebut sudah dikelola dengan maksimal oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas yang berasal dari negara ini? Sayang sekali menurut saya belum.
selengkapnya…

Badai Besar Substitusi Energi
Ditulis Oleh: Ahsanul Marom
Memang beberapa desa di beberapa Kota/Kabupaten yang telah berhasil dengan program Desa Mandiri Energi, mengalami perkembangan yang cukup pesat diakibatkan bertambah pesatnya pula perekonomian dan pendapatan desa tersebut. Misalnya desa Wonomulyo, Tanjung Palas Timur, Kalimantan Utara yang telah memulai Desa Mandiri Energi berbasis Biogas. Atau Desa Mandiri Energi berbasis PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) kincir, Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Dan masih banyak desa lain yang menerapkan program serupa. Memang desa tersebut sudah mampu menciptakan energi secara mandiri dan menghasilkan pendapatan desa dan daerah yang lebih besar. Namun, apakah sudah didukung oleh pemerintah pusat?
selengkapnya…

Renewable Energy: Solusi, Bukan Alternatif
Ditulis Oleh: Amrina Rosyada
Indonesia, sebuah negara tropis yang terdiri banyak pulau dan lautan luas. Fakta bahwa lokasi Indonesia terletak tepat di atas garis khatulistiwa telah membuktikan bahwa negara ini memiliki beragam jenis kekayaan alam yang sejatinya mampu memenuhi berbagai kehidupan didalamnya. Sayangnya, tanah indah yang penuh dengan potensi biomassa dan bioenergi ini terjebak dalam masalah ketergantungan masyarakat atas energi berbasis bahan bakar fosil.
selengkapnya…

Indonesia Negara Yang Kaya (Katanya…)
Ditulis Oleh: Muhammad Azzam Sayyaf
Pada dasarnya sumber daya alam merupakan aset yang dimiliki suatu Negara yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim atau cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut yang sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu Negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi.
selengkapnya…

Mewujudkan Pemanfaatan Energi Terbarukan di Pulau 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) sebagai Garda Terdepan dalam Ketahanan Energi Nasional
Ditulis Oleh: Zakariya Afif
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sebanyak 87,62 % atau 15.337 pulau di Indonesia tidak berpenghuni sementara sekitar 12,38 % atau sekitar 2.342 pulau berpenghuni.[1] Dengan kondisi geografis Indonesia tersebut maka Pemerintah mengalami kesulitan dalam memenuhi sarana dan prasarana di seluruh penjuru negeri, misalnya: sarana kesehatan, pendidikan, ketersediaan air bersih dan listrik. Khusus untuk listrik, rasio elektrifikasi di Indonesia pada tahun 2012 secara keseluruhan adalah 76,56 % yang artinya sekitar 23,44 % masyarakat Indonesia belum menikmati akses listrik. Terlebih lagi di beberapa daerah rasio elektrifikasinya sangat rendah, misalnya NTB (53,63 %), (NTT 53,42 %) dan Papua (34,62 %).
selengkapnya…

Comments are closed.