Kepioniran Dalam Masyarakat

Menumbuhkan Kembali “Spirit” Kepahlawanan
Ditulis Oleh : Delfiandrie
Seperti kita ketahui bersama seiring dengan perubahan zaman, pergeseran nilai, etika, dan adat istiadat mulai merasuki setiap jenjang kehidupan bangsa ini. Saat ini kita tentunya merasakan bagaimana cengkraman arus globalisasi yang berkedok modernisasi, mampu mempengaruhi sendi-sendi kehidupan setiap insan di negeri ini. Adakalanya, perubahan tersebut memicu ke arah hal yang positif. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa ada pula perubahan yang membawa ke arah hal-hal yang negatif. Pengaruh negatif tersebut tampak dalam kehidupan generasi muda tanpa terkecuali generasi yang sudah matang (orang dewasa), terutama dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan.
selengkapnya…

Indonesia: l’Histoire Se Repete
Ditulis Oleh: Rizky Febriana
Membangun kesadaran historis adalah belajar dari sejarah masa lalu. Sejarah mencatat bahwa dahulu bumi Nusantara adalah bangsa dengan perdagangan maju yang ditandai oleh bandar-bandar yang ramai disinggahi para pedagang dari luar yang berdagang beras, lada, garam, gading timah dan lainnya yang diimbangi oleh armada laut yang kuat dengan wilayah luas hingga ke Semenanjung Melayu, Tumasik atau Singapura dan kepulauan Filipina. Nusantara dikenal melalui Kerajaan Majapahit dibawah pimpinan Patih Gadjah Mada. Jaman Majapahit adalah sejarah jaman keemasan Nusantara masa lalu (Sutrisno, 2008:24).
selengkapnya…

Menghidupkan Karakter Sukarno-Hatta dalam Jiwa Penerus Bangsa
Ditulis Oleh: Novy Khusnul Khotimah
Bicara tentang sejarah Republik Indonesia tidak bisa lepas dari dua founding fathers atau bapak bangsa kita yaitu Sukarno dan Moh. Hatta. Mereka adalah dua orang yang berpendidikan tinggi disaat 95% rakyat kita buta huruf, namun memilih bersusah payah untuk menjadi pejuang kemerdekaan. Padahal, mereka bisa saja hidup enak dengan menjadi pegawai pemerintah Hindia Belanda atau korporasi lain di dunia pada masa itu. Sejalan dengan pendapat Pak Darwin Saleh dalam website inpirasinya berkenaan dengan tema “Menghadirkan Teladan Kepemimpinan Bapak Bangsa di masa kini” yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Mengenang Pemimpin Teladan” di www. darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju karena sosok pemimpin cerdas seperti Moh. Hatta perlu kita hadirkan dan hidupkan kembali. Meneladani Moh. Hatta dan Sukarno tak hanya sebagai pribadi unggulan, lalu bagaimana agar karakter kedua founding fathers kita ini bisa hidup dalam setiap jiwa penerus bangsa?
selengkapnya…

Pemuda dan Figur Keteladanan Pemimpin Bangsa
Ditulis Oleh: Muhammad Autad An Nasher
Mengingat, sepak terjang (track record) dari Bung Hatta sendiri yang berkepribadian egaliter, menyatu dengan rakyat, ikut serta dalam membebaskan Indonesia dari belenggu koloni (penjajah). Sehingga menjadi wajar kalau kemudian Bung Hatta menjadi pribadi yang disegani di benua Eropa dan Asia sejak usia muda.
selengkapnya…

Pemimpin Yang Perlu Kembali Ke Masa SD-Nya
Ditulis Oleh: Kartika Rahmawati
Kita ada di era dengan pers yang bersemangat tinggi, entah semangat membangun atau justru menjatuhkan satu sama lain. Ya, kita menutup mata kalau bilang pers sekarang berimbang. Sialnya, kita dapat meraup keuntungan dari semua ketidakberimbangan itu. Melalui media terlihat jelas seperti apa sosok orang yang akan mengajukan diri sebagai pemimpin negara ini. Selanjutnya muncul pertanyaan :
selengkapnya…

Sedikit Mengenang Presiden Pertama Indonesia
Ditulis Oleh: Tomy Rahmatwijaya
Dalam salah satu pidato Soekarno pernah berkata, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” atau yang biasa disingkat JASMERAH ini, kalau bisa saya artikan bahwa memang siapa pun itu, entah presiden atau pejabat, suatu saat pasti akan dilupakan. Soekarno berpidato seperti itu bukan karena dirinya ingin diingat terus, tetapi lebih dari itu, ia ingin kita jangan melupakan perjuangan-perjuangan para pahlawan kita yang rela kehilangan apapun untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia.
selengkapnya…

Dimana Dicari Pemimpin Teladan di Negeriku?
Ditulis Oleh: Desi Namora R
Nilai-nilai keteladanan dapat dilihat juga dari seorang tokoh yang terkandung dalam buku Michael H. Hart dalam bukunya yang berjudul Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Tokoh tersebut bernama Muhammad yang hidup 570 SM-632 SM, sudah ratusan abad yang lalu[2]. Muhammad termasuk pemimpin yang mengutamakan rakyatnya. Melayani kepentingan orang lain merupakan hal utama yang menjadi tujuan hidupnya sejak bangun saat pagi menjelang. Menjadi pemimpin harus siap melayani umat. Seusai memimpin ibadah subuh berjamaah, beliau selalu bertanya kepada rakyatnya dengan pertanyaan seperti berikut, “ Apakah diantara kamu ada yang sakit, yang perlu aku jenguk?, atau dengan pertanyaan “Adakah diantara kamu jenazah yang harus aku antarkan?. Pertanyaan yang hanya lahir dari seseorang dengan jiwa melayani dari seorang pemimpin. Ya, melayani dan mengutamakan kepentingan orang lain adalah keutamaan baginya. Bukan seorang pemimpin yang menciptakan jeda dan jarak antara yang dipimpin dengan yang memimpin. Beliau adalah sosok pemimpin yang menaruh perhatian pada setiap duka rakyatnya, mengorbankan pikiran, waktu dan hartanya untuk rakyatnya. Semangat juang dan kepedulian yang tinggi yang teramat kita rindukan pada pemimpin di negeri ini.
selengkapnya…

Penghargaan Pada Kepioniran Adalah Jalan Menuju Kemajuan Bangsa
Ditulis Oleh: Husna Widyastuti
Dewasa ini, saya sebagai seorang murid SMA, sebagai anak ke enam dari tujuh bersaudara cukup ikut merasakan ekonomi indonesia yang bisa dibilang terbengkalai. Akhir – akhir ini, saya mulai sering melihat acara berita tayangan TV, dari beberapa berita utama yang ditayangkan selalu ada berita seputar keadaan rupiah yang makin harinya makin parah.
selengkapnya…

Nada-Nada Perubahan
Ditulis Oleh: Detha Arya Swara Intifada
Figure bung Hatta mau tak mau telah menjadi nomor dua dengan bung karno yang selalu terdepan, beliau selalu terdepan dipandangan. Bayangkan saja hampir semua hal yang menyangkut pria yang lahir di Kota Bukit Tinggi, 12 agustus 1902 ini selalu dilabeli oleh nama Soekarno terlebih dahulu. Nomor dua tetaplah nomor dua, namun bukan berarti kita serta merta melupakan apa yang beliau pernah lakukan dalam hal kontibusi besar beliau membawa Indonesia berada di pintu gerbang kemerdekaan yang sesuai dengan hakekat pembukaan undang-undang.
selengkapnya…

Pahlawan dan Kemajuan Bangsa
Ditulis Oleh: Anna Febriyani
Seiring dengan perubahan zaman, para insan muda dituntut untuk hidup mandiri dalam zaman yang penuh persaingan ini. Sehingga tidak asing lagi jika pergeseran nilai, etika, dan adat istiadat mulai menjamuri insan muda kita. Seharusnya di zaman yang lebih maju ini perubahan – perubahan yang ada lebih cenderung positif. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada juga perubahan yang jika dipahami lebih lanjut akan membawa ke arah hal – hal yang bernilai negatif. Apalagi sekarang adalah zaman yang serba tekhnologi, banyak sekali hiburan maupun media yang berbau tekhnologi yang cenderung bersifat individualisme. Jika hal tersebut terus – menerus dibiarkan para insan muda sekarang akan bersifat acuh tak acuh terhadap keadaan di sekitarnya. Sikap tersebut sudah mulai dirasakan oleh negeri ini, sebagai contoh sikap egoisme para pelajar sehingga berujung tawuran, banyaknya tindak kriminalitas, dan mirisnya dewasa ini maraknya kasus – kasus korupsi yang melibatkan para pejabat tinggi kita.
selengkapnya…

Macan Asia yang Tertidur
Ditulis Oleh: Rizal Romadhoni Hidayatullah
Di era globalisasi ini, banyak hal yang tadinya tak mungkin menjadi mungkin. Banyak hal yang tadinya biasa menjadi luar biasa. Begitu juga negeri kita Indonesia. Para ahli telah mengakui, bagaimana kayanya negeri ibu pertiwi. Para pengamat juga telah sepakat, tentang besarnya potensi yang kita miliki. Sayangnya, pemerintah terkesan menutup mata dengan semua ini. Pemerintah hanya sibuk mencari harta untuk memperkaya diri sendiri.
selengkapnya…

Bangga Menjadi Indonesia
Ditulis Oleh: Charis Achmad
Rasa bangga menjadi prinsip bagi rakyat yang ingin memajukan bangsanya. Hal itu menjadikan dia semakin semangat untuk menjalani kehidupan berbangsa bernegara dengan mentaati peraturan yang akan membuat sekitarnya aman dan tertib. Sehingga dia mampu mengembangkan potensi dirinya lebih baik lagi. Lebih hebat lagi! Bahkan, apabila rasa bangga itu sudah tertanam kuat dalam diri seseorang, dia tidak mudah tergoyahkan dengan prinsip-prinsip yang lain yang menyimpang dari prinsip awal yang telah diyakini. Tentu saja yang dimaksud di sini bukan bangga diri yang negatif.
selengkapnya…

Pemimpin Bangsa

Ditulis Oleh: Ayu Namira
Berkenaan dengan tema Menghadirkan Teladan Kepemimpinan Bapak Bangsa di masa kini yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul bersama menggalang kekuatan bangsa dan mengenang pemimpin teladan di www. darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju karena…
selengkapnya…

Pemimpin Teladan Indonesia di Masa Kini sebagai Semangat Bapak Bangsa di Masa Lampau

Ditulis Oleh : Dhani Saputra
Berkenaan dengan tema “Menghadirkan Teladan Kepemimpinan Bapak Bangsa di Masa Kini” yang terkandung dalam artikel berjudul “Mengenang Pemimpin Teladan” di www.darwinsaleh.com , saya berpandangan bahwa saya setuju untuk kita menghadirkan keteladanan bapak bangsa di masa kini yang dalam tulisan ini menghadirkan sosok wakil presiden pertama Republik Indonesia yaitu bapak Mohammad Hatta.
selengkapnya…

Meneladani Kepemimpinan Nabi

Ditulis Oleh: Mamang M. Haerudin
Kita kenal salah seorang khalifah bernama Umar bin Khattab, sosok manusia yang gagah dan pemberani. Sahabat karib Rasulullah ini, pernah tampak sedih dan menangis sendu. Ia menangis sendu, saat Abu Bakar Shiddiq, meminta dan menunjuknya untuk berkenan menjadi calon pengganti sebagai khalifah.
selengkapnya…

Saatnya Pemuda Bangkit Untuk Indonesia Lebih Baik
Ditulis Oleh: Husin
Usia muda merupakan usia yang paling produktif serta berkontribusi atas segala gejala sosial, kemudian mampu sepenuhnya untuk melakukan segala perubahan. Pada usia muda stamina masih kuat, pikiran masih segar, jantung berdetak kencang, darah masih panas dan mengalir dengan deras. Apabila mereka melihat, mendengar, merasakan, kemudian berpikir dan berkumpul mereka mampu merubah keadaan. Perubahan bisa menuju ke arah yang lebih baik dan juga bisa menuju ke arah yang tidak baik, karena pemuda cenderung emosional dan mengikuti arus yang lebih deras. Apa bila sekelompok pemuda tersakiti, maka dengan lantang mereka meneriakkan perlawanan. Kerena bagi mereka, obat penyembuh luka, hanya satu kata. LAWAN..!
selengkapnya…

Pantaskah Aku Menjadi Pemimpin?
Ditulis Oleh: Arie Pratama
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau sekitar 13.466 pulau, dengan begitu membuat Indonesia menjadi negara yang tampak eksotis dan unik jika dilihat melalui peta dunia. Sudah merdeka sejak tahun 1945 tampaknya belum cukup waktu untuk membuat Indonesia bangkit dalam berbagai bidang terutama bidang ekonomi dimana masih banyak sekali rakyat dhuafa yang harus kita bantu sebagai rakyat yang masih mampuh untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari.
selengkapnya…

Sosok Seorang Pemimpin Untuk Indonesia
Ditulis Oleh: Apriana Mariani
Pemimpin bangsa yang sejati akan menyerahkan seluruh jiwa raga dan pemikiran untuk kepentingan bangsa, bagaimana bangsanya bisa hidup secara lebih baik, makmur, adil, meningkatkan taraf hidup, baik secara spiritual, maupun material. Seperti pada artikel “Semangat Juang FDR” di www.darwinsaleh.com pemimpin itu kiranya adalah figur yang mempunyai orisinalitas perjuangan, membawa kebaikan bagi orang lain, dan tidak perlu memburukkan orang lain. Seorang pemimpin itu harus bisa berada di depan sebagai suri tauladan, berada di tengah untuk senantiasa membaur dengan yang di pimpinnya dan sebagai pengayom, dan pemimpin juga harus bisa berada di belakang sebagai motivator demi kemajuan yang di pimpinnya.
selengkapnya…

Sesekali Perlu Melihat Ke Bawah
Ditulis oleh: Fadly Sulaiman
Sebelum tahun 2013, saya merupakan satu dari sekian hamba Tuhan yang paling sering mengeluh di bumi ini. Selalu saja ada keluhan yang terlontarkan kepada hidup yang rasanya tidak pernah memihak sedikitpun kepada ku. Keluhan-keluhan yang seabreg itu dimulai dari kepergian ibu untuk selama-lamanya ketika saya masih sangat kecil (umur 1 tahun), didikan ayah dan ibu pengganti yang sangat otoriter sehingga membuat kami jarang merasakan keharmonisan satu sama lain, saya juga harus mencari penghidupan sendiri untuk membiayai segala keperluan hidup termasuk biaya kuliah yang pada saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa semester 3, lalu pekerjaan malam yang harus saya lakoni, skripsi yang tidak kelar-kelar dan masih banyak lagi keluhan-keluhan lain yang tidak bisa disebutkan semuanya.
selengkapnya…

Urgensi “Think Globally, Act Locally”
Ditulis oleh: Kalis Mardi Asih
Pada artikel berjudul “Negara Harus Menjangkau Seluruh Rakyat” dipaparkan sebuah kondisi yang timpang dimana disaat banyak pejuang-pejuang yang telah dengan ikhlas mengabdikan sebagian bahkan seluruh hidupnya untuk melakukan kerja-kerja sosial dan menginisiasi perubahan untuk negeri dengan tanpa bayaran, namun disisi lain, kehidupan pragmatis kota-kota besar serta megahnya panggung kekuasaan yang penuh dengan kemunafikan seperti tak peduli akan hal tersebut. Banyak kebijakan yang tidak tepat sasaran, yang disebut oleh artikel tersebut salah satunya adalah kebijakan subsidi BBM sehingga anggaran beratus-ratus triliun yang harusnya dapat digunakan untuk pemerataan pendidikan, pembangunan infrastruktur dan pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi di daerah atau pelosok-pelosok Indonesia menjadi sebatas mimpi di siang bolong pada hari ini.
selengkapnya…

Penghargaan pada Kepioniran Adalah Jalan menuju Kemajuan Bangsa
Ditulis Oleh: Selma Halida
Halo semuanya. Nama saya Selma dan saya berumur 17 tahun. Saya adalah generasi masa depan; apa yang terjadi sekarang akan berdampak pada generasi saya, dan generasi saya menggenggam possibilities. Di tangan kami ada masa depan Indonesia. Saya masih muda, dan saya belum bisa menciptakan sesuatu yang dapat membantu Indonesia secara signifikan. Saya juga tentunya belum sanggup untuk terjun langsung ke dunia politik untuk memperbaiki keretakan di struktur negara dan memperbaiki Indonesia pelan – pelan dari dalam. Saya masih perlu banyak belajar, dan saya tahu berbicara itu lebih mudah daripada melakukan. Tapi dengan kompetisi kali ini, saya senang karena akhirnya saya setidaknya dapat menyampaikan pendapat dan ide – ide saya lewat cara yang saya nikmati, yaitu menulis.
selengkapnya…

Potret Hitam Putih Arti Nilai Kepahlawanan Bagi Kemajuan Sebuah Bangsa
Ditulis Oleh: Mukti Ali Asyadzili
Kalaupun isi dari artikel yang berjudul “Negara Harus Menjangkau Seluruh Rakyat” memberikan argument bahwa menaikkan harga BBM bersubsidi itu harus dilakukan agar masalah perbedaan yang cukup mencolok tentang harga BBM bersubsidi antara daerah yang ada di Jawa dengan di Papua bisa disetarakan harganya itu sangat sulit karena wajar harga BBM bersubsidi di Papua mencapai Rp 9000, karena untuk mengangkut BBM bersubsidi dari daerah yang ada di Jawa ke Pulau Papua harus memerlukan biaya transport yang tinggi. Saya pernah membaca harga sebuah makanan Biskuat yang tertera di bungkusnya menunjukkan Rp 500/bungkus hanya untuk daerah Jawa dan Bali. Ini menandakan bahwa di luar Pulau Jawa dan Bali harganya di atas Rp 500 rupiah mengingat ada biaya transport dalam pengiriman stock makanan Biskuat. Maka kalaupun ada perbedaan harga barang/makanan di Pulau Jawa dan Pulau Papua maka itu mahalnya harga di Papua karena ada biaya tambahan/transport untuk mengirim barangnya. Maka sebaiknya itu tidak dijadikan alas an untuk menaikkan harga BBM bersubsidi,
selengkapnya…

Aktor-Aktor Negara
Ditulis Oleh: Anita Retno Mulat
Mungkin bagi sahabat semua, nama ini tidak begitu asing ditelinga kalian. Siapa? Ir. Soekarno. Dari mana sahabat pertama kali diperkenalkan dengan nama itu? Koran, majalah, dari guru, teman, atau buku pelajaran? Mari kita ingat-ingat… Masih ingatkah sahabat semuanya mengenai Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau Pendidikan Kewarganegaraan? Baiklah, kalau Pelajaran Sejarah? Atau masih ingatkah sahabat mengenai pemimpin-pemimpin bangsa? Masih ingat bukan?
selengkapnya…

Coretan Tentang Kepemimpinan
Ditulis Oleh: Muhammad Fauzi
Pemimpin-pemimpin tangguh itu ada dan nyata di sekitar kita. Jujur, dari pengalaman saya yang sering melihat, menyaksikan dan membaca berita yang setiap hari bergulir di media masa tidak dipungkiri mampu memunculkan aura-aura pesimis di dalam benak ini. Memang terkadang tidak ada salahnya untuk mengkritik atau mengungkapkan kekurangan dari seseorang. Namun, kita semestinya harus tetap sadar bahwa kalimat klise seperti “tidak ada manusia yang sempurna” perlu kita pakai demi terciptanya kaca mata positif di benak kita. Saya sering diingatkan oleh teman-teman saya jangan melihat kejelekan orang terlebih dahulu, tapi lihatlah apa ang telah mereka usahakan, apa yang telah mereka perjuangkan. Termasuk dalam melihat pemimpin-pemimpin kita, tidak ada salahnya kita memberikan sedikit apresiasi kita untuk mereka yang sudah mau berjuang demi terciptanya kehidupan yang terus membaik setiap waktunya.
selengkapnya…

Putaran 360 Derajat Untuk Sang Pemimpin Teladan
Ditulis Oleh: Syarif Hidayatullah
Berbicara kepemimpinan, bahwa sebenarnya sudah pada dasarnya semua manusia itu diciptakan oleh Tuhan sebagai pemimpin di dunia ini. Kalau pun toh bukan memimpin orang banyak, tapi setidaknya memimpin dirinya sendiri. Saya mengenal istilah Kepemimpinan itu semenjak saya SD saat bergabung di suatu ekstrakurikuler bernama Pramuka. Di sana saya diajarkan bagaimana berorganisasi beserta tentang kepemimpinannya. Karena kedua hal itu sangat berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan. Namun saya baru merasakan menjadi sosok seorang pemimpin itu bagaimana, saat saya menjadi ketua kelas di SMA selama 3 tahun berturut-turut dan juga menjadi ketua OSIS. Selain mengatur dan mengendalikan diri sendiri untuk melakukan kewajiban utama di sekolah yaitu belajar, saya juga mengatur bagaimana ‘rumah tangga’ di dalam kelas dan juga OSIS yang permasalahannya lebih kompleks. Di sana saya belajar, bahwa pemimpin itu memiliki tanggung jawab yang begitu besar atas segala amanat dan kepercayaan yang diberikan. Bahkan saya sempat menolak untuk dijadikan ketua kelas dan juga sempat berniat mengundurkan diri dari jabatan ketua OSIS, karena saya sadari betul saya belum bisa menjadi contoh yang baik untuk teman-teman sekolah saya.
selengkapnya…

Menjadi Manusia Indonesia Sejati seperti Bung Karno
Ditulis Oleh: Abdullah Faqih
Pemuda Indonesia memiliki daftar panjang masalah adalah sesuatu yang tak terbantahkan. Mereka bak menara gading—menjulang tinggi tanpa mengakar kuat—. Publik dibuat terkesiap karena aksi-aksinya yang tidak lagi melejitkan capaian. Aksi man on the street para mahasiswa yang menuntut pemerintah berhenti menindas rakyat ternyata malah menyengsarakan rakyat: membakar ban, menyandera kendaraan, merusak fasilitas umum, membuat jalan macet. Aksi demo kenaikan harga BBM adalah contoh yang tepat. Perangai generasi muda juga terjerembab dalam kawah yang tidak ketimuran. Mereka terjerumus dalam kubangan narkoba, free sex, prostitusi, dan aborsi. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) melaporkan bahwa penderita AIDS berserakan bebas di republik ini, 26,01 persen diantaranya adalah generasi muda. Kaum muda yang kelak menjadi calon terdidik ternyata malah menjadi tokoh pemutus rantai pendidikan. Lihatlah mereka yang sengaja berhenti belajar untuk menjadi preman jalanan.
selengkapnya…

Comments are closed.