Dhuafa Dalam Perekonomian Indonesia

Kaum Muda Bicara Indonesia
Ditulis Oleh: Binsar Halomoan Situmorang
Subsidi adalah bentuk bantuan keuangan yang berupa pemotongan harga yang dilakukan pemerintah terhadap suatu barang yang tinggi agar masyarakat yang kurang mampu tidak merasa terbebani, pemotongan harga tersebut dibayar oleh pemerintah terhadap perusahaan yang bersangkutan. BBM adalah Bahan Bakar Minyak yang berbentuk cair yang dapat digunakan untuk memanaskan air menjadi uap, BBM biasanya digunakan untuk kendaraan bermotor. Subsidi BBM adalah bentuk bantuan yang dilakukan pemerintah berupa pemotongan harga BBM terhadap premium agar masyarakat yang kurang mampu tidak merasa terbebani.
selengkapnya…

Secercah Harapan untuk Indonesia yang Mandiri dan Bermartabat
Ditulis Oleh: Rodame Monitorir Napitupulu
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 telah diamanatkan kepada pemerintah untuk melakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi secara bertahap agar dapat terlaksana dengan tepat volume dan tepat sasaran. Akan tetapi permasalahan muncul semenjak subsidi BBM ternyata meningkat tajam dan pada akhirnya justru membebani keuangan Negara. Subsidi BBM tahun 2011 mencapai kenaikan 200 % terhadap subsidi BBM tahun 2010 [[2]]. Peningkatan subsidi BBM inilah yang memicu semakin runyamnya permasalahan terkait ketidaktepatan volume dan sasaran subsidi BBM. Disebutkan juga harga minyak bumi ketika itu terus mengalami kenaikan dengan rata-rata US$ 100/barel yang tentu saja berpengaruh pada APBN dimana salah satu dampaknya adalah kenaikan subsidi energi. Diperkirakan anggaran subsidi BBM meningkat sampai 20-30 %. Efek sampingnya jika pemerintah membatasi penjualan BBM bersubsidi atau menaikkan harga BBM akan berdampak pada kenaikan inflasi. Namun pemerintah memiliki tanggungjawab untuk menjamin BBM bagi rakyat miskin yang terkena dampak kenaikan BBM tersebut.
selengkapnya…

Subsidi BBM bukan untuk Masyarakat Kecil
Ditulis Oleh: Heppi Elastiko
Subsidi BBM pada hakekatnya adalah hak semua golongan, hak setiap warga negara yang membayar pajak, tanpa diskriminasi untuk golongan tertentu, golongan “mampu” tentu membayar pajak lebih banyak dari pada golongan tidak mamapu, memberi lebih banyak kontribusi pada APBN di banding golongan tidak mampu, dan Subsidi BBM tentu saja di bayar menggunakan uang negara tersebut. Akan menjadi sebuah ketidakadilan sosial bila Subsidi BBM hanya di amanahkan pada golongan tidak mampu, Indonesia adalah milik semua warga Negara Indonesa, bukan milik golongan tidak mampu.
selengkapnya…

BBM Bersubsidi Hanya Untuk Golongan Tidak Mampu
Ditulis Oleh: Antoni CLianto
Saya mempunyai pemikiran bahwa golongan mampu boleh saja menggunakan premium yang biasa disubsidi oleh pemerintah, namun harga belinya berbeda. Premium yang dibeli oleh golongan mampu harganya tidak di subsidi oleh pemerintah. Dengan begitu APBN tidak terbuang cuma-cuma hanya untuk mensubsidi BBM untuk golongan mampu.
selengkapnya…

Subsidi BBM dan APBN Syariah
Ditulis Oleh: Siti Rokhana
Pencabutan subsidi BBM memang bukan tanpa alasan dan pertimbangan. Bahkan Presiden menyatakan komitmen resmi: kenaikan harga BBM adalah pilihan terakhir. Pemerintah beralasan kenaikan harga BBM yang berarti mencabut ‘subsidi’ ini harus dilakukan mengingat subsidi terus bertambah sehingga membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beban ini, menurut pemerintah, akan memberatkan APBN dan bisa membuat APBN jebol. Tidak cukup itu, pemerintah menyatakan subsidi selama ini tidak tepat sasaran. Subsidi, menurut pemerintah, seharusnya diarahkan kepada kalangan bawah. Namun pemerintah menilai subsidi selama ini justru dinikmati oleh orang kaya yakni yang memiliki kendaraan bermotor.
selengkapnya…

BBM Bersubsidi, Pemerintah ‘Ngos-Ngosan’
Ditulis Oleh: Tito Janis Prakoso
Kebijakan subsidi BBM pada hakikatnya dikeluarkan oleh pemerintah guna menekan harga BBM dalam negeri agar tetap pada level yang terjangkau untuk masyarakat kurang mampu. Namun, yang terjadi malah ketidak jelasan sasaran siapa yang harusnya berhak menerima subsidi itu sendiri. Harusnya terdapat indikator yang dapat di gunakan sebagai patokan yang berhak menikmati BBM bersubsidi. Karena subsidi yang ternyata juga dapat dinikmati oleh masyarakat tergolong mampu, menuai pikiran kritis dari berbagai kalangan termasuk para pemuda.
selengkapnya…

Menanti Ketegasan Pemerintah Terhadap Kaum Punya
Ditulis Oleh: Nahoras Simarmata
Tiap kali lewat SPBU acapkali kita harus menahan emosi. Bagaimana tidak, para pemilik kendaraan tanpa rasa bersalah meminumkan premium ke mobil mereka. Ini merupakan pandangan biasa dan sudah dilumrahkan di negeri ini. Memang akan salah dan terlalu sederhana jika kita menganggap semua pemilik mobil adalah kalangan mampu. Tapi akan lebih salah lagi jika kita membiarkan orang kaya menggunakan BBM bersubsidi ke mobil mereka yang berharga ratusan juta hingga milyaran rupiah. Ini sama dengan berdiam diri ketika melihat maling merampok rumah kita sendiri.
selengkapnya…

Sepotong Kue BBM
Ditulis Oleh: Ratna Hartiningtyas
Berkenaan dengan tema “Subsidi BBM untuk Siapa: Apa Kata Undang-undang dan Apa Katamu?” yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Subsidi BBM Hak Golongan Tidak Mampu, Itu Amanah UU” di www. darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju karena langkah pemerintah dalam “membagi kue subsidi BBM” ini sudah tepat. Berikut ini ceritanya.
selengkapnya…

Dilema Kebijakan Pemotongan Kuota Subsidi Bbm Terhadap Masyarakat Miskin
Ditulis Oleh: Jumanto Lailanding
Saya hendak memberikan suatu penyelarasan antara informasi dan fakta yang ada di kehidupan masyarakat indonesia , tema yang akan saya angkat dalam karya tulis ini mengenai tentang Dilema Kebijakan Pemotongan Kuota Subsidi BBM . Karena sampai saat ini , masi banyak elemen masyarakat yang belum tau pasti apa penyebaba sehingga paket kebijakan ini di keluarkan . Ayat (1) ; Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan, ayat (2); Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, ayat (3) menyebutkan ; Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, ayat (4), Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional dan ayat (5); Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
( Pasal 33 UUD 1945 )
selengkapnya…

Menurutku Subsidi BBM Hak Golongan Semua Orang
Ditulis Oleh: Aryanto Hadi Wicaksono
Kita akan berpikir sejenak atau sedikit merenung atau mempelajari mengapa Negara Venezuela harga BBM-nya murah ?. Apakah mungkin Negara Venezuela penghasil minyak bumi terbesar di dunia jadinya harga BBM-nya murah ?. Ternyata Negara Venezuela bukanlah penghasil minyak bumi terbesar di dunia, akan tetapi menurut http://www.unik.ws/2012/12/10-negara-penghasil-minyak-bumi.html bahwa Rusia adalah penghasil minyak bumi terbesar di dunia namun Negara Venezuela malah harga BBM-nya lebih murah dibandingkan Indonesia dan bahkan Rusia. Hal ini harus dipikirkan dan harus direnungkan.
selengkapnya…

Curahan Hati untuk Negeriku
Ditulis Oleh: Abid Mufthi Fauzi
Tema yang saya angkat yaitu Dhuafa perekonomian Indonesia. Problema ini merupakan salah satu akar dari masalah nasional, maka pembahasan saya lebih luas. Karena saya sangat ingin mengungkapkan curahan hati saya berkaitan dengan permasalahan negeri ini, secara lengkap. Tentunya masih dalam batas yang wajar. Saya mengamati segala aspek meliputi dari masalah sosial, ekonomi, politik, budaya, pendidikan juga agama. Saya tertarik untuk memberikan alternatif jawaban untuk kita semua. Demi memajukan bangsa Indonesia di kancah dunia. Walaupun ulasan saya masih terkesan spekulatif, tapi saya harap curahan hati ini sedikit memberi pencerahan untuk kita semua. Amin~
selengkapnya…

Comments are closed.