Kemassmediaan

Pers, Tumbuhkan Optimisme di tengah Isu Negatif Tanah Air
Ditulis Oleh: Wildan Syahrun Nahar
Pers masa kini memang lebih kritis, independen, dan obyektif. Isu-isu nasional diberitakan dengan porsi yang cukup untuk memberi informasi kepada masyarakat Indonesia tentang apa yang sedang menjadi pembicaraan publik saat itu. Berita politik, hukum, sosial, budaya dan bidang-bidang yang lain bergantian menjadi headline berbagai koran nasional maupun wilayah. Sejak reformasi digulirkan pers mempunyai peranan penting dalam mengawal setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Kritik, opini, dan pemikiran juga bebas disuarakan lewat pers untuk memantau jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada rakyat.
selengkapnya…

Turut Berperan Bersama Pers Mengawal Demokrasi
Ditulis Oleh: Novy Khusnul Khotimah
Pasca reformasi tahun 1998, Indonesia mengalami titik cerah yang sangat signifikan terutama dalam bidang pemberitaan. Setelah terhapusnya Departemen Penerangan dan terbitnya UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum. Pers bebas menjalankan funsinya secara optimal dalam menjaga kepentingan nasional. Perlu kita ketahui bahwa menurut UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 3 bahwa pers memiliki beberapa fungsi utama antara lain:
selengkapnya…

Pers Dan Sosial Masyarakat Indonesia
Ditulis Oleh: Tomy Rahmatwijaya
Sesuai dengan Undang-undang pers pasal 3 ayat 1 mengatakan bahwa, Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Dengan disahkannya UU Pers tersebut berarti pers dalam hal ini sudah menjadi lembaga yang disahkan oleh negara dan bertanggungjawab atas terciptanya masyarakat yang Indonesia yang sejahtera.
selengkapnya…

Addition Of Rules Pada Pasal 18 Uu Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 Dan Pasal 9 Uu Pers Nomor 40 Tahun 1999
Ditulis Oleh: Arina Rohmatul H.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai pers di Indonesia, terlebih dulu saya ingin menekankan bahwa dalam tulisan ini, saya tidak hanya akan mengulas tentang pers dalam bentuk media cetak saja, namun juga media elektronik, seperti televisi. Hal ini merujuk pada Pasal 1 ayat 1 dan 2 UU No 40 Tahun 1999 tentang pers. Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Sedangkan dalam Pasal 1 ayat 2 dijelaskan pula bahwa perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.
selengkapnya…

Pers dan Kepentingan Nasional
Ditulis Oleh: Wisnu Prasetyo Utomo
Ada beberapa hal yang mesti menjadi catatan tambahan untuk melengkapi artikel tersebut. Pandangan tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari reformasi 1998 yang memberi kita kebebasan pers sebagai pembuka keran informasi yang tertutup di era sebelumnya. Tulisan ini secara singkat akan melihat bagaimana kondisi pers saat ini dan kaitannya dengan kepentingan nasional. Kebebasan pers saat ini tidak sekadar memberikan ruang lebar kepada pers untuk memberitakan berbagai peristiwa yang ada.
selengkapnya…

Pers (Bukan) Menjaga Kepentingan Nasional
Ditulis Oleh: Detha Arya Swara Intifada
Secuil pertanyaan kecil muncul dipikiran, dimana pers ketika lapindo yang hingga kini masih menyemburkan lumpur panas. Isu tersebut hilang entah kemana dibawah angin. Semua masyarakat otomatis tahu dalangnya siapa, namun hanya satu stasiun televisi yang dengan tegas mengangkat terus menerus kasus tersebut. Itupun dikarenakan pemilik PT. Lapindo Brantas adalah lawan politiknya di peta nasional.
selengkapnya…

Peranan Pers, Kepentingan Nasional atau Pemilik Modal?
Ditulis Oleh: Danang Firmanto
Saat ini pun pers justru menyajikan berbagai bentuk kontroversi. Kita lihat saja berapa porsi publikasi yang mengarah ke dalam persatuan dan kesatuan dibanding dengan konflik yang cenderung bersifat destruktif. Pers kini mengalami degradasi dalam hal kualitas. Ditandai dengan munculnya berbagai media yang menyorot puluhan bahkan ratusan kasus di dalam negeri. Apa dampaknya? Perpecahan pun terjadi, bahkan saling tuding yang mengakibatkan media nasional carut marut. Bukankah sebaiknya menjaga kepentingan nasional bisa diwujudkan dari rubrik-rubrik media yang diterbitkan secara
persuasif terkait sikap nasionalis bangsa?
selengkapnya…

Peranan Pers dalam Menjaga Kepentingan Nasional
Ditulis Oleh: Anisyah Surya Andita
Hampir seluruh negara di dunia memiliki lembaga pers masing-masing, begitu pula dengan Indonesia. Dalam UU pers no 40 tahun 1999 yang dikutip oleh Wikipedia menyebutkan bahwa Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan meyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia. Oleh sebab itu, Pers memiliki peranan besar dalam membentuk opini masyarakat, berita-berita yang mereka tayangkan sangat berpengaruh kepada kepentingan nasional negara mereka.
selengkapnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>