Budaya Bangsa

Negara Cincin , Berkah Dan Bencana
Ditulis Oleh: Mohammad Verdiansyah
Indonesia adalah negara kepulauan, begitulah banyak orang yang mengatakan. Tetapi banyak orang juga tidak tahu akan kekayaan, kegunaan dan efek dari laut itu sendiri terhadap negara Indonesia. Kebanyakan orang hanya tahu laut Indonesia itu luas dan indah, namun tentunya dengan keindahan tersebut banyak juga ancaman-ancaman baik yang berupa gejala alam maupun kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia.
selengkapnya…

Budaya Sebagai Titik Awal Kebangkitan Generasi Muda
Ditulis Oleh : Ahmad Roqib
Warisan turun temurun yang diwariskan dari kasih sayang seorang Ibu untuk anak-anaknya generasi penerus di masa mendatang, sebuah budaya yang mencerminkan kepribadian Bangsa dengan ketelitiannya, proses yang panjang, dan ketekunanya membuat batik menjadi bagus, indah dipandang, dan nyaman dipakai dalam bentuk apapun dan itu adalah filosofi kehidupan bangsa kita dimana ratusan tahun dijajah namun dengan ketelitian, ketekunan, dan proses yang panjang akhirnya kita terbebas dari penjajahan, kita menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang berintegritas tinggi, bangsa yang diperhitungkan oleh bangsa bangsa lain filosofi itu diturunkan turun temurun oleh seorang Ibu tidak hanya pada batik namun pada ribuan budaya yang ada diseluruh Nusantara.
selengkapnya…

Mengembalikan Ingatan Tentang Kejayaan Bangsa Kita
Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman
Banyaknya tontonan yang menceritakan tentang kejayaan bangsa lain, terkadang tanpa sadar membuat kita merasa menjadi ‘bangsa kerdil’. Kita sangat akrab dengan suguhan kejayaan kesuperioran bangsa lain. Peradaban Yunani kuno dengan ajaran filsafatnya, Dinasti Cina dengan budaya dan strategi perangnya, Peradaban Barat dengan kemajuan teknologi perangnyadan serta peradaban lainnya. Kita merasa takjub dan silau akan pencapaian kemajuan bangsa-bangsa asing tersebut.
selengkapnya…

Keistimewaan Indonesia Dengan Segudang Misterinya
Ditulis Oleh: Siti Nurjanah
Mengenai piramida terbesar yang di temukan di Indonesia pun pernah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Didadasarkan pada penemuan bukti fisik struktur bebatuan piramida di balik bukit Lalakon kecamatan Soreang kabupaten Bandung. Bebabtuan tersebut tersusun rapi dengan kemiringan 30 derajat setelah digali tanah sedalam 1-4 meter. Namun masih terjadi pro dan kontra akan keberadaan bebatuan bersusun tersebut. Hal ini pun masih terkait akan misteri lain dari negeri seribu pulau ini yakni keberadaan atlantis yang konon berada di wilayah Asia tenggara, tak lain dan tak bukan adalan Indonesia.
selengkapnya…

Sudahkah Aku Dianggap Ada?
Ditulis Oleh: Mayang Larasati
Indonesia yang katanya merdeka saat 17 Agustus 1945, yang katanya merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.508 pulau, meliputi 34 provinsi dengan lebih dari 238 juta penduduk. Dibalik kebesarannya, sudahkah kita melihat kerapuhannya? Dr. Dianingsih hanya sebagian kecil dari sekian banyaknya anak manusia yang belum mampu memperjuangkan kemerdekaan ini. Pemerintah hanya sibuk membenahi kota agar indah di pandang mata. Kini menilik potret pendidikan anak Papua, anak-anak pedalaman Papua, hampir setiap hari harus menempuh jalan yang rapuh untuk sampai ke sekolah. Kita akan mengetahui medan mereka sangat berat. Ada suatu tempat bernama Kurulu, yang merupakan salah satu distrik dari Kabupaten Jayawijaya yang saat ini kondisinya cukup sulit untuk dijangkau. Jarak itu harus dilewati melalui jalan kaki sejauh enam hingga sepuluh kilometer. Sekolah masih merupakan bangunan yang langka disini, keberadaan beberapa sekolah dasar umumnya berlokasi di daerah yang cukup berkembang, tapi jauh dari perkampungan.
selengkapnya…

Geography Literacy Dalam Membangun Nasionalisme
Ditulis Oleh: Ricky P Ramadhan
Geography literacy adalah kesadaran dan pemahaman terhadap kondisi ruang sekitar yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, menentukan peran dan bagaimana kita memperlakukan alam. Pengertian tersebut sejalan dengan apa yang ditulis dalam National Geographic yang menyatakan bahwa geography literacy adalah pemahaman tentang manusia dan sistem alam, penalaran geografis dan pengambilan keputusan yang sistematis. geography literacy terdiri dari tiga komponen yaitu interaksi, interkoneksi dan implikasi. Ini adalah kemampuan untuk menggunakan pemahaman geografis dan penalaran untuk membuat keputusan yang luas.
selengkapnya…

Berkah atau Bencana? Sikap Kita yang Menentukan
Ditulis Oleh: Cahya Ramadona Putra
Kawan Kaum Muda Bicara Indonesia, bicara tentang Indonesia memang tidak ada habisnya. Cobalah untuk melihat peta Indonesia secara keseluruhan mulai dari pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua beserta pulau-pulau di sekitarnya. Jajaran pulau-pulau tersebut dirangkai dengan sangat indah oleh Sang Pencipta. Bandingkan dengan negara kepulauan lain, Indonesia-lah yang terlihat sangat istimewa. Tunggu dulu, keistimewaan itu tidak hanya pada covernya saja, namun lebih istimewa lagi di dalamnya. Hamparan alam hijau Indonesia diibaratkan bak Untaian Zamrud Khatulistiwa. Zamrud adalah batu permata (batu mulia) berwarna hijau. Tak hanya alamnya, Indonesia juga kaya akan ragam suku dan budayanya.
selengkapnya…

Cinta dan Bangga Budaya Sendiri Berarti Cinta Tanah Air
Ditulis oleh: Tuti Fisro’Ati
Batik adalah ekspresi budaya yang memiliki makna simbolis dan nilai estetika yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Warisan turun-temurun ini memiliki keunikan yang indah dan merupakan salah satu pembentuk karakter bangsa Indonesia yang membedakan kita dengan bangsa lain sehingga dapat menjadi identitas dan jati diri bangsa. Akhir tahun 2009 silam, batik Indonesia telah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonessia. Tentu saja menggembirakan sekaligus membanggakan bagi kita warganegara Indonesia.
selengkapnya…

Pesona Hidup Di Negeri Cincin Api??
Ditulis Oleh: Kadek
Menjadi tempat pertemuan 3 lempeng benua menjadikan Negara kita tercinta ini menjadi Negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia baik yang masih aktif atau tidak. Hal ini menyebabkan bencana letusan gunung berapi menjadi bencana yang paling rajin dihadapi bangsa Indonesia. Bahkan sekarang pun Gunung Sinabung masih menggemparkan dataran tinggi Karo dengan letusannya. Erupsi gunung berapi menyebabkan tanah Indonesia subur. Hal ini karena adanya kandungan mineral-mineral yang keluar dari perut bumi ketika letusan terjadi. Kesuburan tanah Indonesia tidak diragukan lagi. Seperti lirik lagu”…Tanah kita tanah surga, tongkat dan kayu, jadi tanaman…” saking suburnya, biar tongkat dan kayu yang hanya diletakkan di atas tanah tanpa dirawat pun bisa jadi tanaman. Anehnya, meski Indonesia yang sempat menjadi lumbung padinya ASEAN, sekarang Indonesia menjadi salah satu Negara pengimport beras dan buah. Kenapa? Apakah tanah Indonesia tidak lagi surga? Sudah nerakakah? Selain itu, karena letusan gunung berapi ribuan bahkan jutaan tahun lalu yang memuntahkan berbagai material isi perut bumi ketika letusan menyebabkan Indonesia menjadi kaya dengan tambang. Material seperti pasir, Kristal yang terbawa oleh aliran lava pastilah sangat bermanfaat untuk masyarakat kita.
selengkapnya…

Ada Banyak Modal Sejarah dan Budaya untuk Bangsa Kita Berjaya
Ditulis Oleh: Nazri Zuliansyah
Sejarah dan budaya di negeri ini sangat banyak sekali. Beribu-ribu malah. Hanya saja, kita terlalu menimbang-nimbang sebesar apa warisan itu di mata muda kelak. Sedikit lepas dari pesan (artikel) ‘Batik dan Kasih Ibu’, kita punya sejarah perjuangan yang cukup patut dibanggakan, lalu mengapa sekarang keringat itu seolah hanya kisah dongeng belaka? Terlebih menyakitkan, banyak dari darah bangsa kita yang justru mengabadikan dongeng menjadi sejarah. Dengan kata lain, sejarah menjadi dongeng, sedangkan dongeng malah diabadikan sebagai sejarah. Sebagai contoh, drama roh bergentayangan moral lebih populer, daripada tumpahnya darah pengorbanan Teuku Umar di Aceh.
selengkapnya…

Dua Sisi Negeri Cincin Api
Ditulis Oleh: Muhammad Arifin
Penulis mengajak pembaca menggambarkan bagaimana keadaan negeri cincin api itu. Bayangkanlah sebuah negeri di mana lempeng-lempeng tektonik saling bertaut dan berpotensi untuk saling bertumbukan tiap saat. Bayangkan pula sebuah negeri dengan rangkaian vulkanik yang membingkai negeri tersebut yang dapat saja membatukkan isinya kapan pun. Di negeri tersebut bencana alam begitu rentan terjadi, bukan?. Kawan, negeri yang sedang kalian bayangkan itu sejatinya adalah negeri dimana kaki kita sedang berpijak saat ini, Indonesia.
selengkapnya…

Negeri Kolam Susu
Ditulis oleh: Agnas Setiawan
Masih ingatkah kamu tentang lirik lagu band Legendaris Indonesia Koes Ploes di atas?, saya yakin jika anda penggemar berat Koes Ploes pastinya hafal lirik sederhana tersebut. Lalu apa makna yang tersirat dari penggalan lirik tersebut?apakah kita sebagai masyarakat yang hidup di atas tanah pertiwi ini mengerti tentang maksud tanah surga ini?. Daripada kita berdebat mengadu urat leher tanpa solusi di akhir alias NATO (No Action Talk Only), mendingan kita perkaya pengetahuan tentang kondisi geografis Indonesia. Tulisan pendek ini diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai menakjubkannya negeri kita ini dan bagaimana seharusnya kita sebagai penghuni negeri tersebut mengoptimalkan sumberdaya tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebetulnya penggalan lirik lagu Koes Plus di atas dapat dijelaskan berdasarkan fakta ilmiah.
selengkapnya…

Luntur Budayaku – Luntur Sikapku
Ditulis Oleh: Sahala Wahyu Wardana
Dalam sebuah sejarah dari pedesaanku terdengar suatu budaya yang indah, dari bermacam-macam sumber cerita mengantarkanku untuk membacanya dan mempelajarinya. Mungkin itu hanya mitos tapi ada pula yang mengatakan itu benar dan nyata karena terdapat suatu peninggalan arkeolog yaitu sebuah batu yang mirip didalam cerita atau legenda desa tempat tinggalku yaitu batu lumpang dan kini desaku disebut Nglumpang itu hanyalah sedikit cerita dari tempat tinggalku, Salah satu yang dominan dari daerahku yaitu seni reyog karena sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas tapi kita perlu tahu untuk membuat seni dalam reyog menancap dalam hati masyarakat tidaklah mudah karena yang terpikir oleh masyarakat sekitar, reyog selalu diiringi oleh kerusuhan karena ada orang yang mabuk dalam pertunjukan, sebenarnya itu adalah penyimpangan yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab yang ingin memainkan reyog tapi menyelewengkan hasil paduan seni yang indah dalam reyog.
selengkapnya…

Kaum Muda Bicara Indonesia
Ditulis oleh: Jamil Sunika Nur Laili
Indonesia memang bukan negeri maju, karena itu ia butuh kita bukan?
Entah apa motivasi para pemuja negeri asing, bisa saja karena pasrah, malu pada negeri sendiri, mau pindah warga negara, atau mungkin update perkembangan jaman.
Seorang teman yang berasal dari singapore kebetulan berjumpa dengan saya di sebuah komunitas sosial anak-anak jalanan. Percakapan singkat antara saya dan dia membahas kenapa ia mau menjadi relawan “dua hari” di sebuah komunitas sosial kolong jembatan, ternyata mendapat jawaban yang cukup membuat hati saya berteriak miris, jawabannya: “selama seminggu saya di Indonesia, saya belajar banyak hal dari sini, tidak ada yang bisa saya tinggalkan sebagai kenangan ucapan terima kasih saya atas semua pelajaran dan sambutan-sambutan hangat kalian kecuali ini.”
selengkapnya…

Negeri Cincin Api : Berkah atau Bencana ?
Ditulis oleh: Husna Widyastuti
Dimulai dari seputar di temukannya piramida yang lebih dikenal dengan nama Bukit Lalakon tersebut. Dari saya sendiri, saya baru mengetahui berita ini belum lama dari saya membaca artikl tersebut. Sebelum menulis artikel ini saya sempat menanyai beberapa teman saya di sekolah dan jawabnya ternyata mereka sendiri juga baru mengetahuinya dari pertanyaan saya, selain ini saya mendapatkan kabar ini pun dari internet sedangkan media massa seperti TV ataupun Koran kelihatannya masih belum memuatnya. Dari sini dapat disimnpulkan bahwa penyebaran berita di lingkungan dalam Negeri sendiri sangatlah lamban. Padahal kasus ini terjadi di Negara sendiri, paling tidak kita bisa menegetahui berita semacam ini melalui jaringan internet padahal tidak semua lapisan masyarakat di Indonesia dapat tersambung dengan internet. Payahnya lagi, dewasa ini kebanyakan dari kalangan baik anak – anak sampai dewasa menggunakan internet hanya untuk media social sampai game. Hal ini jelas mempengaruhi pengetahuan bangsa Indonesia, apa jadinya Indonesia nanti jika mereka sendiri bahkan tidak tau kekayaan Negerinya. Hal ini akan jadi parah ketika nantinya kekayaan alam Indonesia seperti ini dikuasai warga negara lain sehingga rakyat pribumi hanya sebagai pekerja yang upahnya tak seberapa yang pada dampak berkepanjangan nantinya, masyarakat hanya akan menyalahkan pemerintah yang tidak tanggap. Padahal hal – hal semacam ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah justru rakyat atau penduduk setempat lah yang tanggap dan segera mengajukan atau memulai bisnis nya dengan hal semacam ini dengan catatan tidak ada perusakan lingkungan, justru pemeliharaan lingkungan, barulah mendangkan rezeki dan membantu perekonomian warga, dengan begitu jadilah berkah kekayaan alam Indonesia bagi bangsa Indonesia
selengkapnya…

Local Genius Kemaritiman Negara Kepulauan yang Hilang, Meyongsong Kemandirian Bangsa melaui Budaya Maritim
Ditulis Oleh: Stephanus Ony
Budaya maritim Bangsa Indonesia pada masa dahulu yakni mulai dari masa Hindu-Buddha hingga masa islam , Kerajaan-kerajaan di Nusantara sangat memajukan maritim mereka, hal ini dapat kita lihat perjalanan sejarah mulai dari Kutai yang memiliki angkatan laut yang sangat kuat , bukti sejarah lain adalah Kerajaan Tarumanegara yang berhasil menjalin hubungan dengan kekaisaran China dan telah sukses dalam proses perdagangan dengan negara Tirai bambu tersebut, Tarumanegara juga mampu mengekspor hasil-hasil laut yang masa itu mampu mensejahterakan rakyatnya. Besarnya pengaruh maritim pada masa dahulu benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat pada masa itu. Sriwijaya, siapa yang tak kenal dengan Kerajaan yang pernah berjaya dengan budaya maritimnya di Nusantara bahkan di Asia Tenggara, dikisahkan dalam Buku “ Sejarah Nasional Indonesia Jilid II ” bahwa Sriwijaya memiliki kejayaan yang luar biasa, bahkan menjadi pusat perdagangan, karena pada masa itu Sriwijaya sangat menjamin Keamanan para pedagang yang datang ke Sriwijaya, Sriwijaya pada masa itu bisa disebut sebagai “Security” dan “bandar” dagang yang sangat besar dan kuat , memiliki beribu-ribu pasukan angkatan laut dan kapal-kapal perang, setelah Sriwijaya kita juga memiliki Majapahit yang juga menyatukan seluruh Nusantara dibawah Majapahit melalui serbuan angkatan laut, dan yang menakjubkan adalah Kerajaan Majapahit mampu memukul mundur pasukan Kubilai Khan yang terkenal dengan kekuataannya, dan masih banyak lagi Kerajaan-kerajaan nusantara yang mampu berjaya melalui budaya maritimnya seperti Aceh dengan penyerangan terhadap portugis dimalaka, Demak dengan Penyerbuan terhadap portugis di Selat Malaka oleh Pati unus, Goa-Tallo, Ternate –Tidore, Kerajaan Bali dengan “ Hak Tawan Karang”, dan masih banyakm lagi sejarah kejayaan masa lampau dari rakyat Kerajaan-kerajaan di Nusantara.
selengkapnya…

Negeri Cincin Api: Negeri Surga di Balik Neraka
Ditulis Oleh: Sofiyatun
etika mendapati kenyataan bahwa Indonesia berada di jalur gugusan gunung berapi Asia Pasifik (Cincin Api), sehingga mengakibatkan negeri ini berkali-kali menjadi korban muntahan lumpur dan debu panas. Ketika mendapati kenyataan bahwa Indonesia juga berada pada titik pertemuan tiga lempeng dunia, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia yang menyebabkan negeri ini rawan akan bencana gempa. Apakah kemudian kita harus meratapinya? Apakah lantas menyalahkan Tuhan atas anugerah tanah di lokasi sumber derita?Jawabannya ada pada diri masing-masing! Namun seharusnya semua menjawab: TIDAK! Mengapa? Mari sama-sama kita telusuri dari awal.
selengkapnya…

Dari Negeri 1001 Bencana Menuju Negeri 1001 Berkah
Ditulis Oleh: Syuraswati Muhiddin
Di Nusantara inilah tempat satu-satunya di dunia pertemuan tiga lempeng benua sehingga terbentuklah rangkaian gunung api aktif yang terbanyak di dunia. Kekayaan bahan tambang dan mineral serta kesuburan tanah dan rempah-rempah saat ini justru terbentuk setelah terjadinya letusan-letusan gunung api tersebut. Selain itu, ada kekhasan Nusantara lainnya yang perlu kita sadari. Nusantara ini adalah gugusan kepulauan terbesar di dunia (the biggest archipelago in the world). Di sinilah tempat terjadinya 3 dari 5 letusan gunung terbesar yang pernah terjadi di dunia (Gunung Toba, Krakatau, Tambora, Yellow Stone dan Vicivius). Ahli geologi Brazil, Profesor Santos menyatakan letusan super besar gunung Toba (76 ribuan tahun lalu) adalah yang terbesar dalam sejarah dan membuat bumi memasuki zaman es. Sehingga satu-satunya tempat berkembangnya peradaban nenek moyang manusia paling maju hanya dapat terjadi di suatu tempat di Hindia Timur, area khatulistiwa yang hangat tidak ditutupi es di Nusantara ini. Hal inilah yang mendorong dugaan Profesor Santos bahwa Indonesia merupakan the Lost Atlantic, negeri Antalatis yang hilang.
selengkapnya…

Punyakah Kita Modal Sejarah dan Budaya untuk Bangsa Kita Berjaya?
Ditulis Oleh: Karyati
Bahwasannya seperti yang kita ketahui bersama. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini merupakan Negara bekas jajahan dari Portugis, Spayol, Belanda, Inggris, dan Jepang. Hasil penjajahan dari lima Negara itu, meninggalkan berbagai macam jasa pembangunan antara lain jalan, jembatan, perkebunan, pabrik, rel kereta api, saluran irigrasi, dan beberapa fasilitas lain. Komponen bangunan yang ada diseluruh wilayah belahan Indonesia yang mayoritas dari hasil penjajahan Belanda, tidak hanya sebagai kenangan bagi bangsa saja. Melainkan, menjadi modal dasar bangsa yang dititipkan kepada kita sebagai generasi penerus kemerdekaan. Pernyataan ini mutlak sekali untuk kita nyakini. Kemudian sebagai pemegang amanat. Setiap manusia Indonesia berhak menjaga, melestarikan, memperkenalkan, dan ujuk gigi terhadap modal yang telah dititipkan itu.
selengkapnya…

Batik Sebagai Budaya Bangsa Dan Warisan Dunia
Ditulis Oleh: Ahmad Sauqi Sumbawi
Pada konteks global, keberadaan batik sebagai konstruksi budaya asli Indonesia dinisbatkan pada pengakuan UNESCO (United Nations Educational Scientific Cultural Organization) dalam sidang yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, tanggal 28 Oktober 2009, dimana batik ditetapkan sebagai warisan dunia pada kategori Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Benda). Menurut UNESCO, batik bukan hanya menunjuk pada ekspresi seni dan budaya yang mencakup teknik, teknologi, serta pengembangan kreativitas, tetapi juga merupakan filosofi hidup bangsa Indonesia secara umum.
selengkapnya…

Batik yang Semakin Fenomenal
Ditulis Oleh: Ana Puji Lestari
(Dalam id.wikipedia.org/wiki/Batik) Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu, batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif – motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kebudayaan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (materpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 oktober, 2009. Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa : “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Batik ada Di mana – mana.
selengkapnya…

Gunung Berapi yang Selalu Menghidupkan
Ditulis Oleh: Yohanes Yoga Laksono
Seperti biasa, hal yang terpikirkan oleh seorang mahasiswa semester akhir seperti saya adalah skripsi yang tidak kunjung selesai. Bahkan terkadang stres melanda otak seukuran setengah bola voli. Belum lagi hiruk pikuk partai politik dan kongsi-kongsinya yang membuat saya berpikir apa jadinya Indonesia nantinya. Tidak bisa membayangkan kalau negeri ini jatuh pada orang yang salah. Tentu kali ini saya tidak akan golput seperti tahun 2009 lalu. Sayangnya saya tidak bisa memilih, karena harus kuliah diluar provinsi.
selengkapnya…

Merajut Indonesia yang Kokoh tanpa Korupsi
Ditulis Oleh: Miftahol Arifin
Bagi Indonesia, korupsi bukan lagi masalah yang sepele. Menurut Darwin Zahedy Saleh dalam artikelnya “korupsi masalah strategis bangsa” di www.darwinsaleh.com, korupsi sudah menjadi masalah utama bagi Indonesia saat ini. Kita bisa lihat belakangan ini, praktik korupsi seolah beranak-pinak. Mulai dari kasus Wisma Atlet dan Hambalang, korupsi dana pengadaan Al-Qur’an di Kemenag, korupsi dana pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri, kasus kuota impor daging di Kemenag, korupsi dana pendidikan di Kemendikbud, kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi hingga kasus paling mutakhir yakni kasus korupsi Gubernur Banten.
selengkapnya…

Budaya Menunjukkan Bangsa
Ditulis Okeh: Aditya Agung Mustaqim
Batik memiliki historis yang panjang, nilai seni yang tinggi bahkan kaum minoritaslah yang memahami esensi dan nilai yang terkandung didalamnya. Seperti saya pribadi, ketika kecil saya tidak menyukai batik karena nilai mistis yang terkandung, tampak kuno dan jadul. Dan ketika saya mulai belajar seni, memahami seni, mengagumi seni negeri orang. Saya baru sadar dengan hasil karya nusantara kita ini.
selengkapnya…

Merogoh Kemegahan Ragam Batik Vorstenlanden Dalam Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta
Ditulis Oleh: Dian Nisita Puspasari
Kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga karena memiliki batik sebagai salah satu kekayaan budaya seni kita. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa sejak tahun 1994, batik telah dikenal oleh pemimpin dunia dari berbagai negara. Popularitas kain batik di mancanegara tidak terlepas dari campur tangan para seniman batik Indonesia, salah satunya Iwan Tirta. Semasa hidup, Iwan Tirta telah berhasil memperkenalkan batik Indonesia melalui busana yang mengagumkan ke penjuru dunia. Penulis setuju dengan pesan dalam artikel Bangga dengan Batik tersebut bahwa perjuangan Iwan Tirta dan seniman batik Indonesia lainnya tidak boleh berhenti di akhir hayat mereka. Perjuangan mereka untuk memperkenalkan karya seni Indonesia di kancah internasional harus terus berjalan meskipun para seniman tersebut telah tiada.
selengkapnya…

Bencana Bukan Sekedar Musibah, Tetapi Sebuah Anugerah Studi Pembelajaran: Gunung Merapi, Yogyakarta
Ditulis Oleh: Osmar Shalih
Istilah “bencana bukan selalu dipandang sebagai musibah, tetapi juga merupakan sebuah anugrah”, merupakan gagasan dari tulisan ini. Disadari bahwa Indonesia secara geografis terletak pada “ring of fire” atau dikenal sebagai lingkaran api pasifik. Konsekuensi dari wilayah tersebut, yaitu sering mengalami kejadian gempa bumi, serta aktivitas gunung berapi.
selengkapnya…

Batik… Persembahan Indonesia Untuk Dunia
Ditulis Oleh: Anita Retno Mulat
Sahabat, berbicara tentang Indonesia pasti tidak akan pernah ada habisnya, terlebih dengan segala keanekaragaman budaya yang dimilikinya. Untuk itu rasa-rasanya tidak mengherankan bahwa generasi muda patut berbangga. Mengapa demikian? Karena negeri kita ini memiliki beragam warisan budaya yang menjamur dari Sabang sampai Merauke di 34 provinsi yang ada. Kebudayaan daerah ini biasanya diwujudkan dalam rumah adat, pakaian adat, tarian daerah, lagu daerah, musik, makanan hingga berbagai macam seni baik berupa gambar, patung, suara serta sastra atau bahasa.
selengkapnya…

Batik Di Kalangan Anak Muda
Ditulis Oleh: Geti Oktaria Pulungan
Mengapa kita tidak percaya diri terhadap keunikan budaya bangsa? Hal ini dapat terlihat dari beberapa fenomena. Saat ini yang sedang populer adalah pakaian impor dari luar Indonesia. Sementara itu anak muda cenderung mengikuti perkembangan dengan menjadi pelanggan setianya. Jika satu yang memakai, maka akan cepat menjamur kepada yang lainnya. Hampir semua mengikutinya, terkadang tanpa memikirkan keserasian terhadap diri sendiri. Adakalanya pakaian tersebut tidak sesuai dengan bangsa kita. Namun, jika tidak mengikuti mode maka dikatakan tidak modis.
selengkapnya…

Aset Bangsa yang Tersamarkan
Ditulis Oleh: Prabowo Hanifianto
Menurut penulis pribadi, sejarah dan kebudayaan adalah aset utama dan berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Kita dikenal oleh bangsa-bangsa lain dengan keragaman budaya serta prestasi yang telah dilakukan oleh leluhur-leluhur kita. Jika kita menilik sejarah bangsa Indonesia dari zaman pertama kalinya ditemukan bukti tertulis, tentunya kita akan menemui gambaran-gambaran tentang kerajaan-kerajaan masa lampau yang telah berdiri megah di bumi Nusantara ini. Kerajaan-kerajaan tersebut memiliki andil yang besar pada zamannya masing-masing dengan sepak terjangnya yang juga cukup beragam. Mulai dari Kerajaan Sriwijaya yang menjadi pusat perniagaan dan perekonomian laut di wilayah barat nusantara, menemukan daerah Tumasik dan kemudian mengganti namanya dengan Singapura, yang ironisnya saat ini malah menjadi negara lebih maju daripada negara kita sekarang, Kerajaan Kediri yang termahsyur akan karya sastranya yang bahkan telah merambah ke seantero Asia Tenggara berupa ceritera Panji (semacam hikayat yang fokus ceritanya pada kisah cinta antara Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji), hingga yang paling terkenal ialah Kerajaan Majapahit, dengan sumpah dari seorang Mahapatihnya bernama Gajah Mada yang berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara. Sumpah tersebut ialah sumpah Palapa, yang tertulis dalam Pararaton sebagai berikut:
selengkapnya…

Berkah, Jika Tidak Sebatas Misteri
Ditulis Oleh: ridwan Mochtar
Korelasi antara temuan struktur yang menyerupai piramida di Bukit Lalakon, Kec. Soreang, Kab. Bandung dengan Atlantis yang hilang masih sebatas misteri sejarah. Tidak lebih. Untuk itu diperlukan penelitian lebih mendalam guna memastikan validitasnya. Sebab kejadian yang sama juga pernah terjadi di Kepulauan Bihimi. Ditemukan sebuah Piramida dengan panjang 300 meter dan tinggi 200 meter dibawah dasar laut. Sehingga memunculkan spekulasi bahwa disitulah lokasi atlantis yang hilang. Namun hingga saat ini tidak terbukti keakuratannya. Sebab jika hanya piramida, maka jelas Mesir lebih populer. Meski demikian, dibanding dengan Kepulauan Bihimi, kita telah ditunjang dengan beberapa penelitian ilmiah yang pernah dilakukan. Salah satunya dari peneliti asal Brazil, Prof. Arysio Santos. Dalam bukunya : “Atlantis, The Lost Continent Has Finally Found”, ia mengemukakan bahwa atlantis yang hilang letaknya di Nusantara (Sunda Land). Salah satu diungkapkan adalah meletusnya beberapa gunung berapi secara bersamaan di Indonesia puluhan ribu tahun lalu. Sehingga menyebabkan lapisan es di kutub utara mencair yang mengakibatkan banjir bah di Sunda Land.
selengkapnya…

Negeri Cincin Api: Jadikan Berkah, Bukan Bencana
Ditulis Oleh: Rama Shidqi Pratama
Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentang luas, mencakup wilayah benua Asia hingga benua Australia. Data terbaru dari Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (Timnas PNR) yang diperkuat oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) menunjukkan, Indonesia memiliki 13.466 pulau yang mencakup Pulau Rondo (pulau terbarat Indonesia) hingga Kota Merauke di Papua. Selain itu, wilayah NKRI memiliki luas 1.904.569 km2, yang bila ditumpagkan ke atas benua Eropa panjangnya dapat mencakup Inggris di barat hingga Laut Kaspia di timur.
selengkapnya…

Harapan Di Balik Tembok Pesantren
Ditulis Oleh: Athi Suqya
Pesantren merupakan lembaga keagamaan tertua yang bahkan sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Memang tidak ada kejelasan mengenai siapa pendiri pertama pesantren, yang kemudian meluas di seluruh Jawa, bahkan hingga ke seluruh Nusantara. Namun menurut Lembaga Research Islam (Pesantren Luhur), bahwa Maulana Malik Ibrahim-lah peletak dasar pertama sendi-sendi pesantren, sedangkan Sunan Ampel sebagai wali pembina pertama di Jawa Timur (Mujamil Qomar, 2009).
selengkapnya…

Comments are closed.