Mereka bangga pada Presidennya, di laut kita akan Jaya

Sahabat, ada berita menarik. Sudah lihat foto kapal ikan Vietnam dibakar di perairan Indonesia? Kemarin perintah tegas sudah dikeluarkn Presiden RI: tenggelamkan 3 kapal pencuri ikan yang tertangkap! Sambil makan siang ikan panggang di akhir minggu ini, dengan bersemangat istri saya cerita tentang laporan staf kami perihal tersebut di atas, yang dibacanya di internet. Dikhabarkan bahwa pasca langkah tegas dan progresif pemerintahan baru, Bandar-bandar ikan kita dengan rasa syukur menunjukkan freezer-freezernya yang penuh dengan bermacam ikan. Dulu-dulu, saat bulan begini justru adalah masa ‘paceklik ikan’. Mulai bisa kita rasakan, dulu paceklik dimaksud boleh jadi ada kausalitasnya dengan maraknya pencurian ikan oleh nelayan asing yang belum tuntas tertangani. Belum lagi 60 hari pemerintahan, elemen-elemen rakyat kita di lapisan bawah sudah menyambut dengan bangga hasil demokrasi kita bersama. Kita jadi teringat Gus Dur, adalah Gus Dur yang di masa kita ini secara strategis menstrukturkan ke dalam birokrasi resmi RI tentang pentingnya laut, ditandai dengan berdirinya Kementerian Kelautan. Gus Dur tanggap, dengan arief mau mendengar aspek strategis laut bagi Indonesia dari seorang besar sekalipun marginal karena politik: Pramudya Ananta Toer. Indonesia, dengan lautnya, memang negeri ke 7 terluas di dunia; niscaya sepadan untuk beri makan populasi ke 4 terbanyak di dunia ini. Tetapi bila tanpa lautnya, Indonesia hanya negeri terluas ke 15 setelah Argentina, India ataupun Saudi. Sudah terlalu lama kita memunggungi laut dalam kehidupan kita berbangsa kata Jokowi. Salam Indonesia

Comments are closed.