Film Truman mengingatkan kita pada Pak SBY dan Bu Ani

Ada ketegangan berlangsung, ketika sang presiden terpilih dan ibu negara yg baru tidak berkenan turun dari mobil, untuk minum teh bersama sang presiden yang sedang menjabat dan ibu negara. Ketika itu, 20 Januari 1953, Jendral D.Eisenhower tidak mau masuk ke Gedung Putih sebelum disumpah. Padahal, menurut tradisinya, kedua presiden duduk2 minum teh dulu, utk brsama2 berangkat ke acara pelantikan presiden. Syukurlah, rasa marah Harry Truman, sang presiden, reda; disejukkan gamitan tangan Bess Truman, ibu negara, sang teman hidupnya selama 40 thn. Saat mudik, rasa sepi menyergap Truman dan Bess, tidak ada iringan, tidak ada pampres. Namun, sambutan warga di stasiun, tua-muda hingga kanak2, membuat bunga2 hati Truman dan istri bersemi kembali. Sahabat, lain cerita di Indonesia. Sudah 40 hari Pak SBY dan Ibu Ani melangkah tampak punggung, kian jauh dari tgl 20 Oktober lalu. Di Istana Merdeka, di tanah air kita, suasana kompak dan sambutan hangat meliputi kedua pasang presiden baru kita ketika itu.Tidak ada ketegangan saat minum teh. Melihat film Truman meninggalkan Gedung Putih, mengingatkan kita pada Pak SBY dan Bu Ani. Kangen rasanya… Semoga Allah membalas budi baik dan amal bhakti Pak SBY dan Ibu. Semoga Indonesia senantiasa diberkahiNya. Salam Indonesia

Comments are closed.