Jokowi Effect

Date: 11/04/2014

Sahabat, bertukar pikiran dan menyimpulkan dengan jernih suatu permasalahan memang perlu jujur dan tidak gegabah. Setelah kenyang menggedor-gedor pintu kesadaran PDIP agar rela mencapreskan Jokowi, pasca Pileg, media kini memperbesar soal Jokowi efek yang dianggap gagal terjadi. Padahal, istilah Jokowi efek itu lahir dan diada-adakan oleh reka-rekaan kita juga yang mengait-ngaitkan Pilpres atau Capres dengan Pileg, berdasarkan hasil lembaga survei. Para elit termasuk pemred dan peneliti dunia politik perlu lebih arief mengomentari, agar rakyat tidak bingung dan terbawa sehingga meragukan capres-capres yang ada. Kiranya lebih baik kalau fenomena yang berbeda kontras dengan perkiraan hasil survei lembaga terpercaya dibahas dengan lebih berkualitas dan dibawakan oleh anchor atau redaksi senior dengan kupasan yang berkualitas dan memperkaya wawasan kita. Sungguh besar efek media televisi bagi pemirsanya, tetapi belum cukup dalam pertimbangan mendayagunakan prime-time bagi pembelajaran masyarakat. Di negara maju, soal semacam ini dibahas oleh wartawan senior dan peneliti politik yang memiliki jam terbang tinggi. Tetapi, di televisi kita, dibawakan dan dibahas kadang oleh pembawa acara dan peneliti yang bahkan belum mengudara dalam Pemilu lalu. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>