Mengurai Kesalahan Pembangunan Ekonomi

Mon, 16/12/2013 – 14:08 WIB
Sumber: Website Rima News

Buku berjudul Potret Dhuafa Perekonomian Indonesia dalam Statistik, Ide dan Terapan merupakan karya Dr. Darwin Zahedy Saleh, mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Buku ini merupakan hasil pemikiran sekaligus kritikan beliau terhadap pembangunan ekonomi yang hingga saat ini belum dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia terutama rakyat kecil. Makin banyaknya rakyat miskin atau kaum dhuafa menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi kita belum sepenuhnya berpihak pada rakyat kecil. Sejatinya kesejahteraan ekonomi harus dinikmati oleh seluruh warga negara baik yang kaya maupun yang miskin.

Kesejahteraan adalah hak rakyat, golongan mampu maupun yang tidak mampu. Untuk mencapai kesejahteraan bersama, segenap rakyat harus diikutsertakan dalam pembangunan dan tidak dapat hanya bertumpu pada sebagian kelompok masyarakat saja. Proses pembangunan yang lebih merata akan mampu meningkatkan kapasitas produktif rakyat sehingga pada gilirannya pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dapat lebih maksimal. Di lain pihak, pembangunan yang tidak melibatkan rakyat secara keseluruhan akan terkendala. Membiarkan adanya sebagaian rakyat yang tertinggal sama saja dengan menyia-nyiakan potensi pembangunan bangsa (hlm 3).

Ketidakadilan atau ketidakmerataan ekonomi sangat bertentangan dengan sistem perekonomian Indonesia yang demokratis. Sebagaimana disebutkan dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945, bahwa dalam demokrasi ekonomi kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebuah perekonomian seharusnya menjunjung tinggi asas-asas demokrasi, di mana memberikan peluang dan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Fakta kemiskinan yang terus membelenggu rakyat kecil menunjukkan masih mahalnya demokrasi ekonomi bagi rakyat, sehingga sebagian besar aktivitas ekonomi masih didominasi pemilik modal dan menyisakan hanya sedikit ruang bagi rakyat secara keseluruhan.
Hal ini juga diperparah dengan posisi pemerintah yang belum secara maksimal mampu mengalokasikan sumber daya ekonomi secara adil kepada seluruh pelaku ekonomi. Bahkan yang kerap terjadi adalah kalahnya pemerintah terhadap tekanan dan permintaan para pemilik modal, sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak hanya kepada segelintir orang, dan menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi sebagian besar rakyat, seperti bertambahnya kaum dhuafa di tengah-tengah kita.

Keberadaan kaum dhuafa dalam suatu bangsa mencerminkan pembangunan yang kurang berjalan baik. Jika jumlah dan proporsi dhuafa terus membesar meski pertumbuhan meningkat, tandanya ada kesalahan dalam proses pembangunan. Dahulu pembangunan memang pernah secara sempit diukur hanya dari angka-angka pertumbuhan ekonomi. Namun, fokus tersebut bergeser, pembangunan dipandang sebagai proses yang multidimensi. Orang semakin realistis dalam memandang pembangunan karena yang lebih penting bukan pertumbuhan ekonomi itu sendiri, melainkan apa dampak pada penurunan angka kemiskinan, kesenjangan dan pengangguran (hlm 217).

Sudah jelas, kesalahan dalam proses pembangunan ekonomi pada gilirannya hanya akan melahirkan kaum dhuafa baru, kesenjangan semakin melebar dan pengangguran juga akan meningkat. Di sinilah perlunya optimalisasi peran pemerintah dalam merespons berbagai ketimpangan ekonomi yang diakibatkan oleh kesalahan dalam proses pembangunan ekonomi itu sendiri. Apalagi sudah jelas butir-butir tujuan nasional sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945 yang antara lain adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Buku ini sangat menarik untuk kita kaji lebih jauh, karena di dalamnya memaparkan berbagai persoalan ekonomi yang menimpa saudara kita (kaum dhuafa). Selain itu, penulis juga menawarkan solusi bagaimana ke depan pembangunan ekonomi di negeri ini benar-benar dirasakan oleh segenap rakyat Indonesia sesuai dengan tujuan didirikannya bangsa ini.

_______________________________
Judul : Potret Dhuafa Perekonomian Indonesia dalam Statistik, Ide dan Terapan
Penulis : Dr. Darwin Zahedy Saleh
Penerbit : Expose
Terbit : November 2013
Tebal : xix+452 halaman
ISBN : 978-602-7829-18-3
Peresensi : Herman, Pendiri Rumah Literasi Indonesia (RuLinDO)

Sumber: http://www.rimanews.com/read/20131216/131901/mengurai-kesalahan-pembangunan-ekonomi

Comments are closed.