Buku Potret Dhuafa Perekonomian Indonesia

Date: 10/11/2013

Sahabat, apakah merasakan jalan-jalan kian sumpek, motor seliweran, ketika kita meninggalkan rumah untuk beraktivitas? Memang, dalam 9 tahun terakhir jumlah mobil bertambah 2,5 kali dan motor 3,3 kali lipat, perusahaan angkutan umum banyak yang bangkrut, subsidi BBM membengkak tidak karu-karuan. Negara atau pemerintah gagal? Nggak jugalah, tidak seburuk itu. Selama periode itu, ekonomi tumbuh, angka pengangguran dan kemiskinan turun.Tetapi, selama periode tersebut diam-diam memang indikator ketimpangan pendapatan memburuk, jumlah absolut pekerja sektor informal malah naik, termasuk PKL, ojek dan lain sebagainya. Apa saja fakta di sekitar yang tidak kita ketahui? Ada sebuah buku yang baru terbit, POTRET DHUAFA PEREKONOMIAN INDONESIA. Dari foto-foto, angka statistik dan ulasan hasil wawancara se-Indonesia, ternyata mereka yang menurut BPS tidak digolongkn miskin, atau berpendapatan di atas upah minimum, jelas secara kasat mata adalah kaum dhuafa yang hidup dalam kesulitan, banting tulang sejak subuh hingga larut malam dan 7 hari seminggu. Di buku itu ada juga kisah kegiatan CSR perusahaan Chevron, Berau, KPC, RAPP, Freeport, Rajawali grup dan lain sebagainya; kisah program prorakyat sejak zaman Bung Karno hingga SBY. Ada pula kisah inspiratif dari kegiatan amal orang-orang kaya dan tokoh masyarakat di DN dan LN, termasuk kisah pilu ketidakadiln energi dalam APBN, disertai angka-angka statistiknya. Mohon berkenan bila ada kelebihan waktu dan dana, sempatkan beli buku seharga Rp75 ribu itu, yang segera diterbitkan akhir November 2013 ini. Insyaallah hasilnya akan membantu kami menerbitkan buku-buku lainnya. Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>