Negara Harus Menjangkau Seluruh Rakyat

Date: 20/05/2013

Sahabat, terbayangkah oleh kita ini yang hidup rutin di kota besar, dekat dengan pusat kekuasaan, bersilang pendapat dari hari ke hari, ada anak-anak muda menjalankan tugas negara nun jauh di sana? Ada kisah seorang dokter muda. Sedemikian jauhnya jarak desa tempatnya mengabdi,di Pulau Kisar (selatan Maluku Tenggara), harus ditempuh dengan kapal motor hampir 7 hari 7 malam dari Tual, kota kabupaten terdekat. Sedemikian kuat panggilan kebangsaan itu, sehingga dr.Dianingsih, yang masih belia terus bertahan dengan tugas mengimunisasi balita di pulau itu, walau akhirnya dokter muda itu sendiri jatuh sakit, akibat medan sedemikian berat. Kesehatannya terus merosot, dan meninggal dalam tugas, sesaat ketika ayah-bundanya menjemput. Baginya, bangsa Indonesia meliputi hingga mereka yang tidak terpetakan, jarang terbahaskan di media, di desa-desa sangat terpencil juga, walau sulit karena prasarana pemerintah tidak menjangkaunya (sumber: kisah pilu catatan P.Swantoro, Wartawan senior Kompas). Sedemikian luasnya negeri kita, sehingga memang belum bersatu fisiknya bila infrastruktur transportasi, energi dan lain-lain belum terbangun. Tidak mungkin akan ada prasarana fisik terbangun dengan memadai kalau akal sehat kita belum juga tergunakan, mengingat uang negara yang kita bakar lewat subsidi BBM hingga mencapai Rp216 triliun (2012), 1,3X lebih besar dari anggaran belanja modal pemerintah membangun berbagai prasarana fisik di tanah air. Karenanya, keadilan belum menyentuh jutaan rakyat, sehingga sekalipun harga BBM bersubsidi Rp4.500; tetapi di Papua, wilayah Indonesia juga, mencapai Rp9.000. Sedemikian terlenanya kita, sehingga tidak sadar juga amanah UU bahwa subsidi itu hak golongan tidak mampu. Ada 67% pekerja kita yang hanya berpendidikan maksimal SMP, mereka itulah yang tidak mampu, bukan kita. Bersama kita biarkan subsidi tidak tepat sasaran selama ini. Sekalipun Bank Dunia dan para peneliti sudah memperingatkannya. Karena itu jangan lagi pucuk pimpinan pemerintahan bimbang dalam meluruskan kebijakan anggaran negara yang salah arah. Demi akal sehat dan kaum dhuafa yang tidak mampu membela dirinya di pelosok-pelosok Indonesia, demi pejuang negara yang berkorban dan tidak didukung sarana memadai, kita harus dukung pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Selamat hari kebangkitan nasional untuk kita semua. Salam Indonesia.

Refleksi Pembaca Inspirasi:

  • Sudahkah Aku Dianggap Ada?
  • Oleh Mayang Larasati: http://mayaaangg.tumblr.com/

  • Pemerintah dan Anggota Masyarakatnya
  • Oleh Husna Widyastuti: http://husnawidyastuti.wordpress.com/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>