Profil

Sejak tahun 2008, saya mulai membuat SMS berisi kesan, catatan, pesan, atau ajakan kepada sejumlah kenalan. Isinya beragam, mulai dari aspek ekonomi sebagai bidang yang relatif paling saya pahami, hingga sejarah, sosial politik, atau budaya. Nada SMS-nya mirip berita kepada seorang sahabat dekat, berasal dari dorongan hati ingin bercerita ketika menyaksikan sesuatu yang mengesankan atau menggugah.

Sapaan salam Indonesia saya gunakan untuk menggugah penerima SMS tentang peran kita masing-masing, betapapun kecil atau dalam lingkup terbatas, dalam masyarakat Indonesia. Boleh jadi, banyak di antara kita cenderung beranggapan bahwa dirinya tidak berdaya atau tidak terkait langsung dengan isu-isu yang dikemukakan dalam SMS yang saya kirim. Dengan menjadi pendengar yang selektif, atau pembicara dalam obrolan antar teman atau dalam acara resmi di rapat-rapat kantor dan organisasi, kita sudah ikut mengendalikan arah perbincangan masyarakat menuju ke perspektif yang lebih ideal. Jadi, ada semacam keyakinan saya bahwa setiap kita dapat menjadi leader (paling tidak bagi diri sendiri) guna membangun ke-Indonesia-an yang lebih baik.

Comments are closed.