Berterimakasihlah Kepada Bumi Tempat Berpijak

Date: 14/4/2013

Sahabat, selamat berhari Minggu. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Saat membuka-buka internet, terbaca berita tidak baru tapi mengusik: PS, salah satu 10 besar konglomerat terkaya Indonesia, memberi hibah $20,5 juta kepada Universitas Harvard, sumbangan ke-5 terbesar dalam 74 tahun terakhir yang diterima mereka. Aneh dan membuat penasaran apa motifnya, demikian diulas Boston.com dan Al-terity.blogspot.com, karena kok tidak ditujukan ke suatu universitas di Indonesia, dan lagi pula sangat sedikit mahasiswa Indonesia di Harvard. Bandingkan ceritanya dengan Karel Bosscha, pengusaha Belanda yang kaya di kawasan Pengalengan tahun 1920-an, yang memang hidup dan kaya karena tanah Periangan, Jawa Barat, hingga kini harum karena memakmurkan rakyat setempat, membangun jalan, sekolah, mendirikan satu-satunya teropong bintang di Lembang dan menggagas berdirinya kampus ITB. Mungkin PS memiliki sejarah kepengusahaan yang membuatnya perlu berterimakasih pada langit di Massachusetts sana, tapi tidak demikian sejarah kepengusahaannya yang terbaca di ruang publik, karena bisnisnya asli tumbuh dan menggarap alam Indonesia. Apa manfaatnya bagi Indonesia? Berita terbaru menunjukkan ada sejumlah Bupati dan 2 Kolonel Kemenhan RI difasilitasi belajar 2 s/d 3 minggu ke Harvard. Syukurlah meski sangat belum sebanding dengan dana hasil alam Indonesia yang disumbangkan ke Harvard itu. Mungkin akan lebih bermanfaat bila dana itu digunakan untuk mengefektifkan Balai Latihan Kerja (BLK) di sejumlah kota di negeri sendiri, guna membekali TKI kita ke Luar Negeri agar lebih tinggi kualifikasinya dan tidak lagi disiksa majikan. PS mungkin tidak tahu yang sebaiknya seharusnya seperti apa. Mungkin orang-orang seperti dia perlu dibimbing seperti Pak Harto membukakan mata sejumlah konglomerat di Tapos dulu. “…. saya tidak jadi ambil program doktor di Harvard, Pa, walaupun mereka beri beasiswa,” kata seorang pemuda yg kebetulan saya kenal sejak dulu. Ia anak Indonesia, insyaallah segera lulus dari MIT, yang baru-baru ini diterima program doktor di sejumlah universitas terkemuka AS, termasuk Harvard. Sedikit anak Indonesia sekolah di Harvard, ada yang susah masuk, tapi ada yang malah tidak mau masuk. Menerima sumbangan yang salah, terlalu banyak koneksi, membuat image Harvard terdistorsi? Salam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>