Penyuluhan Diversifikasi Energi

Pelatihan Tenaga Penyuluh Lapangan Penggunaan LPG
Kamis, 26 Agustus 2010

Kementerian ESDM sebagai koordinator Satgas Sosialisasi dan Edukasi, menyelenggarakan pelatihan tenaga penyuluh lapangan penggunaan LPG di Hotel Bidakara, Kamis (26/8). Hadir dalam pembukaan acara tersebut, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menko Kesra Agung Laksono, Kabareskrim Komjen (Pol) Ito Sumardi, Kebadiklat ESDM Thamrin Sihite, Irjen ESDM Pudja Sunasa dan Kabalitbang ESDM Bambang Dwiyanto.

Menurut Menteri ESDM, pelatihan tenaga penyuluh lapangan penggunaan LPG merupakan tindak lanjut dari SK Menko Kesra tanggal 30 Juli 2010 mengenai pembentukan 3 satuan tugas (satgas) yaitu Satgas Sosialisasi dan Edukasi yang dikoordinir Kementerian ESDM, Satgas Intensifikasi Pengawasan yang dikoordinir Bareskrim POLRI dan Satgas Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik yang dikoordinir Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Satgas Sosialisasi dan Edukasi bertugas melakukan pembentukan dan pelatihan tenaga penyuluh lapangan, melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat dan melakukan sosialisasi melalui media,” papar Darwin. Pelatihan tenaga penyuluh ini akan dilakukan dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, diikuti oleh 80 peserta. Secara berantai, diharapkan para penyuluh penggunaan LPG ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kesadaran penggunaan LPG yang meliputi latar belakang program, cara pemasangan dan penggunaan yang aman, perawatan serta penanggulangan apabila terjadi kebocoran atau kebakaran.

Program konversi minyak tanah ke LPG tabung 3 kg telah dilaksanakan sejak 2007, dengan tujuan diversifikasi energi guna mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah, mengurangi penyalahgunaan minyak tanah, efisiensi anggaran dan menyediakan bahan bakar yang praktis, bersih dan efisien. Hingga tahun 2010, direncanakan akan didistribusikan sebanyak 52 juta paket perdana LPG tabung 3 kg. Sampai Juli 2010, penghematan uang negara dengan adanya program ini mencapai Rp 19,3 triliun.

Di dalam pelaksanaan konversi, berdasarkan data Bareskrim POLRI, telah terjadi 82 kejadian kecelakaan, terdiri dari 58 kecelakaan pada tabung 12 kg dan 24 kejadian tabung 3 kg. Dari investigasi, diketahui penyebab kecelakaan utamanya bukan karena tabung gas yang meledak, melainkan kerusakan pada rubber seal, selang karet dan regulator serta katup. Selain itu, kecelakaan juga disebabkan keterbatasan pengetahuan masyarakat terhadap keamanan penggunaan LPG dan kecurangan pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan secara finansial.

“Terhadap penyebab kecelakaan itu, pemerintah telah mengambil langkah-langkah, antara lain meminta PT Pertamina untuk mengganti rubber seal secara reguler, mendorong masyarakat mengganti selang dan regulator yang sudah tidak layak pakai dengan selang karet dan regulator baru sesuai kualitas yang dipersyaratkan dengan harga pabrikan dan bantuan PPN,” katanya.

Sumber: http://www.migas.esdm.go.id/wap/artisa.php?op=Berita&id=1903


Pemerintah Anggarkan Rp 15 Miliar untuk Sosialisasi Tabung Elpiji
Kamis, 26 Agustus 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta — Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk melakukan sosialisasi penggunaan elpiji tabung 3 kilogram. Anggaran ini akan digunakan untuk penyluhan dan pelatihan penggunaan elpiji 3 kilogram. “Ditargetkan, dalam penyuluhan nanti akan meliputi 200 kabupaten, 15 provinsi, dan 30 ribu desa,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh di hotel Bidakara hari ini.

Darwin menjelaskan,dalam kelas pertama Kementrian ESDM telah melatih 80 orang. Satu orang dalam kelas tersebut akan memberikan penyuluhan kepada 40 kepala keluarga. Diharapkan penyuluhan ini bisa berjalan secara berantai dan disampaikan hingga menembus pedesaan. Untuk memuluskan penyuluhan ini pemerintah telah membentuk 3 Satuan Tugas (Satgas), yaitu Satgas Sosialisasi dan Edukasi, Satgas Indentifikasi, serta Satgas Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik. Darwin mengatakan, masing-masing satgas akan dikoodinasi oleh instansi berbeda. Untuk Satgas Sosialisasi dan Edukasi akan dikoordinir oleh Kementrian ESDM. Tugas Kementerian ESDM adalah melakukan pembentukan dan pelatihan tenaga penyuluh lapangan serta melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat dan melakukan sosialisasi melalui media.

Satgas Intensifikasi dan Pengawasan akan dikoordinasi oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Tugas Bareskrim adalah meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap pengoplosan paket konversi dan penyimpangan lainnya termasuk impor illegal. Adapun Satgas Informasi dan Komunikasi Publikasi dikoordinasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi yang betugas memberikan pelayanan informasi kepada publik, melakukan monitoring dan analisis pemberitaan, serta operasional media center.

“Program penyuluhan ini bertujuan untuk diversifikasi energi guna mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah, mengurangi penyalagunaan mitan, efesiensi anggaran, dan menyediakan bahan bakar yang praktis, bersi, dan efesiensi,” kata Darwin. Sampai akhir tahun ini, pemerintah merencanakan akan didistribusikan sebanyak 52 paket perdana elpiji tabung 3 kg. Sedangkan hingga Juni 2010 ditargetkan ada penghematan bersih sekitar Rp 19,3 triliun.

Darwin menambahkan, untuk penyuluhan ini pemerintah akan melibatkan jaringan-jaringan yang ada di masyarakat seperti kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Penyuluhan menurut Darwin akan difokuskan pada tempat-tempat yang padat penduduk karena dinilai rentan terhadap kecelakaan tabung gas. Nantinya para tenaga penyuluh juga akan menjual komponen untuk elpiji. Harga ekonomis sudah disiapkan pemerintah untuk komponen elpiji terebut, yaitu Rp 15 ribu untuk selang dan Rp 20 ribu untuk regulator.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2010/08/26/090274180/Pemerintah-Anggarkan-Rp-15-Miliar-untuk-Sosialisasi-Tabung-Elpiji


PERINGATAN HARI PERTAMBANGAN DAN ENERGI KE-65
28 September 2010 – BPH MIGAS

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedi Saleh, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas berbagai prestasi yang telah diukir oleh sektor ESDM umumnya, khususnya KESDM dalam mengemban tugas sebagai sumber penerimaan Negara, penggerak pembangunan, penyedia energi dan bahan baku domestik, pencipta lapangan kerja serta sebagai sumber informasi mengenai kekayaan bumi Indonesia serta potensi bencana geologi. Demikian dikatakan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, Selasa (28/09/2010) dalam sambutannya, memperingati Hari Jadi Pertamabangan dan energi ke-65, di Gedung Lemigas, Jakarta.

Dijelaskan Darwin, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) diharapkan mampu mewujudkan tujuan dan sasaran reformasi birokrasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengejawantahkan dan mempercepat diversifikasi, serta meningkatkan konservasi, dan budaya hemat energi, baik dikalangan rumah tangga maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Reformasi Birokrasi tersebut, antara lain diwujudkan melalui hasil nyata yang segera dapat dirasakan untuk menjadi lokomotif perubahan dalam pelayanan kepada para stakeholder termasuk para investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

“Insya’ Allah dengan semua terobosan itu kementerian ESDM akan mampu mewujudkan misinya sebagai kementerian yang mandiri, profesional, akuntabel, dan dipercaya masyarakat,” katanya. Pada peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi tersebut, diluncurkan program Petugas Penyuluh Energi (PPE) yang diharapkan menjadi ujung tombak Pemerintah dalam memberikan pemahaman tentang penggunaan bentuk-bentuk energi di Indonesia termasuk langkah diversifikasi dan dan konservasinya serta pemberian Penghargaan Dharma Karya Pertambangan dan Energi, Penghargaan K3 dan Lingkungan.

Pada kesempatan itu, Menteri ESDM, Darwin sekaligus mencanangkan proses dimulainya penyiapan penganugerahan penghargaan energi yang akan dimulai pada tahun 2011 dan bentuk apresiasi terhadap kepioniran dan prestasi istimewa yang telah dipersembahkan atau akan dipersembahkan kepada siapa pun yang telah berkiprah dan berjasa dalam konservasi dan diversifikasi energi di Indonesia.

“Marilah kita tumbuhkan dan budayakan jiwa dan karsa, semangat diversifikasi, konservasi dan hemat energi baik kepada diri pribadi, keluarga maupun setiap aktivitas kehidupan,” ujarnya. Puncak dari rangkaian acara tersebut, dilakukan penandatangan Prasasti Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi juga peresmian Green Building dan penanaman pohon sebagai simbol Green Mining dan Green Energy.

Sumber: http://www.bphmigas.go.id/p/bphmigaspages/modules/news/news_0933.html?uri=/bphmigaspages/berita.html


Peringatan Hari Jadi Pertambangan Dan Energi Ke-65
Taufiequrrohman – taufieq@majalahtambang.comTAMBANG, 28 September 2010

Jakarta-TAMBANG. Sejak pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008, hari ini 28 September 2010 untuk ketiga kalinya Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang ke 65. Menteri ESDM Darwin Z Saleh menyatakan, pada tahun ini kementerian ESDM akan mengusung tema “Melalui peringatan hari Jadi Pertambangan dan Energi ke 65, kita tingkatkan di Diversifikasi, Konservasi, dan Hemat Energi dalam Keluarga dan Masyarakat” ujar darwin dalam sambutannya.

Tema ini akan menjadi bahan bakar semangat jajaran seluruh Kementerian ESDM dalam pencapaian Visi EBT 25/25 dimana energi baru terbarukan akan menjadi format masa depan energi Indonesia. Pada Hari Jadi Pertambangan dan Energi 2010 ini juga diluncurkan Program Petugas Penyuluh Energi (PPE) yang diharapkan akan menjadi ujung tombak Pemerintah dalam memberikan pemahaman tentang penggunaan bentuk-bentuk energi di Indonesia termasuk langkah diversifikasi dan konservasinya.

Dalam peringatan tersebut juga dilengkapi pemberian Penghargaan Dharma Karya Pertambangan dan Energi, Penghargaan K3 dan Lingkungan, serta penyiapan Penghargaan Energy Award untuk tahun 2011.
Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh bersama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta menandatangani prasasti serta penanaman pohon sebagai simbol green mining dan green energy.

Sumber: http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=10&newsnr=3114


Comments are closed.