Kilang

Menteri ESDM Kirim Tim ‘Khusus’ Atasi Kebakaran di Kilang Cilacap
Wahyu Daniel – detikfinance – Minggu, 03/04/2011 14:55 WIB

Jakarta – Guna membantu mengatasi kebakaran di tangki BBM Kilang Cilacap, Menteri ESDM Darwin Saleh mengirim tim teknis Direktorat Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Ditjen Migas). Hal ini disampaikan Darwin kepada detikFinance, Minggu (3/4/2011). “Sejak pukul 13.00 WIB kemarin Dirut Pertamina ke sana (Cilacap) dan saya meminta Dirjen Migas agar segera mengirim Direktur Teknis dan tim berangkat kemarin,” tutur Darwin. Darwin mengatakan, dirinya sudah menerima laporan langsung dari Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait dengan kebakaran tersebut.

“Lalu saya berkomunikasi dengan Menteri BUMN untuk aspek yang sifatnya korporasi seperti pengawasan. Saya sebagai Menteri ESDM harus concern karena kebakaran ini bisa berdampak kepada kelancaran pasokan khusus. Saya sudah melaporkan keadaan kepada Menko Perekonomian dan Presiden,” papar Darwin. Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina agar kebakaran tidak merembet. Caranya dengan mengeluarkan BBM di tangki BBM lain. “Hari ini saya dan jajaran serta tim akan menuju Cilacap. Tapi Pak Menko Perekonomian sudah duluan. Banyak pihak, khususnya Pak Menko aktif mengambil peran sudah langsung ke lokasi, karena memang Menteri BUMN dan Menteri ESDM adalah jajaran dalam kordinasi beliau,” jelas Darwin.

Pada kesempatan itu, Darwin mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Pertamina, BPH Migas, dan Dirjen Migas untuk mengamankan pasokan BBM pasca kebakaran tangki BBM di Kilang Cilacap. “Kami concern ke pasokan, dan saya pastikan pasokan BBM aman,” tukas Darwin. Seperti diketahui, terjadi kebakaran pada tangki 31 T-2 kilang Refinery Unit IV Cilacap milik Pertamina pada pukul 04.55 WIB dini hari tadi (2/4/2011), namun Pertamina menyampaikan bahwa sejauh ini hal tersebut tidak menyebabkan gangguan terhadap produksi BBM kilang RU IV dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Adapun, sebagai informasi tangki T 31.02 yang berkapasitas 10.487 KL ini berisikan minyak ringan HOMC (High Octane Mogas Component). Jumlah tanki HOMC di kompleks RU IV Cilacap sebanyak 4 unit dengan kapasitas 61.300 KL. Untuk sementara penyebab kebakaran dan kerugian atas kejadian ini belum bisa diinformasikan, masih dalam investigasi. Pihaknya juga sudah menginformasikan kepada pihak berwenang dan masyarakat sekitar dan memohon maaf atas kekurangnyamanan yang terjadi.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2011/04/03/145545/1607565/1034/menteri-esdm-kirim-tim-khusus-atasi-kebakaran-di-kilang-cilacap?f9911023

Foto-Foto Terkait:

Meninjau Terbakarnya Tanki Kilang Pertamina Cilacap, 3-6 April 2011

Meninjau Terbakarnya Tanki Kilang Pertamina Cilacap, 3-6 April 2011

Meninjau Terbakarnya Tanki Kilang Pertamina Cilacap, 3-6 April 2011

Rapat Inti untuk Mengatasi Kebakaran Tangki di Masa Depan, April 2011


Tim Pengendalian Keselamatan Migas Dibentuk
Jum’at, 29 April 2011 | 11:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk Tim Independen Pengendalian Keselamatan Minyak Bumi dan Gas. Tim ini akan mencegah serta mengendalikan potensi bahaya yang ditimbulkan pada pengelolaan minyak bumi dan gas (Migas).

“Mereka akan bertugas menyelidiki, mengevaluasi, dan menginvestigasi potensi bahaya Migas,” kata Evita Herawati Legowo, Direktur Jenderal Minyak Bumi dan Gas, saat mengukuhkan tim tersebut di kantor ESDM, Jakarta, Jumat, 29 April 2011.

Evita mengatakan tim itu akan dibantu oleh Forum Pengendalian Kondisi Darurat Migas yang juga baru dikukuhkan siang ini. Tugasnya akan menampung informasi mengenai potensi bahaya bencana alam yang berada di sekitar pengelolaan migas.

Tujannya, kata Evita, untuk menyediakan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mencegah datangnya bahaya. “Selama ini kami akui kurang optimal menampung informasi,” ucapnya.

Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, mengatakan tim ini diharapkan bisa meredam petensi bahaya dalam pengelolaan Migas. Jadi, bencana seperti ledakan tangki minyak di Cilacap beberapa waktu lalu, tidak terjadi lagi. “Kami berharap tim ini bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan pencegahan bahaya migas maupun bencana juga bertujuan melestarikan pengelolaan migas sehingga generasi mudah bisa menikmati manfaatnya.TRI SUHARMAN

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/04/29/090330911/Tim-Pengendalian-Keselamatan-Migas-Dibentuk

Foto-Foto Terkait:

Pengukuhan Tim Independen Pengendalian Keselamatan (TPIK) migas dan Forum Pengendalian Kondisi Darurat (FPKD) migas, 29 April 2011

Pengukuhan Tim Independen Pengendalian Keselamatan (TPIK) migas dan Forum Pengendalian Kondisi Darurat (FPKD) migas, 29 April 2011

Pertamina Diminta Evaluasi Teknis Kilang
Selasa, 5 April 2011 | 03:14 WIB

CILACAP, KOMPAS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh mendesak PT Pertamina mengevaluasi teknis pengoperasian kilang secara menyeluruh sehubungan dengan terbakarnya tiga tangki bahan bakar minyak sejak Sabtu (2/4). Evaluasi itu mutlak dilakukan untuk menyempurnakan desain Kilang Cilacap yang dinilai relatif rentan terbakar.

”Kami akan menetapkan regulasi terkait audit ini,” kata Darwin, Senin, seusai meninjau lokasi kebakaran di Kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah. Hingga semalam pukul 21.00, nyala api belum bisa dipadamkan di tangki ketiga, sedangkan api di dua tangki lain sudah padam. Api di tangki 31-T2 yang terbakar paling awal sudah sepenuhnya padam. Api di tangki 31-T3 juga sudah padam, tetapi masih menyisakan asap hitam pekat. Di tangki 31-T7 yang berisi naptha, api masih menyala meski tidak besar.

Menurut Manajer Media PT Pertamina Wianda Pusponegoro, pemadaman di tangki ketiga diperkirakan selesai Selasa ini. ”Saat ini kami juga sudah bisa menstabilkan suhu di semua tangki, dari semula 80 derajat celsius jadi di bawah 30 derajat celsius. Begitu pula tangki 32T-104 yang sejak awal kami lindungi supaya tidak ikut terbakar,” katanya.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita Legowo menambahkan, evaluasi itu meliputi ketahanan setiap tangki dan jarak tangki yang dinilai terlalu dekat satu sama lain. Darwin mengakui, usia tangki yang terbakar di Kilang Cilacap cukup tua, tetapi belum tentu faktor usia itu penyebab utama kebakaran. Kompleks tangki pertama di Cilacap dibangun tahun 1976, sedangkan kompleks kedua tahun 1983. Kompleks tangki ketiga dibangun tahun 1989.

Pemadaman tangki 31-T7 kemarin dilakukan dengan menyemprotkan campuran air dan busa peredam panas (foam) dengan alat terminator cannon foam mulai pukul 14.00. Darwin menyatakan, pemadaman sempat terkendala gempa yang mengguncang Cilacap, Senin pukul 03.06. Personel pemadam kebakaran yang bertugas berhamburan menyelamatkan diri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta menginstruksikan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian ESDM mengupayakan segala cara agar kebakaran di kilang minyak Cilacap dapat dipadamkan sehingga kilang beroperasi kembali. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengungkapkan hal itu, Senin di Istana Negara. Meskipun ada peristiwa itu, Pertamina menjamin distribusi dan stok BBM di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta aman. Masyarakat diharapkan tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan. (GRE/UTI/WIE/EVY/MZW/SON).

Sumber: http://female.kompas.com/read/2011/04/05/03145887/Pertamina.Diminta.Evaluasi.Teknis.Kilang


Menteri ESDM: Produksi Kilang Cilacap Terganggu Tiga Persen
Senin, 04 April 2011, 05:56 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Menteri ESDM Darwin Saleh mengungkapkan, produksi Kilang Cilacap, Jateng hanya terganggu tiga persen dari kapasitas normal 384.000 barel per hari menyusul kebakaran tangki di kompleks penyulingan terbesar tersebut. “Dampak terbakarnya tangki tersebut tidak berpengaruh kepada proses produksi kilang Cilacap atau hanya tiga persen, walaupun tentunya sama-sama tidak kita harapkan,” katanya melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu (3/4) malam.

Menurut dia, tangki yang terbakar berisi bahan baku dan bukan produk bahan bakar minyak.
Selain juga, lanjutnya, Kompleks Kilang Cilacap mempunyai 207 tangki yang berisi bermacam-macam jenis produk. Darwin mengatakan, pihaknya memperkirakan pasokan BBM dari Kilang Cilacap kembali normal dalam lima hari ke depan. “Sementara waktu, kalaupun ada kekurangan sekitar 0,7 hari stok akan diantisipasi dengan sedikit menambah impor, sehingga pasokan segera normal,” ujarnya.

Saat ini, stok BBM nasional mencapai sekitar 31 juta kiloliter atau mencukupi kebutuhan selama 22 hari ke depan. Ia juga menjelaskan, dari tiga tangki yang terbakar, tangki pertama 100 persen sudah padam, kedua 90 persen, dan ketiga 60 persen. “Upaya pemadaman terus berlangsung dan berdasarkan pengalaman kebakaran Depo Plumpang, diestimasikan akan padam dalam 46 jam sejak kejadian pada Sabtu subuh lalu,” katanya.

Menurut dia, saat ini, sedang disiapkan 80 ton busa (foam) pemadam yang akan menambah 40 ton yang sudah ada sebelumnya. Sementara, kebutuhan foam yang diperlukan sekitar 75 ton. “Bantuan yang berasal dari Balongan, Jatibarang, Pemda DKI, Chevron, BP, Exxon dan AU, dan kepolisian juga terus berdatangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, pemadaman dengan helikopter setelah disimulasikan ternyata sulit dilakukan karena jilatan api mencapai 150 meter. “Di dunia belum ada proses pemadaman tangki dengan helikopter,” kata Darwin. Sebanyak tiga tangki BBM yang berada di kompleks Kilang Cilacap terbakar berturut-turut sepanjang Sabtu (2/4) dan Minggu (3/4). Satu tangki berisi bahan baku peningkat angka oktan dan dua lainnya terdapat nafta.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/11/04/04/lj3me9-menteri-esdm-produksi-kilang-cilacap-terganggu-tiga-persen


Darwin: Produksi Kilang Cilacap Terganggu Tiga Persen
Senin, 4 April 2011 06:14 WIB

Jakarta (ANTARA News) – Menteri ESDM Darwin Saleh mengungkapkan, produksi Kilang Cilacap, Jateng hanya terganggu tiga persen dari kapasitas normal 384.000 barel per hari menyusul kebakaran tangki di kompleks penyulingan terbesar tersebut.

“Dampak terbakarnya tangki tersebut tidak berpengaruh kepada proses produksi kilang Cilacap atau hanya tiga persen, walaupun tentunya sama-sama tidak kita harapkan,” katanya melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu (3/4) malam.

Menurut dia, tangki yang terbakar berisi bahan baku dan bukan produk bahan bakar minyak. Selain juga, lanjutnya, Kompleks Kilang Cilacap mempunyai 207 tangki yang berisi bermacam-macam jenis produk. Darwin mengatakan, pihaknya memperkirakan pasokan BBM dari Kilang Cilacap kembali normal dalam lima hari ke depan. “Sementara waktu, kalaupun ada kekurangan sekitar 0,7 hari stok akan diantisipasi dengan sedikit menambah impor, sehingga pasokan segera normal,” ujarnya.

Saat ini, stok BBM nasional mencapai sekitar 31 juta kiloliter atau mencukupi kebutuhan selama 22 hari ke depan. Ia juga menjelaskan, dari tiga tangki yang terbakar, tangki pertama 100 persen sudah padam, kedua 90 persen, dan ketiga 60 persen. “Upaya pemadaman terus berlangsung dan berdasarkan pengalaman kebakaran Depo Plumpang, diestimasikan akan padam dalam 46 jam sejak kejadian pada Sabtu subuh lalu,” katanya.

Menurut dia, saat ini, sedang disiapkan 80 ton busa (foam) pemadam yang akan menambah 40 ton yang sudah ada sebelumnya. Sementara, kebutuhan foam yang diperlukan sekitar 75 ton. “Bantuan yang berasal dari Balongan, Jatibarang, Pemda DKI, Chevron, BP, Exxon dan AU, dan kepolisian juga terus berdatangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, pemadaman dengan helikopter setelah disimulasikan ternyata sulit dilakukan karena jilatan api mencapai 150 meter. “Di dunia belum ada proses pemadaman tangki dengan helikopter,” kata Darwin. Sebanyak tiga tangki BBM yang berada di kompleks Kilang Cilacap terbakar berturut-turut sepanjang Sabtu (2/4) dan Minggu (3/4). Satu tangki berisi bahan baku peningkat angka oktan dan dua lainnya terdapat nafta. (K007/A035/K004) Editor: B Kunto Wibisono

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1301872468/darwin-produksi-kilang-cilacap-terganggu-tiga-persen


Darwin Sebut Pukul 14.00 WIB Perang Lawan Api Tangki Cilacap
Arbi Anugrah – detikNews – Senin, 04/04/2011 13:52 WIB

Cilacap Pertamina bersiap-siap untuk melakukan pemadaman tangki 31 T7 di kilang RU IV Cilacap, Jateng. Mereka menyiapkan Terminator Cannon Foam, untuk menyudahi kebakaran ini sepenuhnya. Demikian dikatakan Menteri ESDM Darwin Saleh di kilang RU IV Cilacap, Jateng, Senin (4/4/2011). Darwin meninjau lokasi kebakaran tangki kilang dengan baju lapangan khusus dan helm pengaman. “Dipastikan secepatnya setelah penggelaran pipa dan switch air dan foam kira-kira pukul 14.00 WIB siang ini,” kata Darwin. “Waktu tempur dengan api menurut ahli pemadam kebakaran terbaik di Indonesia, itu sekitar 2 jam paling lama. Insya Allah itu padam,” imbuh Darwin optimistis.

Menurut Darwin mereka akan menggunakan Terminator Cannon Foam. Ini adalah pompa Nafta dengan modifikasi agar bisa mengalirkan air yang digabungkan dengan foam. “Sehingga nanti dengan pressure 9-11 baru dipertimbangkan cukup untuk memadamkan tangki 31 T7,” kata dia. Pantauan detikcom, pukul 13.30 WIB, asap hitam masih membumbung tinggi dari tangki 31 T7.

Sumber: http://news.detik.com/read/2011/04/04/135220/1608109/10/darwin-sebut-pukul-1400-wib-perang-lawan-api-tangki-cilacap


Comments are closed.