Transformasi Keunggulan SDA ke Keunggulan SDM

Kementerian ESDM Gelar Pameran CSR Pendidikan
Saifudin, saifudin@tambang.co.id – 26 Apr 2011 | 18.23

Jakarta – TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menggelar Pameran dan Seminar Nasional bertema CSR Pendidikan Sektor ESDM Tahun 2011. Hal itu diumumkan oleh Sutisna Prawira, Kepala Biro Hukum dan Humas kementerian ESDM pada konferensi pers Selasa, 26 April 2011 di Gedung Badiklat ESDM.

Pameran dan seminar itu akan berlangsung 2-4 Mei 2011 di Balai Kartini, Jakarta. Berbeda dengan pameran dan seminar CSR tahun sebelumnya, kali ini acara tersebut didedikasikan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Terkait itu, acara disusun khususnya untuk mengetahui kegiatan perusahaan-perusahaan sektor ESDM, dalam kontribusinya tidak hanya pada penerimaan negara, tetapi juga CSR di bidang pendidikan.

Tercakup di dalamnya Sub Sektor Minyak dan Gas, Mineral dan Batubara, serta Energi dan ketenagalistrikan. “Untuk tanggal 2, kami mencoba mengundang beberapa pakar pendidikan seperti Arif Rahman, Yohanes Surya dan juga beberapa manajer perusahaan pertambangan,” ucap Sutisna.

Melalui acara ini, tambahnya, pemerintah ingin memotret apa yang sudah dicapai perusahaan-perusahaan tersebut terkait pendidikan. Sutisna pun mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi di Austria, untuk beasiswa bagi mahasiswa yang ingin meraih gelar Master.

“Kita sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi Austria untuk program Master dan selanjutnya kita minta perusahaan-perusahaan di sektor ESDM itu untuk mendanai,” ucapnya. Dalam pameran dan seminar nasional ini, juga digelar lomba puisi dan fotografi.

“Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mendokumentasikan semangat pendidikan nasional khususnya di mata generasi. Diharapkan mereka bisa membangun bangsa ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Sumber: http://m.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&newsnr=3741


Transformasi Comparative Advantage Menjadi Competitive Advantage Melalui Pendidikan
SABTU, 07 MEI 2011 00:26 WIB

JAKARTA. Pada Pembukaan Seminar Nasional CSR Pendidikan Sektor ESDM tahun 2011 di Balai Kartini Jakarta, 2 Mei 2011, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menyampaikan bahwa sektor ESDM sebagai salah satu sektor strategis memiliki peran dalam mendukung pembangunan nasional. Peran strategis sektor ESDM antara lain melalui penyediaan pasokan energi, berkontribusi pada penerimaan Negara, mendukung pembangunan daerah melalui dana bagi hasil sektor ESDM, serta efek berantai penciptaan tenaga kerja melalui kegiatan pengusahaan di sektor ESDM.

Keseluruhan peran sektor ESDM memiliki satu muara tujuan yaitu mengkonversi keunggulan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia berupa Sumber Daya Alam (SDA) energi dan mineral yang dikenal sebagaicomparative advantage yang merupakan keunggulan bersifat “sementara” menjadi keunggulan yang bersifat kualitas (competitive advantage).

Disampaikan Menteri, momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi tepat untuk menyampaikan bahwa transformasi comparative advantage menjadi competitive advantage dapat dijembatani oleh dunia pendidikan. Mengadopsi apa yang diungkapkan Michael Porter (1985) bahwa bangsa yang berjaya bukanlah bangsa-bangsa yang memiliki comparative advantage tetapi mereka yang memiliki competitive advantage.

Apabila kita perhatikan di Negara ini, struktur revenue paling besar berasal dari sektor ESDM, sementara pengeluaran paling besar adalah di sektor energi dan pertanian. Hal serupa juga terjadi di Meksiko dan Negara yang kaya sumber daya alam lainnya. “Maka dari itu yang jadi perhatian sekarang adalah bagaimana competitive advantage ini muncul sebagai pertaruhan, sesuatu yang harus diperjuangkan mengingat sifat “decrease of natural resources”. Jangan sampai kita terlena dengan keunggulan komparatif yang kita miliki, sehingga tantangan ke depan adalah bagaimana mentransformasi comparative advantage menjadi competitive advantagemelalui dunia pendidikan nasional,” ujar Menteri.

Di era otonomi daerah saat ini, lanjut Menteri, kita mengenal Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah yang di-empower (diberdayakan). Daerah pun berkembang menjadi market baru bagi dunia pembiayaan. Tantangannya adalah saat ini uang berputar di daerah, sementara sumber daya manusia di daerah masih kurang. Sumber daya alam yang kuat melalui comparative advantage hendaknya didukung oleh usaha peningkatancompetitive advantage-nya. Sehingga regionalisasi otonomi daerah perlu kita lakukan dan kita isi dengan bagaimana mentransformasi comparative advantage menjadi competitive advantage melalui dunia pendidikan.

Data sensus terbaru BPS menunjukkan bahwa dari 100% angkatan kerja di Indonesia (sekitar 105-109 juta orang), 67% diantaranya bekerja di sektor nonformal, sementara sisanya sebanyak 33% bekerja di sektor formal. “Dalam 10 tahun saya harap Indonesia dapat membalik kondisi tersebut, sehingga ketika hari kerja jalanan sepi karena para pekerja berada di ladang, kantor-kantor maupun lapangan, dan ketika libur mereka akan memadati taman-taman dan tempat hiburan, seperti yang terlihat di negara-negara maju,” ujar Menteri.

Dari keseluruhan angkatan kerja tersebut, sebanyak 74% adalah berpendidikan SMP atau kurang, menunjukkan bahwa Indonesia sebagian besar digerakkan oleh produktivitas dan daya beli 74% angkatan kerja yang berpendidikan SMP atau kurang. Oleh karena itu, sektor ESDM hendaknya lebih mencermati hal ini untuk meningkatkan dan memperkuat produktivitas, misalnya dengan mendirikan pendidikan-pendidikan kejuruan sehingga dapat meningkatkan wajah tenaga kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri. Bila saat ini sebagian besar wajah tenaga kerja kita di luar negeri dikenal karena bergaji murah, maka ke depan kita harus mengubah pandangan tersebut sehingga wajah tenaga kerja kita yang dikirim ke luar negeri adalah wajah tenaga kerja yang skillfull dan memiliki keunggulan kompetitif.

“Sunatan masal koq disebut CSR?” demikian statement Gubernur suatu provinsi yang kaya akan migas mengilhami Menteri ESDM untuk menggelar acara seminar nasional CSR Pendidikan Sektor ESDM tahun 2011 ini. “Memang CSR dapat diwujudkan salah satunya melalui sunatan masal, tetapi lebih dari itu, CSR sektor ESDM harus lebih dalam dan lebih strategis, dengan menekankan upaya untuk mentransfer comparative advantageke competitive advantage. Inilah yang menjadi tanggung jawab bersama sektor ESDM, menjaga keberlanjutan proses transfer ini melalui dunia pendidikan antara lain dengan mendirikan sekolah-sekolah kejuruan, meningkatkan skill pelajar dan mahasiswa serta CSR yang berkontribusi memajukan sektor pendidikan nasional,” pungkas Menteri ESDM menutup sambutannya. (KO)

Sumber: http://www.esdm.go.id/berita/umum/37-umum/4469-transformasi-comparative-advantage-menjadi-competitive-advantage-melalui-pendidikan.html?tmpl=component&print=1&page=


Keunggulan Sumber Daya Alam (SDA) Bersifat Sementara
SENIN, 18 JULI 2011 08:14 WIB

JOMBANG – Berulang kali dalam beberapa kesempatan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh mengungkapkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Pengalihan (transformasi) dari keunggulan sumber daya alam menjadi keunggulan sumber daya manusia mutlak harus dilakukan karena keunggulan sumber daya alam bersifat “sementara”. Transformasi keunggulan Sumber Daya Alam (comparative advantage) menjadi keunggulan Sumber Daya Manusia (competitive advantage) dapat dijembatani melalui pendidikan

“Mentransformasi kekayaan sumber daya alam yang diberikan Tuhan ke alam Indonesia kedalam kekuatan keunggulan sumber daya manusia antara lain dengan jalan kerjasama dengan komunitas pesantren adalah satu perjuangan Indonesia kedepan,” ujar Menteri ESDM dalam sambutannya pada acara Pencanangan Kerjasama antara Badan Diklat ESDM dengan Pesantren Tebu Ireng, Sabtu (16/7/2011).

Sumber daya alam merupakan karunia Tuhan yang diamanahkan untuk dapat ditransformasikan menjadi suatu sumber daya yang berkelanjutan. Berdasarkan pemikiran tersebut maka pengelolaan sektor ESDM memiliki satu muara tujuan yaitu mengkonversi keunggulan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia berupa Sumber Daya Alam (SDA) energi dan mineral yang dikenal sebagai comparative advantage yang merupakan keunggulan bersifat “sementara” menjadi keunggulan yang bersifat kualitas (competitive advantage).

Kementerian ESDM cq. Badan Diklat ESDM menandatangani kerja sama peningkatan kualitas SDM dikalangan komunitas pesantren. Melalui program pengembangan sumber daya manusia bersama dalam bentuk pelatihan keterampilan diharapkan akan tercipta calon tenaga kerja terampil yang berkualitas dan siap menjawab kebutuhan tenaga kerja di industri tidak hanya di lingkup nasional, namun juga internasional.

Langkah Kementerian ESDM tersebut disambut baik Sholahudin Wahid (Gus Sholah) selaku Pengurus Pesantren Tebu Ireng, menurutnya, program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan Kementerian ESDM dengan melakukan kerjasama dengan komunitas pesantren sebagai sesuatu yang luar biasa, pertama, karena belum ada Menteri ESDM lain yang pernah melakukan kegiatan ini dan mungkin tidak ada Menteri lain kecuali Menteri Agama tentunya yang melakukan kegiatan ini, hal ini menunjukkan bahwa Menteri ESDM mengganggap penting komunitas pesantren, kedua meningkatkan daya saing dan mengurangi ketimpangan “skill” masyarakat kota dengan pedesaan sehingga dapat mengurangi urbanisasi, ketiga mengurangi jumlah TKW/I dan terakhir mengurangi radikalisme Islam. “Ini saya pikir satu langkah strategis yang luar biasa”, ujarnya.

“Yang dilakukan ESDM dengan mencoba melatih santri juru las bersertifikat walaupun kecil mengandung makna yang besar, dan kita harus mengupayakan supaya pesantren sebagai bagian yang tertinggal bisa ikut maju bersama-sama dengan kecepatan yang tidak terlalu jauh ketinggalan. Kalau kita bisa melakukan itu banyak manfaat yang kita peroleh”, lanjut Gus Solah.

Sebagai langkah awal kerjasama, Kementerian ESDM telah menyusun program pelatihan keterampilan untuk tenaga juru las (welder) dengan kualifikasi cukup tinggi yang pada saat ini banyak dibutuhkan oleh industri di dalam dan luar negeri, khususnya di Negara-negara Timur Tengah. Pelatihan pengelasan dengan kualifikasi 6G/E9 tersebut akan berlangsung selama 18 (delapan belas) minggu di Pusdiklat Minyak dan Gas Bumi, Cepu, dan diikuti oleh 20 peserta/angkatan. Materi pelatihan yang akan diberikan diakui kualitasnya oleh International Institute of Welding (IIW) dan diakui secara internasional di 55 negara. (SF)

Sumber: http://www.esdm.go.id/berita/umum/37-umum/4751-keunggulan-sumber-daya-alam-sda-bersifat-sementara.html?tmpl=component&print=1&page=


Menteri ESDM Buka Diklat dan Sertifikasi Juru Las
SELASA, 09 AGUSTUS 2011 12:07 WIB

JAKARTA – Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh didampingi Kepala Badan Diklat ESDM dan Pejabat Eselon I dan II dilingkungan Kementerian ESDM melalui video conferencemembuka secara resmi Pendidikan dan latihan dan sertifikasi juru las. Peserta diklat dan sertifikasi kompetensi Juru Las berjumlah 20 orang peserta, yang berasal dari 11 peserta dari Pondok Pesantren Tebu Ireng, 5 peserta dari Urwatul Wustqo, 1 peserta dari Tambakberas, 1 peserta dari At-Tadhib Ngoro dan 2 peserta dari masyarakat umum.

“Penyelenggaraan diklat dan sertifikasi kompetensi Juru Las ini merupakan implementasi kerja sama antara Kementerian ESDM cq. Badan Diklat ESDM dengan Komunitas Pesantren,” ujar Menteri ESDM dalam sambutannya melalui Video Conference, Selasa (9/8/2011).

“Pelatihan ini, intinya adalah sektor ESDM beserta pondok pesantren sebagai salah satu pilar utama masyarakat dan bangsa Indonesia bertekad untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan memberikan bekal teknis bagi santri,” tutur Menteri ESDM.

Ditambahkannya, Kementerian ESDM sebagai salah satu tangan pemerintah insya Allah akan berkomitmen penuh untuk menjalankan amanah yang diberikan rakyat dengan menyelenggarakan pemerintah yang berkeadilan, juga menjalankan amanah dari Allah SWT yang melimpahkan Indonesia bukan hanya dengan penduduk yang banyak namun juga dengan sumber daya alam yang banyak.

Langkah kecil berupa pelatihan ini menurut Menteri akan menjadi langkah lanjutan yang akan berwujud menjadi gerakan besar mentransformasi keunggulan sumber daya alam ke keunggulan sumber daya manusia. Karena pelatihan ini mensyaratkan para peserta lulus ujian sertifikasi dan kompetensi, Menteri berharap peserta yang berjumlah 20 orang dapat lulus dengan hasil yang baik dan menjadi sumber daya manusia yang kerja terampil yang berkualitas dan siap menjawab kebutuhan tenaga kerja baik di di lingkup nasional, namun juga internasional. dengan lingkungan kerja yang baik. “insya dengan ridho Allah SWT itu semua dapat terwujud,”tutup Menteri.

Pendidikan dan latihan bagi santri ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bapak Menteri ESDM ke Pondok Pesantren Tebuireng pada tanggal 16 Juli 2011 lalu, dalam rangka silaturahmi khususnya dengan para pengasuh, pengurus, anak didik Pondok Pesantren Tebuireng, dan dengan masyarakat Kabupaten Jombang pada umumnya, serta membicarakan peluang dan rencana kerja sama selanjutnya antara KESDM dengan Komunitas Pesantren di Indonesia.

Program pengembangan sumber daya manusia melalui penyiapan calon tenaga kerja terampil yang berkualitas dan siap menjawab kebutuhan tenaga kerja di industri tidak hanya di lingkup nasional, namun juga internasional. Program pelatihan dilaksanakan berdasarkan pada kompetensi Juru Las (welder) yang mengacu pada standar pelatihan berbasis kompetensi International Institute of Welding (IIW). Durasi pelaksanaan direncanakan 659 jam pelajaran (@ 45 menit) dan 1 (satu) Minggu ujian sertifikasi kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi Juru Las (Welder). (SF)

Sumber: http://www.esdm.go.id/berita/umum/37-umum/4833-menteri-esdm-buka-diklat-dan-sertifikasi-juru-las.html


Bulan Mei Bulan Yang Strategis Bagi Bangsa Indonesia
Oleh: DR.Darwin Zahedy Saleh – Minggu, 29 April 2012 21:50:25

KBRN, Jakarta: Sahabat, minggu depan, Insya Allah kita memasuki bulan Mei, bulan yang strategis bagi bangsa Indonesia. Sayangnya, perhatian kita sering dibawa pada perayaan Hari Buruh Dunia, 1 Mei, yang biasanya disertai demo eksesif dan menegangkan. Kekuatan eksponen masyarakat lebih sering diarahkan pada hari buruh yang braroma internasional itu. Padahal, ada momen nasional yang lebih strtegis bagi bangsa kita, Hari Pendidikan (2 Mei) dan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei).

Kedua hari itu juga lebih asli milik bangsa Indonesia. Demo buruh sesungguhnya sah dan perlu perhatian juga, karena boleh jadi cerminan adanya ketidakpuasan dari buruh kita. Tapi itu adalah akibat dari masalah yang lebih mendasar, rendahnya produktivitas dan kualitas keterampilan buruh. Dalam jangka panjang akan terus seperti itu bila kita bersama tidak memberi perhatian yang lebih massiv dan sungguh-sungguh pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pada hakekatnya tidak akan ada upah yang layak tanpa peningkatan produktvitas.

Tapi produktivitas tidak akan mningkat tanpa pendidikan. Bangsa juga tidak akan bangkit dan kompetitif tanpa pendidikan yang brkualitas. Hari depan bangsa sudah dapat terlihat hari ini bila kita masih juga abai pada faktor SDM.Minggu-minggu lalu, selesai ujian, anak-anak kita yang SMP atau SMA berkeliling atau tawuran seperti lepas dari sesuatu atau tidak yakin pada sesuatu. Mungkin karena sebagian besar mereka akan sekolah sampai di situ saja. Karena memang, dari 111 juta tenaga kerja kita, 76% hanya berpendidikan SMP atau kurang 92% SMA atau kurang.

Setiap tahun ada sekitar 13 juta yang tamat SMP dan 3,5 juta tamat SMA, sungguh jumlah yang besar. Dengan bekal kualitas kerja yang terbatas, sudah tentu akan berupah rendah dan berakhir dengan rasa tidak puas. Sudah waktunya kita-kita bersama lebih berpikir dan bertindak jangka panjang. Sudah waktunya ekonom-ekonom kita peduli benar pada pentingnya aspek demografis bangsa seperti alm Prof Widjojo Nitisastro yang baru berpulang.”Anak adalah sumber harapan yang tidak akan habisnya” bagi kebangkitan bangsa, kata Maria Montessori pakar pendidikan. Salam Indonesia. (Darwin ZS/A Sarinah/WDA) (Editor : Waddi Armi)

Sumber: http://rri.co.id/mobile/index.php/detailberita/detail/16590


Pameran dan Seminar Nasional CSR Pendidikan Sektor ESDM Tahun 2011
SELASA, 26 APRIL 2011 14:21 WIB

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR: 23/HUMAS KESDM/2011
Tanggal: 26 April 2011

PAMERAN DAN SEMINAR NASIONAL
CSR PENDIDIKAN SEKTOR ESDM TAHUN 2011

Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai salah satu sektor strategis memiliki peran dalam mendukung pembangunan nasional. Peran strategis sektor ESDM antara lain melalui: penyediaan pasokan energi, berkontribusi pada penerimaan negara, mendukung pembangunan daerah melalui dana bagi hasil sektor ESDM, serta efek berantai penciptaan tenaga kerja melalui kegiatan pengusahaan di sektor ESDM.

Peran sektor ESDM yang tidak kalah pentingnya yang sering terlupakan adalah tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat (Corporate Social Responsibility/CSR). Perusahaan sektor ESDM telah melakukan tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat melalui CSR khususnya di bidang pendidikan.

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 02 Mei, maka Kementerian ESDM, melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badiklat ESDM) menyelenggarakan Pameran dan Seminar Nasional, yang bertemakan: Pendidikan Nasional dengan judul: CSR Pendidikan Sektor ESDM Tahun 2011. Pameran dan Seminar Nasional ini diselenggarakan selama 3 hari pada tanggal 02 hingga 04 Mei 2011 yang bertempat di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Keseluruhan peran sektor ESDM memiliki satu muara tujuan yaitu : mengkonversi keunggulan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia berupa potensi Sumber Daya Alam (SDA) energi dan mineral yang dikenal sebagai comparative advantage yang merupakan keunggulan yang bersifat “sementara” menjadi keunggulan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikenal sebagai competitive advantage yang merupakan keunggulan yang bersifat “kualitas”.

Upaya mengkonversi comparative advantage menjadi competitive advantage yang paling potensial adalah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang pendidikan. Pendidikan berdampak besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (ability) dan budi pekerti (attitude).

Penyelenggaraan Pameran dan Seminar Nasional bertemakan Pendidikan Nasional ini bertujuan untuk mendorong dan mempromosikan seluruh Perusahaan di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral untuk secara aktif berpartisipasi dalam CSR Pendidikan sebagai upaya dalam peningkatan comparative advantage menjadi competitive advantage.

Pameran CSR Pendidikan Sektor ESDM yang terdiri dari Sub Sektor Minyak dan Gas, Sub Sektor Mineral dan Batubara, dan Sub Sektor Energi dan Ketenagalistrikan menampilkan kegiatan dan program CSR Pendidikan yang telah dilakukan dengan melibatkan masyarakat antara lain: pemberian beasiswa, bantuan sarana dan prasarana pendidikan, pelatihan, bantuan tenaga guru, dan pelatihan bagi guru. Sementara Seminar Masa Depan Indonesia melalui CSR Pendidikan Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain Seminar dan Pameran, juga diadakan perlombaan, yaitu: Lomba Puisi Tingkat SMU bertemakan Pendidikan Rakyat Untuk Masa Depan Indonesia dan Lomba Fotografi Untuk Umum yang bertemakan Semangat Pendidikan Nasional. Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mendokumentasikan semangat Pendidikan Nasional yang dicetuskan oleh para pendirinya khususnya di mata generasi muda dari sisi sosial kemasyarakatan dan sosial kultural sehingga memacu generasi muda untuk terus membangun bangsa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Pembicara dalam Seminar Pendidikan Nasional antara lain: Menteri ESDM, Dr. Darwin Zahedy Saleh, S.E., MBA, tokoh nasional pendidikan Prof Arief Rahman dan Prof Yohanes Surya, Gubernur terkait dan para perusahaan di sektor ESDM yang melakukan CSR Pendidikan. Acara Pameran dan Seminar Nasional ini dihadiri oleh Perusahaan di lingkungan Minyak dan Gas, Perusahaan di lingkungan Mineral dan Batubara, Perusahaan di lingkungan Ketenagalistrikan, Lembaga Pemerintah, Institusi Pendidikan, Akademisi/Pengajar/Mahasiswa/ Pelajar dan Lembaga Swadaya Masyarakat. (Kepala Biro Hukum dan Humas – Sutisna Prawira)

Sumber: http://www.esdm.go.id/siaran-pers/55-siaran-pers/4441-pameran-dan-seminar-nasional-csr-pendidikan-sektor-esdm-tahun-2011.html


Comments are closed.