Dewan Energi

Draft Rumusan Kebijakan Energi Nasional Ditargetkan Selesai Bulan Maret
Kamis, 21 Januari 2010

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) mengatakan Draft Rumusan Kebijakan Energi Nasional sebagai misi utama DEN ditargetkan akan diserahkan pada Bulan Maret 2010 mendatang. Hal tersebut disampaikan Beliau dalam konferensi pers usai rapat rutin dengan anggota DEN, Kamis (21/1). “Draft Rumusan Kebijakan Energi Nasional ditargetkan akan diserahkan pada bulan Maret 2010”, ujar Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Darwin Zahedy Saleh.

Setelah beroperasi secara resmi sejak bulan Juni 2009, DEN telah merancang dan merumuskan Kebijakan Energi Nasional untuk ditetapkan oleh Pemerintah dengan persetujuan DPR, menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), menetapkan langkah-langkah penanggulangan krisis serta melakukan kajian energi yang sifatnya lintas sektoral. Ketua Harian DEN mengharapkan Kebijakan Energi Nasional yang dihasilkan akan bersifat lintas sektoral. “ Dengan anggota DEN yang terdiri dari 7 (tujuh) orang Menteri dan 8 (delapan) Unsur Pemangku Kepentingan diharapkan Kebijakan Energi Nsional dimasa depan tidak lagi bersifat sektoral namun lintas sektoral, integrated dan strategis”, ujar darwin Zahedy Saleh.

Isu-isu lintas sektor yang sudah di identifikasi lanjut Beliau misalnya, harga energi, pembiayaan infrastruktur energi, pemanfaatan sumber daya energi di kawasan hutan lindung, penurunan emisi dari sektor energi, efisiensi pemanfaatan energi di sektor transportasi, alih teknologi dan pengembangan teknologi domestik di sektor energi, pengembangan Energi baru Terbarukan (EBT) dan alokasi gas untuk industri energi dan non energi.

“Sesuai dengan tugasnya, DEN akan menghasilkan kebijakan strategis yang diarahkan untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan, dan menjadi panduan bagi seluruh sektor dalam menyusun kebijakannya terkait dengan energi”, imbuh Ketua Harian DEN.

Dewan Energi Nasional (DEN) dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Pasal 12, Pasal 13 dan Pasal 14, telah dibentuk Dewan Energi Nasional (DEN) yang terdiri atas pimpinan dan anggota. Pimpinan DEN terdiri atas Ketua (Presiden RI), Wakil Ketua (Wakil Presiden RI) dengan Ketua Harian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Anggota DEN terdiri atas 15 orang, yaitu 7 (tujuh) orang adalah Menteri lintas sektoral maupun pejabat pemerintah yang secara langsung bertanggungjawab atas penyediaan, transportasi, penyaluran, dan pemanfaatan energi. Sedangkan 8 (delapan) orang anggota berasal dari Unsur Pemangku Kepentingan (UPK) yang mewakili kalangan akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup dan konsumen.

Sumber: http://www.esdm.go.id/berita/37-umum/3120-draft-rumusan-kebijakan-energi-nasional-ditargetkan-selesai-bulan-maret.html
Foto Terkait: Konferensi Pers Dewan Energi Nasional, 21 Januari 2010


DEN Ubah Kebijakan Energi
Suhartono | Erlangga Djumena | Kamis, 24 Juni 2010 | 21:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Dewan Energi Nasional yang baru terbentuk dua tahun lalu akan mengubah kembali kebijakan energi nasional yang sebelumnya baru ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Kebijakan energi nasional yang tengah disusun oleh Dewan Energi Nasional (DEN) akan mengubah sasaran kebijakan energi nasional, yaitu mengubah pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dari sebelumnya 50 persen tahun 2006 menjadi 20 persen pada tahun 2025 mendatang. Adapun penggunaan gas alam ditingkatkan pemakaiannya dari sebelumnya 25 persen menjadi 27 persen. Sedangkan pemakaian batubara dari sebelumnya 15 persen ditingkatkan menjadi 30 persen. Dan, penggunaan energi terbarukan dari sebelumnya nol persen ditingkatkan pemakaiannya menjadi 17 persen. Demikian disampaikan Ketua Harian Dewan Energi Nasional, yang juga Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam keterangan pers, seusai menghadap Wakil Presiden Boediono, yang juga Wakil Ketua DEN di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

“Mengenai bauran energi (energy mix), kita akan mengubah dan menurunkan minyak bumi dari posisi 50 persen berdasarkan Perpres No. 5 Tahun 2006 menjadi 20 persen. Dengan demikian isi perpres akan disempurnakan lagi,” tandas Darwin. Menurut Darwin, pemakaian gas alam diakui relatif, dari sebelumnya 26 persen ditingkatkan menjadi 27 persen pemakaiannya. Sedangkan batubara meningkat pemakaiannya dari sebelum 15 persen ke 30 persen. ” Energi terbarukan meningkat menjadi 17 persen dari sebelumnya nol,” tambah Darwin.

Darwin mengakui rumusan Kebijakan Energi Nasional (KEN) ini masih harus dimatangkan lagi. Juli ini akan dimatangkan rancangannya dan akhir Juli kan dibawa ke Ketua DEN, yakni Presiden RI. ” Selanjutnya, akhir Desember ini akan dikonsultasikan dengan DPR untuk dibahas menjadi KEN yang baru,” lanjutnya. Dikatakan Darwin, dari KEN akan dikembangkan menjadi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). “RUEN ini semacam rencana startegi yang berdimensi selama lima tahun mendatang,” ujar Darwin.

Khusus untuk percepatan penggunaan energi terbarukan, saat ini pemerintah tengah menyusun kebijakan insentif dan disinsentif khusus bagi pengguna energi terbaruk an maupun para investornya. “Seperti apa insentif yang akan diberikan maupun disinsentif yang akan diberlakukan, masih kita susun,” katanya. DEN dibentuk sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) No. 30 Rahun 2007 tentang Energi. Tugas DEN, selain merancang dan merumuskan KEN, juga menetapkan RUEN dan menetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis dan darurat energi serta mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektoral.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/06/24/2102066/den.ubah.kebijakan.energi


Dewan Energi Belum Yakin Listrik Bebas Padam 30 Juni
Irwan Nugroho – detikfinance – Kamis, 24/06/2010 17:01 WIB

Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) belum yakin listrik di Indonesia akan bebas padam pada 30 Juni 2010, seperti yang dijanjikan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan. Karena masih banyaknya daerah-daerah yang masih mengalami masalah listrik. Demikian disampaikan oleh Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Darwin Saleh yang juga merupakan Menteri ESDM, saat ditemui di kantor Wapres, Jalan Medan Merderka Selatan, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

“DEN wujudkan tanggung jawabnya dengan cara membagi anggotanya untuk masuk ke daerah-daerah yang langsung mengalami masalah listrik. Ketika itu menariknya, tidak di Jawa, walaupun di Jawa juga alami masalah. Tapi di daerah yang sering luput dari jangkauan kita seperti Sulawesi, Sumatera, NTT, Kalimantan, dan Maluku,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Anggota DEN Eddie Widiono mengatakan DEN akan melakukan pembahasan dengan PLN, Kementerian ESDM, dan Pertamina terkait rencana tidak adanya byar pet lagi di Indonesia pada 30 Juni 2010 nanti. “Karena ini menyangkut kebutuhan bahan bakar yang harus disediakan Pertamina dan gas untuk bisa menunjang langkah tersebut,” ujarnya.

Eddie mengatakan, sejak 2009 sampai awal 2010 DEN menemukan kekurangan dalam penyediaan listrik daerah-daerah. “Dan memang juga di tempat-tempat yang ada kekurangan, penyambungan masih berjalan. Ini tentunya karena desakan masyarakat juga, hal-hal seperti ini yang akan dikoordinasikan dengan PLN, supaya masyarakat tidak dirugikan,” tukasnya.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2010/06/24/165247/1385810/4/dewan-energi-belum-yakin-listrik-bebas-padam-30-juni


DEN: Masyarakat Indonesia Boros Energi
Kamis, 24 Juni 2010 19:27 WIB | 2361 Views

Jakarta (ANTARA News) – Masyarakat Indonesia dinilai masih sangat boros menggunakan energi, sehingga berapapun jumlah pasokan listrik yang disediakan akan selalu berkurang, kata Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Darwin Zahedy Saleh. “Masyarakat kita, termasuk saya masih termasuk boros dalam menggunakan energi. Ini terlihat dari elastisitas energi kita yang masih stinging dan ini akan terus diturunkan sampai di bawah 1,5 hingga 1,4,” ujar Darwin Zahedy Saleh yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Kamis.

Hal tersebut dikemukakannya usai menghadiri rapat Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin oleh Wapres Boediono sekaligus sebagai Wakil Ketua DEN. Rapat itu juga dihadiri oleh sejumlah menteri antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas, Armida Alisjahbana. Menurut dia, saat ini elastisitas penggunaan energi masyarakat Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 1,6 persen dan idealnya jumlahnya di bawah angka itu. Untuk listrik, menurut dia, kebutuhan listrik nasional sekitar 7,5 persen per tahun, sementara peningkatan pasokan listrik hanya empat persen per tahun.

“Artinya, apabila kita hanya berkosentrasi pada sisi pasokan saja tapi tidak mendorong masyarakat agar lebih hemat dan efisien dalam penggunaan energi, maka akan selalu berkutat pada adanya selisih permintaan dan kebutuhan,” kata Darwin yang juga menteri Energi Sumber Daya Mineral. Dikatakan, secepat-cepatnya pertumbuhan listrik nasional paling tinggi hanya mampu mencapai empat persen per tahun dan kalau tidak ditekan bisa maka kebutuhan listrik bisa mencapai sembilan persen.
Aspek kebutuhan listrik, katanya, memerlukan komitmen kuat dari tiga pihak, yaitu pemerintah, masyarakat serta swasta, dengan cara konservatif dalam melakukan penghematan energi. “Tidak bisa upaya penghematan listrik hanya dilakukan pemerintah saja, tapi harus dari semua pihak,” katanya.

Tugas DEN antara lain merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional (KEN) untuk ditetapkan oleh pemerintah dengan persetujuan DPR. Juga menetapkan rencana umum energi nasional (REN) serta langkah penanggulangan kondisi krisis dan darurat energi, serta mengawasi pelaksanaan kebijakan bidang energi yang bersifat lintas sektoral. Anggota DEN terdiri atas 15 orang, tujuh orang diantaranya adalah menteri maupun pejabat pemerintah dan delapan orang lainnya adalah anggota dari pemangku kepentingan yang mewakili kalangan akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup dan konsumen. Pimpinan DEN terdiri atas ketua adalah Presiden, wakil ketua adalah Wakil Presiden, sedangkan ketua harian adalah menteri ESDM.
Editor: Priyambodo RH

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1277382433/den-masyarakat-indonesia-boros-energi


Dewan Energi Usulkan Subsidi Gas untuk Transportasi
Kamis, 04 November 2010 | 20:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Dewan Energi Nasional mendesak pemerintah memberikan subsidi bahan bakar gas untuk memaksimalkan pemanfaatan sektor transportasi. “Subsidi BBM (bahan bakar minyak) sudah terlalu besar di sektor transportasi. Percepatan pengadaan BBG bisa mengurangi subsidi BBM,” kata Ketua Harian Dewan Energi Nasional Darwin Zahedy Saleh di Jakarta, Kamis (4/11).

Menurut Darwin, Dewan Energi telah memberikan arahan kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, sebagai pelaksana teknis pemerintah. Arahan tersebut terdiri atas kepastian harga bahan bakar gas hingga tingkat nasional, kepastian pasokan, infrastruktur, dan kompetensi lembaga yang terkait, seperti Kementerian Perhubungan. Anggota Dewan Energi, Herman Agustiawan, menambahkan imbas subsidi untuk BBG jauh lebih menguntungkan ketimbang subsidi untuk BBM. “Kalau diberi subsidi antara 25-75 persen (dari harga sekarang), imbasnya ternyata masih lebih menguntungkan ,” ujarnya.

Herman mengakui saat ini terdapat kendala mengenai harga dan pasokan gas yang masih sulit tercapai. Soal harga misalnya, harga gas di pasar internasional sudah tidak bisa ditawar, yang memerlukan skema harga mulai dari sektor hilir hingga ke hulu agar bisa dinikmati semua pihak. Pemerintah perlu menerbitkan peraturan yang dapat memberikan kepastian harga dan pasokan BBG. Dewan Energi, menurut Herman, meminta kepastian tersebut dalam bentuk peraturan presiden, yang di dalamnya mengandung rencana induk pemanfaatan BBG nasional untuk sektor transportasi, serta kewajiban penggunaan BBG untuk kendaraan umum, terutama di kota besar.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2010/11/04/090289534/Dewan-Energi-Usulkan-Subsidi-Gas-untuk-Transportasi

Comments are closed.