BBM

Kebijakan Energi Indonesia Diganjal Kalangan Tertentu
MINGGU, 18 SEPTEMBER 2011 | 15:14 WIB

Tempo.co – Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh menyatakan salah satu faktor yang membuat pembangunan infrastruktur energi terhambat adalah subsidi untuk energi yang selalu membengkak dari perhitungan semula.

“Saat penetapan subsidi bahan bakar minyak dan listrik, selalu membengkak dan selalu direvisi dari jumlah semula sehingga menghambat kemampuan negara membiayai infrastruktur yang lebih strategis bagi bangsa,” ujar Darwin, dalam pesan pendeknya kepadaTempo, Ahad, 18 September 2011.

Padahal investasi infrastruktur energi sangat penting untuk menghasilkan energi yang lebih ekonomis, terjangkau, dan berkelanjutan. Darwin menegaskan subsidi memang hak yang harus dijamin dan diberikan pemerintah kepada rakyatnya. Namun dalam hal ini hanya bagi masyarakat yang kurang mampu.

Masalahnya, kelompok masyarakat yang berdaya beli rendah masih sangat banyak. Dari sisi jumlah tenaga kerja informal saja, saat ini masih mencapai 67 persen dari total pekerja yang ada di Indonesia.

Darwin mendorong agar pemerintah dan perusahaan-perusahaan mau memberdayakan para pekerja informal tersebut untuk memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat. “Kita harus gencar buat program terobosan,” ujarnya.

Salah satu caranya adalah perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan sumber daya alam, seperti mineral, batu bara, maupun minyak dan gas, terjun langsung dalam meningkatkan sumber daya manusia dan tenaga kerja di sekitar daerah tambang mereka.

Dia juga meminta para pengusaha di sektor mineral, batu bara, dan migas, lebih berkomitmen untuk mengembangkan energi baru terbarukan. “Kita juga perlu menelaah ulang dan meningkatkan serta menajamkan strategi dalam APBN agar tidak terpaku dalam peningkatan pajak dan pembiayaan subsidi saja,” ucap Menteri.

Selama infrastruktur kurang memadai dan tidak dikembangkan, Darwin yakin selama itu pula beban subsidi energi negara akan terus membengkak. Kementerian ESDM, katanya, telah memiliki program-program di sektor tersebut.

Namun sayang, upaya tersebut masih sering diganjal oleh kalangan tertentu yang memiliki kepentingan dalam bisnis bahan bakar minyak. “Ada yang tidak suka kita punya kilang lebih banyak, tidak senang gas menggantikan BBM dalam pembangkit listrik dan transportasi kita,” ujar dia.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Darwin: Pengaturan BBM Dorong Pemanfaatan Energi Baru
Kamis, 16 Desember 2010 | 0:32

JAKARTA- Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Darwin Saleh mengatakan, pengaturan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan semakin mengembangkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan atau EBT. “Harga BBM murah (ke semua golongan masyarakat) menjadi penghambat berkembangnya EBT,” katanya usai rapat kerja DEN dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu.

Padahal, menurut Darwin, EBT akan menjadi andalan setelah BBM habis dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Sumur-sumur minyak kita mengalami penurunan produksi secara alamiah sebesar 12%,” katanya. Ia mengatakan, pemerintah hanya akan memberikan subsidi BBM kepada masyarakat yang tidak mampu. Sedang, bagi golongan mampu tidak boleh memakai BBM subsidi. Sekarang ini, lanjut Darwin, karena masih mahal, golongan mampu masih membeli premium dan tidak EBT. “Energi fosil yang murah tidak merangsang EBT,” ujarnya.

Pemerintah dan DPR pada Selasa (14/12) menyepakati pemberlakuan pengaturan BBM bersubsidi mulai Maret 2011 untuk jenis premium di wilayah Jabodetabek. Kesepakatan dicapai dalam rapat Komisi VII DPR dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Darwin Saleh, dan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo. (gor/ant)

Sumber: http://www.investor.co.id/energy/darwin-pengaturan-bbm-dorong-pemanfaatan-energi-baru/1654


Pejabat Akan Dilarang Beli BBM Bersubsidi
Antique, Nur Eka Sukmawati – Sabtu, 20 Agustus 2011, 07:08

VIVAnews – Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjalin kerja sama untuk pembatasan penggunaan bahan bakar minyak di pemerintahan di daerah.

Menurut Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, kerja sama itu dimaksudkan agar kepala daerah berpartisipasi dalam mengendalikan penggunaan BBM di wilayahnya. Sebab, jika kalangan birokrasi di daerah tidak membantu pengendalian konsumsi BBM akan berdampak pada melonjaknya jumlah subsidi BBM.

“Ini MoU kami bantu supaya ditaati. Kalau tak terkendali penggunaan BBM di daerah, nanti subsidinya naik terus,” ujarnya di Kemendagri, Jumat malam..

Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak ada pembatasan kuota pemakaian BBM di daerah. Gamawan juga akan mengapresiasi gubernur, bupati atau walikota yang di daerahnya pemakaian BBM sesuai kuota.

“Meski tidak bisa dicegah adanya masyarakat yang nakal dengan menimbun BBM. Kalau ada partisipasi kepala daerah yang peduli soal tersebut bisa menjadi nilai plus yang patut diteladani,” kata dia.

Gamawan menjelaskan, ke depan akan dibuat aturan tentang pengawasan penggunaan BBM di kalangan Pegawai Negeri Sipil. “Ya, pengendalianlah. Pengaturan dan pengendalian,” tegasnya.

Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, menyatakan kerja sama tersebut ditujukan agar penggunaan BBM tepat sasaran. Dengan begitu, pejabat kaya yang memiliki mobil mewah tidak membeli premium yang masih disubsidi negara. “Intinya, agar ada partisipasi dari PNS daerah untuk membantu pengendalian subsidi BBM,” kata Darwin.

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/241941-penggunaan-bbm-birokrasi-di-daerah-dibatasi


Transportasi Massal Kurangi Konsumsi BBM Subsidi
Rabu, 21 September 2011 13:12 WIB

JAKARTA–MICOM: Menteri ESDM Darwin Saleh menegaskan pengembangan transportasi massal merupakan salah satu jalan keluar mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. “Substansi strategis itu berhasil Indonesia masukkan dalam pertemuan ASEAN+3,” katanya dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Rabu (21/9).

Darwin sedang mengikuti Pertemuan Menteri-Menteri Energi ASEAN ke-29 dan dilanjutkan Forum ASEAN+3 yang mempertemukan 10 anggota negara ASEAN ditambah tiga mitra dialog yakni China, Jepang, dan Korea Selatan di Brunei Darussalam sejak Selasa (20/9). Setelah Forum ASEAN+3 akan dilanjutkan pertemuan yang lebih luas yakni East Asia Summit yang melibatkan AS, India, Rusia, Australia, dan Selandia Baru. Tugas Darwin di dalam negeri untuk sementara dipegang Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. (Ant/OL-5)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/09/261389/4/2/Transportasi-Massal-Kurangi-Konsumsi-BBM-Subsidi


Zaman Minyak Akan Berakhir Sebelum Dunia Kekurangan Minyak
Oleh: Darwin Zahedy Saleh – Kamis, 16 Februari 2012 1`8:30:37

KBRN, Jakarta: Sahabat,”…Zaman Batu berakhir bukan karena dunia kekurangan batu; jadi, Zaman Minyak juga akan berakhir jauh sebelum dunia kekurangan minyak,” ungkapan itu terkenal di era 70-an,dinyatakan Sheikh Zaki Yamani, mantan menteri perminyakan Saudi selama 30 tahun. Setelah lebih dari 150 tahun sumur-sumur minyak dunia dieksploitasi (125 tahun di Indonesia), potensi sumber daya minyak memang masih ada, tapi semakin mahal untuk mnghasilkannya, semakin berisiko dan bergeser ke laut dalam. Minyak dunia semakin tidak pasti, permintaan semakin tumbuh tinggi, tapi pasokan lambat mengikuti. Apalagi sejak 2 bangsa besar (RRC 1,5 milyar, India 1 milyar, keduanya sekitar 40% dari populasi dunia), perekonomiannya tumbuh tinggi lebih dari 8% bahkan hingga 10%. Perusahaan-perusahaan swasta besar minyak dunia (the Big Oil) semakin hati-hati dengan enggan berinvestasi, karena sejak 2006 kelangsungan usahanya semakin tidak pasti, akibat mereka tidak lagi menguasai cadangan minyak dunia.

Kini negara-negara melalui perusahaan minyak nasionalnya (the National Oil Coys) mnguasai 90% cadangan minyak di dunia, dan the Big Oil, rankingnya dalam penguasaan cadangan terlempar ke urutan belasan (Exxon 14, BP ke 17, Shell 19, Chvron 25). Cadangan minyak mereka kini kurang dari 10%. Apa sebab? Sejak tahun 2006 bangsa-bangsa semakin ketat bersaing menguasai cadangan-cadangan minyak di dunia karena khawatir kekurangan energi (disebut fenomena “resource nationalization“). Muncul masalah mendasar, berbeda dengan kemampuan the Big Oil dalam berinvestasi, ternyata kemampuan investasi negara melalui perusahaan minyak nasionalnya sangat terbatas, akibat persaingan alokasi budget negara untuk proyek-proyek yang sering dipandang lebih urgent dan tepat secara politik, termasuk keharusan membayar dividen pada APBN yang berakibat pada kurangnya dana investasi.

Buntut dari fenomena itu adalah terjadinya “under investment” di dunia minyak termasuk di Indonesia. The Big Oil juga semakin terbatas dalam melakukan kegiatan “eksplorasi” minyak atau penemuan lapangan baru. Perusahaan-perusahaan minyak swasta itu lebih fokus paad kegiatan “eksploitasi” alias lebih menggarap lapangan minyak yang sudah pasti. Akibatnya, “reserve replacement ratio” atau RRR cadangan minyak kurang dari 100% (di Indonesia skitar 40-50%), yang artinya hanya sekitar 40% temuan baru yang didapat untuk menggantikan sumur yang diekploitasi itu kelak. Bukti-bukti menunjukkan, Work, Plan &Budget perusahaan minyak di Indonesia juga menunjukkan porsi anggaran eksplorasi yang relatif menurun. Penguasaan cadangan minyak oleh negara tidaklah salah, tapi harus dipikirkan bagaimana agar tidak terjadi kekurangan investasi di dunia minyak. Sulitnya Indonesia menembus target produksi 1 juta barrel/hari ternyata berkaitan dengan fenomena di tingkat global itu. Tapi hal itu masih belum juga ditindaklanjuti secara memadai, termasuk di negeri kita. Salam Indonesia. (A Sarinah/Darwin ZS/WDA). (Editor : Waddi Armi)

Pembatasan BBM Subsidi Masih Terus Dikaji
Muhammad Rifai – Okezone – Senin, 7 Februari 2011

JAKARTA – Pemerintah menyatakan sampai saat ini pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih terus dikaji. Dipastikan, pembatasan tersebut akan terjadi. “Pembatasan subsidi dilakukan untuk membantu rakyat kecil. Sampai saat ini BBM bersubsidi lebih cenderung dinikmati masyarakat mampu,” kata Menteri ESDM Darwin Z Saleh ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/2/2011).

Dengan dibatasinya BBM bersubsidi, sisa dana subsidi bisa dialihkan ke PT PLN (Persero) karena masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik. Darwin sendiri berujar, banyak masyarkat yang tidak layak mendapat BBM bersubsidi tapi mereka mengeluh lebih kencang dari yang layak mendapatkan subsidi. “Pembatasan subsidi tersebut rencananya akan mulai diberlakukan bulan April, dan difokuskan utamanya hanya untuk sekitar Jabotabek dahulu,” pungkasnya. (ade)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2011/02/07/320/422280/320/pembatasan-bbm-subsidi-masih-terus-dikaji


Darwin: Memalukan Orang Kaya Pakai Premium
Hasanuddin Aco | Erlangga Djumena | Rabu, 2 Maret 2011 | 14:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Saleh menyatakan, orang kaya yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium adalah tindakan yang memalukan. “Yang jadi soal ketika harga Pertamax naik, kok membeli BBM (bersubsidi) yang bukan buat mereka (orang kaya). Ini tolong tulis, ini memalukan. Kalau saya jadi orang mampu (kaya) tidak akan melakukan hal itu,” kata Darwin kepada pers seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, delegasi Mitsubishi Corporation Jepang yang dipimpin Presiden dan CEO Mitsubishi Corporation Ken Kobayashi, Rabu (2/3/2011) di kantor Presiden Jakarta. Penjelasan itu dikemukakan Darwin menjawab pertanyaan wartawan soal harga Pertamax (BBM nonsubsidi) yang kembali naik. “Kan (Pertamax) sudah mengikuti (harga) pasar. Buat orang mampu biar saja. Mereka (orang kaya) harus berani membeli,” kata Darwin.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/02/14503652


Bensin langka, pemerintah tuding spekulan
Oleh Hans Henricus – Selasa, 08 Maret 2011 | 13:21 WIB

JAKARTA. Kelangkaan bensin terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah menuding spekulan berada di balik tersendatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Z. Saleh mengecam aksi spekulasi tersebut lantaran menyusahkan masyarakat. “Bukan waktunya berspekulasi, itu menyengsarakan masyarakat,” katanya usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Presiden Filipina Benigno S. Aquino III di Istana Merdeka, Selasa (8/3).

Darwin memberi contoh kelangkaan premium di Pontianak, Kalimantan Barat terjadi karena aksi spekulasi. Sedangkan di Riau terjadi lantaran ada perbaikan kilang minyak di Dumai. “Tapi sudah diatasi sejak kemarin berupa suplai tambahan,” kata politisi Partai Demokrat itu. Tersendatnya pasokan bensin ini terjadi di sela-sela rencana pemerintah menerapkan pembatasan BBM subsidi. Hingga saat ini, realisasi rencana tersebut masih belum jelas. Sementara menurut BPH Migas konsumsi premium terus melonjak. Pemerintah sudah menjatah konsumsi premium pada bulan Februari lalu sebesar 1,7 juta kiloliter (kl). Kenyataannya pemakaian premium selama Februari telah menembus hingga 1,8 juta kl.

Sumber: http://nasional.kontan.co.id/news/bensin-langka-pemerintah-tuding-spekulan-1/2011/03/08


Darwin Saleh: Pemerintah tak bisa terapkan subsidi BBM tahun ini
Oleh Mohamad Jumasri – Senin, 21 Maret 2011 | 20:01 WIB

JAKARTA. Energi Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh Menteri mengatakan, pemerintah tidak dapat menetapkan pengaturan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Sebab, pertimbangan eksternal seperti kesiapan infrastruktur, kebijakan yang harus dipersiapkan oleh pemerintah dan juga kondisi harga pangan.

Darwin menambahkan, pemerintah harus juga melihat harga minyak dunia. “Harga minyak pertamax yang di pasar terlalu tinggi di bandingkan dengan harga premium hal ini dapat mengganggu kebijakan pemerintah dalam menerapkan pengaturan BBM bersubsidi,” katanya. Sekadar informasi, jika pemerintah tidak menerapkan pengaturan BBM bersubsidi pada tahun ini, pemerintah akan menanggung Rp 7 triliun dari BBM bersubsidi atau setara dengan volume total dapat mencapai sebanyak 42 juta kilo liter (kl) dan excess terhadap kuota 3,5 juta kl.

Sumber: http://nasional.kontan.co.id/news/darwin-saleh-pemerintah-tak-bisa-terapkan-subsidi-bbm-tahun-ini-1


Selama Lebaran, pemerintah pastikan stok BBM, elpiji dan listrik aman
Oleh Petrus Dabu – Rabu, 10 Agustus 2011 | 16:22 WIB

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), elpiji dan listrik selama Lebaran aman. Menteri ESDM Darwin Zahedi Saleh mengatakan, stok BBM cukup memenuhi kebutuhan selama 21,67 hari per 9 Agustus. Darwin merinci, stok premium cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 18,6 hari. Untuk minyak tanah mencapai 77,7 hari dan solar mencapai 20,4 hari.

Untuk stok elpiji saat ini mencapai sebesar 263.364 metrik ton. “Dengan konsumsi per hari LPG sebesar 13.022 metrik ton, sehingga ketahanan stok LPG nasional yaitu sebesar 18,65 hari,” ujarnya, rabu (10/8). Begitu pun dengan setrum. Darwin mengatakan, total daya pembangkit secara nasional mencapai 25.268 MW dan beban puncak sebesar 20.253 MW. “Sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 5.014 MW,” katanya. Untuk menjaga keamanan pasokan BBM, Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina. Langkah yang dilakukan yakni memastikan kesiapan truk pengangkut BBM dan pom bensin di jalur mudik dan jalur alternatif serta penambahan mobil tangki di sekitar jalur Indramayu-Cirebon.

“Selain itu, menyiapkan kantong-kantong BBM premium di beberapa SPBU di daerah, melakukan pengaturan pembedaan jalur pelayanan antara motor dan mobil serta menyediakan pelayanan SPBU transit khusus sepeda motor,” jelasnya. Kementerian ESDM juga membentuk Posko Kementerian ESDM dan satgas BBM di seluruh wilayah atau region dan kantor pusat Pertamina. Khususnya di jalur mudik dan balik mulai H-15 sampai dengan H+15 sepanjang jalur Pantura, Selatan, arah Merak dan Lampung, SPBU-SPBU akan beroperasi selama 24 jam.

Sementara untuk menjaga keamanan pasokan LPG, bekerjasama dengan PT Pertamina, Kementerian ESDM melakukan langkah-langkah seperti menjaga kehandalan kilang LPG, menjadwalkan impor secara tepat, siap melakukan tambahan pengadaan setiap saat (impor), menambah jam operasi 24 jam untuk SPBE dan agen yang ditunjuk, meningkatkan penyediaan tabung LPG dan truk pengangkut LPG memperoleh dispensasi pengangkutan saat lebaran melalui jalur mudik. Untuk antisipasi bencana geologi, disiapkan informasi peta rawan bencana geologi seperti peta sebaran titik rawan gerakan tanah pada jalur jalan di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi Utara. Serta dalam rangka merespon dengan cepat setiap bencana yang terjadi dan siaga dalam waktu 24 jam, dibentuk Tim Tanggap Darurat Bencana Geologi.

Sumber: http://nasional.kontan.co.id/news/selama-lebaran-pemerintah-pastikan-stok-bbm-elpiji-dan-listrik-aman


Penyelewengan BBM Bersubsidi Kian Marak, Menteri ESDM Minta Daerah Awasi BBM Bersubsidi
Rabu, 07 September 2011 , 14:00

JAKARTA – Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh mengakui penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih marak terjadi di berbagai daerah sehingga realisasi BBM yang seharusnya dinikmati oleh orang-orang yang berhak mendapatkannya cenderung membengkak.

“Realisasi BBM bersubsidi cenderung membengkak akhir-akhir ini, itu tanda-tanda masih besarnya tindak penyelewengan,’’ ungkap Darwin kepada Wartawan di sela-sela acara halal bi halal di Gedung KESDM, Rabu (7/9).

Dijelaskan Darwin, penyelewengan tersebut antara lain dilakukan oleh pelaku industri pertambangan, kebun dan lainnya yang jelas-jelas tidak memperbolehkan menggunakannya seperti yang sudah ditegaskan dalam undang-undang. Mereka ini (industri) kan menurut UU tidak diperkenankan menggunakan BBM bersubsidi, namun tetap saja membelinya,’’ katanya.

Untuk meminimalisir penyelewengan penyelewengan BBM bersubsidi di daerah, Darwin mengatakan perlu ada upaya lintas kementrian untuk mengatasinya seperti Kemendagri dan Pemerintah Daerah.

‘’Kami berharap ke depan peran dari Pemda bisa lebih ditingkatkan agar bisa menekan tindak penyelewengan tersebut. Sebab jika satu Pemda kendor dalam mengawasi itu maka dampaknya akan kena ke Pemda yang lain juga,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dikeluarkan BP Migas bahwa penyaluran BBM bersubsidi hingga pertengahan tahun 2011 sudah mencapai 51 persen dari kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 yakni 40,49 juta kilo liter. (yud/jpnn).

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2011/09/07/102191/Menteri-ESDM-Minta-Daerah-Awasi-BBM-Bersubsidi-


Pemerintah Rencanakan Pengaturan BBM pada Januari 2012
Senin, 10 Oktober 2011 | 12:22

JAKARTA- Pemerintah merencanakan pengaturan bahan bakar minyak bersubsidi dimulai pada Januari 2012 dengan target volume sebesar 37,8 juta kiloliter. Menteri ESDM Darwin Saleh saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Senin (10/10), mengatakan program pengaturan pemakaian BBM bersubsidi tersebut dimulai di wilayah Jawa dan Bali secara bertahap pada Januari 2012.

“Selain itu, target kuota BBM subsidi sebesar 37,8 juta kiloliter mesti pula dibarengi dengan perubahan aturan, penerapan ‘demand side’, pembatasan produksi kendaraan bermotor, program transportasi masal, dan peningkatan pengendalian distribusi BBM terhadap kebocoran,” katanya. Hadir pula dalam rapat antara lain Menkeu Agus Martowardjojo, Wakil Menkeu Anny Ratnawati, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo, dan Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan.

Kuota BBM bersubsidi sebesar 37,8 juta kiloliter tersebut lebih rendah dibandingkan kesepakatan pemerintah dengan Komisi VII DPR sebesar 40 juta kiloliter. Darwin mengatakan, dengan asumsi kuota 40 juta kiloliter, program pengaturan BBM dilakukan mulai April 2012. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, pihaknya siap menjalankan berapapun kuota BBM tahun 2012 yang disepakati antara pemerintah dan DPR.

“Namun, kuota BBM subsidi sebesar 40 juta kiloliter sebenarnya sudah merupakan upaya paling keras,” katanya. Hal senada dikemukakan Dirut Pertamina Karen Agustiawan. Pertamina, menurut dia, siap menjalankan kuota BBM subsidi sebesar 37,8 juta kiloliter atau 40 juta kiloliter. (ant/hrb)

Sumber: http://www.investor.co.id/energy/pemerintah-rencanakan-pengaturan-bbm-pada-januari-2012/21618


Comments are closed.