Energi

Date: 18/08/2009
Desa Mandiri Energi
Pernahkah sahabat mendengar DME (Desa Mandiri Energi)? Walau sedikit, tetapi pasti, seorang Deputi Menko Ekuin mengabarkan bahwa kini sudah dikembangkan 628 desa mandiri energi, menghemat 43,3 juta liter BBM atau Rp 195 milyar. Bila kelak sudah dikembangkan di seluruh 58.400 desa (desa non perkotaan) di Indonesia, maka akan bisa dihemat Rp 18 triliun/tahun. Dengan penghematan itu, APBN kelak akan mampu menganggarkan Rp 3 milyar/kecamatan untuk seluruh 6.131 kecamatan di Indonesia atau Rp 250 juta/desa. Itulah bukti konkret paduan pendekatan pembangunan pedesaan dan diversifikasi energi. Mari bangun Indonesia yang lebih baik dan merata. Salam Indonesia. salam hari kemerdekaan (catatan kecil dari negeri Paman Sam).


Date: 31/01/2010
Subsidi Energi
Sahabat Pers Yth. Tidak benar bahwa Tarif Dasar Listrik (TDL) akan dinaikkan dalam waktu dekat ini. Apalagi bila kita mencermati daya beli sebagian rakyat kita masih terbatas. Pemerintah masih berfokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas keandalan pasokan listrik untuk masyarakat. Berbagai tahap finalisasi sejumlah pembangkit listrik baru akan diresmikan guna meningkatkan kualitas dimaksud, menyusul bertambahnya pasokan listrik sejumlah 530 MW setelah PLTU Labuhan Banten dan Labuhan Angin diresmikan Presiden pada akhir Januari 2010 ini. Justru saat ini pemerintah sedang merumuskan untuk semakin mempertajam program subsidi yang tepat dan semakin prorakyat. Demikian untuk menjadi perhatian kita bersama. Terima kasih. Menteri ESDM.

Peresmian PLTU Labuan & PLTU Labuhan Angin, 28 Januari 2010


Date: 15/08/2010
Energi Kotoran Sapi
Sahabat, kepioniran untuk menghasilkan energi secara mandiri terus tumbuh di desa-desa Indonesia. Komar, peternak 12 sapi, Desa Haurngombong, Sumedang, sejak tahun 2003 dengan gigih menghasilkan energi untuk memasak dari kotoran sapinya yang diubah jadi biogas, sehingga bisa digunakan 12 rumah. Kini di desa itu sudah ada 130 unit instalasi biogas yang leluasa untuk 400 keluarga. Hasil studi KESDM menunjukkan potensi biogas di Indonesia hingga 1 juta unit, berarti bisa digunakan 3,5 juta keluarga Indonesia (sekitar 40% dari 9 juta kategori keluarga termiskin kita). Dengan instalasi sederhana yang berbiaya Rp 4 juta/unit ternyata rakyat kita mampu menghasilkan jenis energi terbarukan tersebut. Dengan mengkombinasikan program di KESDM, Pemda dan hibah luar negeri, tahun 2010 akan dipasang 1.150 unit dengan target 8.000 unit di 2014. Total biogas yang ada saat ini sekitar 7.000 unit. Sumber energi pedesaan kita cukup banyak, mikrohidro (aliran air sungai), biogas, jarak dan lain sebagainya. Sumber potensial energi terbarukan kita untuk skala besar juga masih banya, geotermal (28 ribu MW) dan Air (75,67 ribu MW). Sambil kita terus menyukseskan proyek-proyek listrik 10 ribu MW tahap I dan II, mari kita kenal, kita hargai dan kita bantu pengembangan energi alternatif berbasis pedesaan dan kreativitas rakyat. Salam Indonesia.

Kunjungan Kerja Ke Sumedang, 19 Agustus 2010


Date: 12/01/2011
Apresiasi dan Kritik terhadap Korporasi
Sahabat, seorang putra Indonesia yang sukses mengatakan, “perusahaan transnasional harus menyadari, bumi berikut kekayaannya adalah milik masyarakat negara itu sendiri. Karena itulah, perusahaan kami mendirikan hampir 40 sekolah di Sumatera, membangun dermaga laut dalam, membangun kawasan hutan lindung Rumbai agar anak-anak di lingkungan perusahaan dan pedesaan mengenal arti hutan tropis”, kata Julius Tahija mantan Presdir Caltex dalam bukunya tahun 1995. Sambil membaca buku itu, saya meninjau lokasi pasca tambang, PT Newmont di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Saya mewakili mata rakyat Indanesia untuk melihat bagaimana tanggung jawab perusahaan asing tersebut pasca tambang. Operasi tambang emas berlangsung 1996 sampai dengan 2004, program reklamasi di tanah seluas 179 ha terus berlangsung 1996 sampai dengan 2009, dan fungsi ekologis hutan telah kembali. Sehingga dari foto udara, tampilan pasca tambang tampak lebih hijau dibanding sebelum penambangan. Tidak ada lagi instalasi penambangan. Yang terlihat adalah sejumlah 155 ribuan pohon-pohon jati, mahoni, cempaka, sengon, angsana dan lain sebaginya. Menurut Tim Unsrat, ditemukan 91 jenis burung. Kawasan Pinjam Pakai hutan seluas 443 ha telah dikembalikan Newmont kepada Pemerintah Indonesia, 12 Januari 2011. Newmont terus melanjutkan program pengembangan masyarakat pasca tambang, sudah membangun 6 sekolah, posyandu, puskesmas, rumah sakit, modal usaha bagi mantan karyawan. Newmont mendapat nilai 93 dari TIM Penilai Reklamasi Pemrintah, lebih tinggi dari 80 batas minimum yang ditetapkan. Kini Bupati memimpikan lokasi kawasan Ratatotok itu jadi kebun raya dan wisata hutan. Sambil terus mengkritisi, kita berikan apresiasi kepada yang sudah berusaha dengan baik buat bangsa. Salam Indonesia.


Date: 22/01/2011
Listrik Bantar Gebang
Sahabat, ada catatan kecil yang agaknya luput dari perhatian kita. Walau kecil tetapi membesarkan hati: Sampah diubah jadi listrik di Bantar Gebang, Bekasi. Kerjasama Pemda DKI, Pemda Bekasi dan mitra swasta, yang dirintis sejak Juli 2009 itu, kini telah berhasil mengubah sampah menjadi listrik. Dari pasokan sampah penduduk DKI sejumlah 6000 ton/hari, 4500 tonnya diubah menjadi listrik, saat ini 4MW dan di 2016 menjadi 26 MW, sisanya berupa pupuk kompos, sejenis tar untuk pengerasan jalan dan air buangan yang sudah ditingkatkan kualitasnya dan layak alir ke sungai. Kini Bantar Gebang itu tidak lagi bernama TPA (Tempat Pembuangan Sampah) tetapi sudah menjadi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). Dulu ada ketegangan antar kedua Pemda soal mudharat sampah tersebut. Kini mudharat sudah diubah menjadi manfaat. Dengan optimisme dan sinergi, kita ternyata mampu mengubah masalah dan tantangan menjadi peluang. Kita harus dorong bersama agar sampah-sampah di kota besar diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salam Indonesia, MESDM.


Date: 30/01/2011
Pentingkan Konservasi Energi Bukan Hanya Diversifikasi Energi
Sahabat, tentulah menarik bila kita mendengar di suatu pabrik, dari 100 persen kebutuhan listriknya, hanya 60 persen-nya yang dibelinya, sisanya didapat dengan memanfaatkan kembali buangan uap panas yang timbul dalam proses produksi sehingga dapat menghasilkan daya listrik sendiri. Cara semacam ini menurut Ayer dalam buku mereka berjudul “Crossing the Energy Divide” (terbitan Wharton School) akan ampuh sebagai jembatan transisi mengatasi masalah energi di dunia, sebelum upaya diversifikasi energi ke arah energi terbarukan yang kini sudah serius berjalan mencapai tingkat massif untuk berpengaruh signifikan. UU Energi no.30/2007 di Indonesia sudah mengamanatkan perlunya langkah konservasi energi di samping diversifikasi. Mengingat sudah sedemikian besarnya peran dan investasi energi fosil dalam kehidupan dan proses produksi masyarakat, maka langkah yang signfikan untuk mengatasi masalah energi haruslah berkaitan langsung dengan pemanfaatan energi fosil secara efisien (baca: konservasi energi). Khususnya, dengan cara memanfaatkan limbah berupa panas, tekanan uap ataupun gas yang timbul dari proses produksi. Dengan kata lain, kata Ayer, tingkatkan kontribusi produktif setiap satuan energi fosil dengan tidak menyia-nyiakan limbah panasnya dan lain sebagainya untuk menghasilkan energi kembali. Jadi, kalau masyarakat benar-benar berkomitmen ingin mengatasi masalah energi lakukanlah “Recapturing Lost Energy“. Menurut buku tersebut, strategi ini sudah berjalan sukses. Dari 100 persen listrik yang dihasilkan di beberapa negara berikut, sebagiannya berasal dari langkah tersebut (di Denmark,50%; Belanda, 39%; Finlandia 37%, RRC 18%, AS masih terbatas, yakni 10%). Bagaimana di Indonesia? Kunjungan Tim ESDM ke Pabrik peleburan tembaga PT. SM, di Surabaya Jum’at kemarin, mendapati pabrik tersebut sudah memanfaatkan limbah uap panasnya untuk menghasilkan daya listrik sendiri disamping menggunakn listrik dengan bahan bakar gas. Pemerintah sedang mendata dan insya Allah akan memberi penghargaan (Energy Award dari pemerintah) kepada prusahaan-perusahaan dengan kepeloporan di bidang konservasi maupun diversifikasi energi semacam itu. Salam Indonesia.


Date: 04/04/2011
Laporan dari Cilacap
Sahabat, update terbaru, pukul.02.50 Senin dini hari, dari terbakarnya tangki di Cilacap:
1. Dua tangki dari 3 tangki yang terbakar telah padam sejak pukul 19 malam.
2. Tangki ke tiga, masih terus diupayakan pemadamannya. Saat ini, 11 fire truck masih terus berkerja. Dari peralatan sistem pemadaman yang ada ternyata kurang memadai, karena membutuhkan kapasitas 600 m3. Untuk itu proses fabrikasi di workshop Cilacap masih berlangsung. Ditargetkan pukul 10 pagi selesai, guna menuntaskan pemadaman tangki.
3. 4 tangki di sekitarnya, khususnya tangki 104 terus diisolasi dari pengaruh kebakaran tangki ke 3, dengan cara menyemprotkan air dan foam, serta menjaga temperatur tangki-tangki itu agar tetap rendah. Saat ini sekitar 39 derajat celcius. Targetnya harus di bawah 80 derajat celcius.
4. Kompleks kilang cilacap terdiri dari 3 kelompok kilang. Yang pertama dibangun 1976, kedua 1983, dan yang ketiga setelah itu. Tangki yang terbakar adalah tangki dalam area 31, bagian dari kelompok yang tertua dibangun 1976. Tangki-tangki yang terbakar tergolong tangki komponen, bukan tangki produk. Di kompleks Cilacap ada 207 tangki dari berbagai jenis tangki yang ada. Jadi, dampak terbakarnya tangki tersebut tidak berpengaruh kepada proses produksi kilang Cilacap atau relatif terbatas, hanya 3%, walaupun tidak kita harapkan.
5. Mitigasi pasokan BBM menyimpulkan bahwa pasokan BBM aman, karena perhari ini secara nasional ketahanan stok adalah 22 hari.
6. Dengan terbakarnya 3 tangki komponen itu, diperkirakan peran ke 3 tangki itu dalam 5 hari tangki-tangki itu dapat kembali normal digantikan tangki-tangki lain yang fungsinya di switch, sehingga untuk sementara waktu kalau pun ada kekurangan (sekitar 0,7 hari stok) dan hingga segera kembali ke normal.
7. Upaya pemadaman terus berlangsung, dari pengamalan kebakaran di Plumpang diestimasi dapat diupayakan padam lebih cepat setelah fabrikasi peralatan tambahan selesai pukul 10 pagi.
8. Bantuan terus diupayakan, kini ada 50 ton foam sudah dikirim, dan sedang disiapkan 80 foam lagi. Foam yang diperlukan sekitar 75 ton.
9. Tangki-tangki itu diasuransikan. Estimasi kerugian dan penyebab kebakaran akan dituntaskan bila pemadaman telah selesai.

Semoga upaya kita bersama dapat sesuai harapan dan situasi segera menormal. terima kasih. Salam Indonesia. MESDM dari lokasi Cilacap.


Date: 04/04/2011
Laporan Langsung dari Cilacap
Sahabat, saat ini upaya pemadaman tangki yang terbakar di Kompleks Kilang Cilacap terus berlangsung. Langkah-langkah yang dilakukan adalah pemadaman Tangki 07, dan isolasi tangki lain, khususnya tangki 104, agar tidak terbakar. Langkah pemadaman dilakukan dengan menggunakan foam, yang bercampur dengan air, selain itu juga dengan menggunakan terminator bertekanan 9 sampai dengan 11 bar. Ahli pemadam untuk kebakaran tangki terbaik Indonesia, Kuswana dari Badak, memperkirakan proses “combating” dengan terminator itu insya Allah dimulai siang ini, yang akan berlangsung 2 jam. Foam yang dibutuhkan dalam combating itu, 100 drum atau 25 ton. Saat ini di lokasi tersedia 200 drum foam atau 50 ton, masih akan terus ditambah dari Cirebon 8,5 ton dan siap dikirim dari Jakarta 41 ton. Langkah isolasi dilakukan dengan menyemprotkan air pada tangki terdekat, khususnya T 104, agar temperaturnya dingin, saat ini 29 derajad celsius, dari target maksimum 80 derajat celsius. 3 tangki yang terbakar adalah tangki komponen berisi nafta dan HOMC, bukan tangki produk. Situasi diperkirakan kembali normal dalam 5 hari. Kemampuan kerja kilang Cilacap tidak terganggu dan pasokan BBM nasional alhamdulillah tidak terganggu. Di kompleks Cilacap ada 3 kelompok kilang, didirikan pada tahun 1976, 1983 dan 1990. Kebakaran terjadi pada tangki komponen, bukan pada kilang. Kompleks kilang cilacap diasuransikan, termasuk bahan bakar, komponennya, instalasi tangki dan lain sebagainya. Terima kasih. Salam Indonesia. MESDM


Date: 05/04/2011
Upaya Mengatasi Kebakaran Tangki Cilacap
Sahabat, dari pemantauan Tim ESDM serta rapat kami di crisis center di Pertamina, berikut adalah upadate terbaru tentang kebakaran di Kompleks Kilang Cialacap:
1. Dari 3 tangki yang terbakar, tangki pertama sudah padam, dan tangki ke dua sudah padam 90% pada pukul 14.30; dan tangki ke tiga sudah padam 60%.
2. Tangki yang terbakar adalah tangki komponen, bukan tangki produk. Di kompleks Cilacap ada 207 tangki, berbagai jenis tangki yang ada. Jadi, dampak terbakarnya tangki tersebut tidak berpengaruh kepada proses produksi kilang Cilacap, atau relatif terbatas, hanya 3%, walaupun tidak kita harapkan.
3. Mitigasi pasokan BBM menyimpulkan bahwa pasokan BBM aman, karena perhari ini secara nasional ketahanan stok adalah 22 hari.
4.Dengan terbakarnya 3 tangki komponen itu, diperkiarakan dalam 5 hari tangki-tangki itu dapat kembali normal, sehingga untuk sementara waktu kalau pun ada kekurangan (sekitar 0,7 hari stok), dapat diantisipasi dengan sedikit menambah impor, dan segera kembali ke normal.
5. Upaya pemadaman terus berlangsung, dari pengamalan kebakaran di Plumpang diestimasi padam dalam 46 jam sejak kejadian awal jam 4 subuh Sabtu kemarin.
6. Bantuan terus diupayakan, kini ada 40 ton foam sudah dikirim, dan sedang disiapkan 80 foam lagi. Foam yang diperlukan sekitar 75 ton. Bantuan dari Balongan, Jatibarang Pemda DKI, Chevron, BP, Exxon dan AU, kepolisian terus berdatangan.
7. Pemadaman dengan helikopter setelah disimulasikan ternyata sulit dilakukan karena jilatan api sampai dengan 150 meter. Di dunia belum ada proses pemadaman tangki dengan helikopter. Demikian, semoga dimaklumi. Salam Indonesia. MESDM.


Date: 06/04/2011
Laporan Pasca Gempa di tengah Kebakaran
Sahabat, berikut update terbaru dari Cilacap. Tidak ada kerusakan kilang Cilacap paska gempa yang terjadi tadi pagi. Pemadaman Tangki 31-T7 yang masih terbakar, mulai hari ini jam 9 atau 10 akan menggunakan Terminator (truk pemadam api berkapasitas sangat besar), segera setelah selesai fabrikasi peralatan di workshop Pertamina Cilacap. Diharapkan api dapat dipadamkan lebih cepat. Senin malam atau Selasa pagi. Untuk keperluan operasi Terminator diperlukan foam dalam jumlah besar. Stok foam sudah cukup, tersedia di Cilacap 94 Ton dan di Jakarta tersedia 41 Ton yang siap kirim. Demikian pula truk pemadam api terus bekerja mengisolasi tangki sekitar agar tetap dingin, tersedia di Cilacap 11 unit. Demikian update dari kami. Terima kasih. Salam Indonesia, MESDM, dari Cilacap.


Date: 07/04/2011
Simpang Siur Berita Cilacap
Sahabat, ada-ada saja simpang siur berita. Kita semua prihatin kilang Cilacap kemarin subuh terbakar. Sejak Sabtu pagi saya sudah mendapat laporan dari Dirut Pertamina, dan segera berkomunikasi dengan Menteri BUMN tentang langkah-langkah pengamanan. Dalam banyak hal, MESDM senantiasa berkoordinasi dengan Mentri BUMN yang juga membawahi aktivitas Pertamina. Untuk kita ingat, supervisi Pertamina untuk aspek kegiatan harian dan aksi korporasi, termasuk keamanan dan kebakaran ada pada domain pengawasan Menteri BUMN. Menteri ESDM tentu concern mengingat dampak kebakaran dapat mengganggu kelancaran pasokan BBM. Karena itu, sebelum tengah hari saya minta Dirjen Migas mngirimkan Direktur Teknik ke lokasi bersama Dirut Pertamina. Siang itu juga, mulai jam 14 sampai dengan pukul 17 saya mengadakan rapat dengan Dirjen Migas dan Pertamina serta BPH Migas tentang penanganan kilang Cilacap dan pengendalian BBM bersubsidi. Pagi itu kami melaporkan kepada Menko dan Presiden. Hingga malam hari kami terus memantau, termasuk ketika saya bersama istri sedang keluar ada acara keluarga. Siang ini, saya dan jajaran memutuskan untuk mengunjungi langsung lokasi. Kondisi pasokan BBM dilaporkan tetap aman. Banyak pihak, khususnya Pak Menko aktif mengambil peran yang sudah langsung ke lokasi, karena memang Menteri BUMN dan MESDM adalah jajaran dalam koordinasi beliau. Demikian semoga dengan upaya kita bersama keadaan kilang Cilacap dapat kembali normal. MESDM.


Date: 15/04/2011
Wajah Patriotik Putra-Putra Indonesia di Chevron
Sahabat, ada kisah nyata ibu gajah yang terluka membawa anaknya keluar dari hutan ke pinggiran kompleks Chevron di Duri Riau, lalu sang ibu mati, seolah menitipkan anaknya kepada para teknisi minyak Indonesia yang berusaha keras mengobati ibu gajah tersebut. Karena yang bercerita sedemikian seriusnya, saya pun berempati menggali kisah mengharukan itu, ketika helikopter kami meninjau pusat eksploitasi minyak terbesar di Indonesia itu. Di sekitar kompleks Chevron, Riau, hutan di sekitar tetap lebat, terus dirawat. Persahabatan fauna dengan pekerja minyak berlangsung sudah 80 tahun. Setiap sore,kata ibu-ibu, monyet, babi hutan menjenguk kompleks sebentar, lantas masuk lagi. Dari lapangan minyak Riau yang dikerjakan Chevron dihasilkan 35% minyak Indonesia. Sumur-sumur itu sudah tua, dari sumur-sumur di Riau itu saja, puncak produksi tahun 1973 pernah mencapai 1 juta barel/hour, terus turun secara alamiah hingga 500 ribuan barel (1984). Putra-putra Indonesia dahulu, ahli perminyakan, tahun 1996-1997 berhasil menaikan produksi sumur-sumur tua itu dengan teknologi injeksi uap, sehingga produksi mencapai 780 ribuan barel. Kini sudah sangat menurun tinggal 360 ribuan barel. Generasi baru putra-putra Indonesia itu pun sedang berusaha keras dengan teknologi baru, surfaktan, agar produksi dapat kembali mencapai puncak di tahun 2030. Sejujurnya saya belum dapat menyelami, ketika mereka dengan serius mengatakan “Lapangan Minas di Riau adalah bukti berkah Allah kepada Indonesia. Tidak ada potensi 9 milyar barel sebesar di Minas. Di suatu lapangan minyak di Asia, paling besar 3 milyar saja”. Sahabat, itu cerita mengharukan perjuangan putra-putra Indonesia di Chevron yang mungkin luput dari pengetahuan kita. Salam Indonesia.


Date: 29/04/2011
Langkah Sistematik dan Konkret Pasca Kebakaran Cilacap
Sahabat, masih ingat kebakaran tangki di kompleks kilang Cilacap awal bulan April? Prihatian masyarakat dan pers sangat meluas ketika itu. Pagi tadi, alhamdulillah guna proaktif dan mencegah kasus-kasus semacam itu, telah dikukuhkan 2 tim: 1) TIM INDEPENDEN PENGENDALIAN KESELAMATAN MIGAS, beranggotakan 16 unsur ahli, praktisi, akademisi migas yang bertugas untuk secara independen dan kompeten mengevaluasi, menganalisis dan membuat rekomendasi atas potensi atau kasus-kasus kecelakaan migas; 2) FORUM PENGENDALI KONDISI DARURAT MIGAS, beranggotakan perusahaan-perusahaan migas, sebagai sarana pertukaran informasi, koordinasi dan kerjasama untuk mengatasi kasus kecelakaan migas. Kiranya dengan dukungan masyarakat, pers dan kita semua insya Allah kasus-kasus kecelakaan-musibah migas dapat diminimalisasi dan diatasi dengan lebih baik. Semoga kita semakin mampu mengatasi dan melakukan langkah-langkah tindaklanjut atas musibah atau kasus kecelakaan migas, sesuai aturan berlaku dan harapan masyarakat, serta tidak hanya perduli ketika musibah terjadi, namun teledor atau kurang gigih mengambil langkah sistematiknya mengatasinya kemudian. Mohon doa masyarakat dan para sahabat. Salam Indonesia. MESDM.


Date: 12/05/2011
Tantangan Pengembangkan Energi Alternatif
Sahabat, tentunya kita sudah sering mendengar upaya untuk mendayagunakan energi surya dan bayu. Hari ini, di Jakarta berlangsung seminar dan pameran tentang industri inti dan penunjang untuk komponen listrik berbasis ENERGI SURYA & ANGIN. Penggunaan energi terbarukan itu merupakan langkah konkret pemerintah agar lebih banyak rumah tangga yang terjangkau oleh listrik Sehingga rasio elektrifikasi yang saat ini 67% pada tahun 2014, insyaAllah dapat menjadi 80%. Dengan energi surya dan bayu, secara teknis pengadaan listrik hingga pelosok nusantara, di gunung-gunung dan lembah jadi lebih memungkinkan. Bila kita wawancara para pengusaha industri komponen lampu hemat energi, panel surya, dan lain-lain yang sedang berpameran, ternyata kegiatan fabrikasinya di Indonesia masih sangat terbatas pada assembling, karena masih banyak komponen yang diimpor dari Cina, Jerman, dan lain sebagainya, dan belum ekonomis untuk dibuat di dalam negeri.
Inilah tantangan kita bersama:
a) percepat penyebaran listrik bagi rumah tangga, antara lain dengan terobosan pengadaan listrik berbasis energi terbarukan (surya, bayu, mikrohidro, dan lain sebagainya)
b) perkuat dan percepat program bangkitnya industri penunjang energi surya dan bayu, termasuk dengan kepeloporan BUMN dan swasta besar nasional.

Dengan langkah tersebut, upaya kita meningkatkan keadilan energi bagi rakyat banyak, akan mampu semakin memperbesar dan mempercepat hadirnya energi terbarukan yang ramah lingkungan, tanpa harus bergantung kepada komponen impor. Salam Indonesia.


Date: 30/06/2011
Kunjungan MUI Diplintir
Sahabat, beberapa salam pagi ini saya terima, simpati, dan ingin tahu. Tentang fatwa MUI, saya tidak paham. Selain KESDM/MESDM sesungguhnya tidak meminta fatwa, melainkan bersikap terbuka menerima permintaan kunjungan pimpinan MUI. Mari kita dengar kata MENTERI AGAMA, pejabat yang berwenang soal agama, fatwa adalah sesuatu yang menjadi urusan dan bersifat ‘lembaga’ di MUI. Jadi,sebaiknnya tidak perlu menggaduh-gaduhkan hal yang tidak seperti yang ribut-ributkan, hanya buang waktu dan membuat kita silang pendapat saja untuk hal yang pada dasarnya kita setujui. Faktanya kita semua sependapat subsidi BBM semakin eksesif selain karena harga minyak dunia, tapi juga karena mereka yang tidak berhak, khususnya pelaku bisnis (industri, pertambangan, perkebunan dan lain-lain) ikut membeli solar dan premium yang tersubsidi itu. Itu karena mereka tidak tahan pada tingginya harga BBM. Fakta lain yang ada MUI berkunjung dalam serangkaian agendanya (ke KLH, Kementerian Kehutanan dan termasuk KESDM) pasca Munas MUI. Dalam kunjungan-kunjungan itu MUI menyampaikan hasil Munas-nya yang antara lain tentang mendorong masyarakat untuk menggunakan energi dan menjaga lingkungan hidup dengan bijaksana. Memang MUI kita kenal sebagai lembaga fatwa kita perlu menghormati satu sama lain. Tetapi tidak ada arah dan kebijakan KESDM minta fatwa karena soal fatwa itu bidang MUI yang kita perlu hormati dan menjadi pertimbangan dan urusan MUI sendiri. Amanah wakil rakyat kepada pemerintah adalah mengintensifkan sosialisasi tentang BBM bersubsidi. Maka, KESDM melakukan sosialiasi kepada masyarakat termasuk menjelaskan ketika MUI bertamu. Sudah terlalu sering kita menggunakan ruang publik di media untuk berpolemik yang tidak bernilai tambah untuk menyelesaikan masalah. Malahan hanya menebar berita yang tidak benar dan akibatnya memperdalam salah sangka. Salam Indonesia.


Date: 21/08/2011
Laporan Kesiapan BBM Lebaran
Sahabat, insyaallah mulai minggu depan banyak saudara-saudara kita mudik lebaran. Pemerintah sudah dan akan mempersiapkan jaminan pasokan BBM khususnya di jalur-jalur utama mudik. Minggu malam ini, H-9, bersama jajaran KESDM dan Pertamina, saya meninjau SPBU di Tol Tangerang-Merak, kilometer 68 dan SPBU Cilegon-Merak. Pertamina kini terus meningkatkan jumlah stok BBM khususnya Premium, karena mengantisipasi kenaikan permintaan ketika arus mudik meningkat. Kenaikan penjualan BBM bahkan bisa mencapai hingga 20% untuk SPBU di jalur ramai. Pengawasan Pemerintah terhadap persiapan dan kesiapan Pertamina terus diintensifkan dalam rapat kordinasi yang berlangsung 2 kali seminggu sejak beberapa minggu terakhir. Pertamina akan meningkatkan stok BBM sehingga mencapai rata-rata 18 hari cadangan untuk Premium (untuk H-15 sampai dengan H+15). Beberapa strategi dan kerjasama strategis antar instansi disiapkan. Pengadakan kantong-kantong BBM pada daerah-daerah tertentu dengan memfungsikan mobil-mobil tangki sebagai cadangan penampung BBM khususnya di jalur padat dan yang kemungkinan tersendat karena adanya gangguan kerusakan jalan. Selain itu, sejumlah mobil tangki Solar di-switch sementara untuk mengangkut premium karena di musim lebaran, kegiatan industri sangat menurun. Kemudian, menjadikan mobil-mobil tangki BBM sebagai bagian integral dari SATGAS LEBARAN bersama POLDA sehingga ketika lewat jalur mudik mendapatkan prioritas dan dikawal foreaheaders guna memperlancar distribusi BBM dari depo-depo ke SBPU. Yang juga penting adalah mengadakan jalur khusus motor di SPBU agar lebih ada keteraturan dan kecepatan pengisian. Tentu saja kita berharap agar mobil-mobil yang mudik menggunakan Pertamax dan bukan Premium. Selain Pertamax lebih bagus untuk mesin, Premium adalah hak golongan kurang mampu. Selamat Ramadhan, Salam Indonesia.


Date: 23/08/2011
Persiapan Pra-Lebaran
Sahabat, apakah Anda ada rencana mudik? Mohon berkenan ikuti tips berikut: isilah tangki kendaraan dengan penuh sejak titik berangkat dan isilah lagi selama di perjalanan ketika melintasi SBPU yang lengang sekalipun tangki Anda masih berisi. Apa manfaat tips itu? Yakni akan menghindari penumpukan atau konsentrasi di SPBU-SPBU tertentu di jalur mudik. Siang tadi jajaran Pertamina meminta Menteri ESDM mengajak masyarakat menjalankan tips itu. Saya sudah minta bantuan pers menyebarkan ajakan itu demi kenyamanan saudara-saudara kita yang akan segera mudik. Siang hingga malam ini (H-7), Menteri ESDM dan jajaran (Pertamina dan PLN) meninjau sistem BBM jalur pantura dan jaringan listrik Jabar. Salah satunya adalah Terminal Transit BBM dan LPG Cikampek yang perannya sangat strategis guna mengurangi beban Depo Plumpang hingga 20%. Depo Cikampek itu langsung mendapat BBM dari kilang Balongan melalui pipa yang berjarak 120 km. Selanjutnya disebarkan dengan mobil-mobil tangki ke Bekasi, Purwakarta, Cikampek, Kerawang, dan lain-lain. Dengan demikian beban Depo Plumpang untuk memasok Jakarta dan sekitarnya tidak terlalu berat. Selain itu, kami meninjau Area Jaringan Pelayanan listrik di Karawang, dan mendapat laporan kesiapan para GM dan jajaran PLN yang siaga penuh untuk sistem Jawa-Bali termasuk Jawa Barat. Akhir minggu ini, insyaallah dengan pimpinan-pimpinan Komisi 7 DPR kami akan meninjau dari jalan udara, karena jalur mudik sudah padat. Salam Indonesia.

Safari Ramadhan Kerawang, 22 Agustus 2011





Date: 26/08/2011
Kiat Atasi Masalah BBM Lebaran
Sahabat, stok pasokan BBM aman untuk keperluan mudik dan kembali di masa lebaran. Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah dan strategi penjaminan kecukupan pasokan BBM tersebut. Insyaallah semuanya berjalan lancar. Menteri ESDM bersama pimpinan Komisi 7 DPR RI, beserta jajaran Eselon 1 dan Komut/Direksi Pertamina baru saja mengunjungi Terminal BBM Ujung Berung yang menerima pasokan dari Terminal Transit dan Kilang Cilacap. Stok BBM sudah semakin meningkat. Secara rata-rata sudah di atas 17 hari untuk premium dan di atas 21 hari untuk keseluruhan BBM. Rata-rata persediaan premium antara H-15 sampai dengan H+15 ditargetkan 18,6 hari. Jumlahnya bisa mencapai 1,3 juta kilo liter atau naik hingga 10% sampai dengan 15% dari masa normal. Untuk mengantisipasi ketersendatan distribusi, Pertamina telah menyiapkan sejumlah SPBU kantong di titik strategis dan menambah armada mobil tangki serta pengawalan mobil tangki oleh Polisi. Pemerintah menganjurkan pemudik untuk isi tangki penuh sejak titik pemberangkatan di kota anda dan mengisi BBM ketika melihat SPBU yang lengang walaupun tangki Anda belum kosong agar tidak terjadi penumpukan di SPBU tertentu. Salam Indonesia, Menteri ESDM dari Waduk Cirata, Jawa Barat.


Date: 18/09/2011
Apa yang Salah dalam Subsidi BBM?
Sahabat, bulan September atau April sampai dengan Juni setiap tahun, adalah saat-saat pemerintah dan wakil rakyat membahas penetapan subsidi BBM/listrik. Bila September saat penetapan subsidi, April sampai dengan Juni saat me-review dan merevisinya karena selalu membengkak dari jumlah semula. Subsidi energi sudah sangat besar sehingga menjadi kendala kemampuan negara membiayai infrastruktur yang lebih strategis bagi bangsa kita. Infrastruktur energi justru sangat penting agar dapat menghasilkan energi yang lebih ekonomis, terjangkau dan berkelanjutan. Tetapi, subsidi bagi rakyat dhuafa adalah wajib bagi pemerintah. Sudah benar bila negara mensubsidi rakyat tidak mampu. Jumlah tenaga kerja informal kita masih sangat besar (67%), karenanya masih banyak rakyat berdaya beli rendah. Apa masalahnya? Subsidi pada hakikatnya cerminan rendahnya daya beli rakyat dan relatif tingginya biaya produksi energi. Karena itu, sangat perlu terobosan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan daya beli rakyat serta pembangunan infrastruktur untuk menghasilkan dan menyalurkan energi yang lebih kompetitif dan murah. Di mana salahnya? Yang salah adalah bila kita kurang cepat menolong tenaga kerja kita yang terjebak di sektor informal dan berdaya beli rendah itu. Sungguh, bagi bangsa kita yang berpenduduk besar, Tuhan sudah memberikan modal sumber daya alam yang besar. Tetapi setelah 66 tahun merdeka, dan sekitar 100 tahun minyak bersama kita, modal SDA itu belum juga tertransformasikan ke dalam kekuatan SDM kita. Harus gencar dibuat program terobosan. Perusahaan SDA (migas, mineral, dan batubara) kita harus lebih gencar diarahkan terjun langsung dalam meningkatkan kualitas SDM dan tenaga kerja/rakyat di daerah-daerah padat dan sekitar lingkungan tambangnya. Perusahaan SDA kita harus didorong berkomitmen mengembangkan energi terbarukan. Perlu telaah ulang dan peningkatan penajaman strategi APBN agar tidak terpaku pada peningkatan pajak dan pembiayaan subsidi saja. Selama infrastruktur kurang memadai, selama kemampuan SDM kita masih rendah, selama itu subsidi tetap besar. Itulah program yang kini sedang gencar diusahakan dan dijalankan di sektor ESDM. Kabar bagus dong…kok orang tidak mendengarnya? Karena “good news is bad news“. Lagi pula, selalu saja ada segelintir “vested interest” yang khawatir bisnisnya terganggu. Mereka tidak senang targetnya tidak tercapai, tidak suka kita punya kilang lebih banyak, tidak senang gas menggantikan BBM dalam pembangkit-pembangkit listrik dan transportasi kita. Salam Indonesia.


Date: 21/09/2011
Menyuarakan Indonesia di Forum APEC
Sahabat, pertemuan menteri-menteri APEC untuk sektor Energi dan sektor Transportasi di San Fransisco berakhir Rabu tanggal 14 September. Pertemuan APEC yang secara khusus menggabungkan agenda Keenergian dan Transportasi baru tahun ini berlangsung. Fokus perhatian APEC pada aspek Climate Change tidak bisa tidak membuat agenda kerjasama/pertukaran informasi tentang kebijakan energi dan transportasi antar sesama negara APEC menjadi sedemikian terkait. Karena itu isu-isu pokok untuk mempercepat hadirnya sumber energi terbarukan (EBT-Energi Baru Terbarukan); pengembangan teknologi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan serta isu subsidi BBM sangat mendapat perhatian. Dalam konferensi yang dihadiri delegasi 21 negara Asia-Pasifik dan kalangan usahawan bidang otomotif (Jepang, AS, dan lain sebagainya) dan bidang energi itu, Menteri ESDM RI menyampaikan masukan pemikiran dan ajakan, antara lain sebagai berikut:
1) Mengingat anggota APEC sangat berbeda-beda latar belakang dan kondisi sosial-ekonominya, maka kerjasama peningkatan teknologi dan efisiensi antar negara APEC menjadi efektif bila telah dicapai taraf yang relatif sama (level playing field) untuk aspek tertentu khususnya transportasi.
2) Perlu kerjasama antar negara APEC yang secara khsus mempercepat hadirnya transportasi masal di negara-negara APEC yang berpenduduk besar dan pendapatan masyarakatnya meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonominya yang tinggi.
3)Tanpa tindakan dan kerjasama yang cepat untuk itu, fenomena “motorisasi” (baca: pilihan transportasi rumah tangga dengan membeli mobil dan motor) akan sangat marak sehingga dapat semakin memperbesar subsidi BBM. Pertemuan pemimpin-pemimpin negara G20 di Pitsburg beberapa tahun lalu (beberapa di antaranya pemimpin APEC), menggarisbawahi bahwa ketergantungan pada BBM dan besarnya subsidi BBM cenderung semakin mengkendalai tumbuhnya sumber-sumber energi terbarukan , dan juga berdampak negatif pada climate change serta membatasi ruang gerak negara meningkatkan keadilan energi yang juga penting untuk pencapaian target MDGs.
4) Indonesia masih menghadapi masalah tingginya subsidi energi (BBM dan listrik yang mayoritas karena berbahan bakar minyak), tapi kini sudah dan sedang melakukan langkah konkret untuk memprcepat selesainya sejumlah pembangkit listrik non-BBM dalam proyek 10 ribu MW dalam 2 fase serta sudah terus meningkatkan program transportasi masal di ibu kota.
5) Indonesia mengajak agar anggota APEC, khususnya yang maju industri otomotifnya, lebih memfokuskan kerjasama transportasi massal dan memperlambat atau membatasi peningkatan pemasaran dan produksi otomotifnya di Indonesia. Produksi dan pemasaran produk otomotif yang gencar di Indonesia atau negara-negara yang pasarnya besar dan terus tumbuh justru semakin menjauhkan kita dari tujuan bersama berkenaan dengan isu climate change dan pencapaian target MDGs dalam kerangka inter regional (APEC) maupun global (G20). Dalam kesempatan konferensi APEC, MESDM RI bertemu secara bilateral dengan Menteri Energi AS dan Menteri Energi New Zealand. Pembicaraan ditekankan pada kerjasama lebih jauh untuk proyek-proyek listrik geotermal termasuk meningkatkan capacity building untuk pegawai-pegawai dan SDM di tingkat pemerintahan pusat maupun daerah. Semakin banyak aparat atau SDM daerah, semakin positif bagi percepatan proyek geotermal di Indonesia mengingat kewenangan izin lokasi geotermal, menurut UU, ada di Pemda. Salam Indonesia. MESDM RI.


Date: 27/09/2011
Urgensi Renegoisasi Kontrak
Sahabat Pers, pada prinsipnya pemerintah berkomitmen tidak akan meningkatkan lagi ekspor LNG ke luar negeri. Kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk perbaikan ‘energy mix‘ PLN agar lebih kompetitif (bila lebih besar porsi gasnya) dan untuk industri pupuk dalam negeri adalah prioritas utama. Untuk itu, Menteri ESDM dengan mempertimbangkan tujuan Pasal 33 UUD 45, telah membentuk TIM Evaluasi dan Renegosiasi kontrak-kontrak LNG yang dengan sangat hati-hati me-review satu per satu kontrak LNG untuk kemudian dilaporkan kepada Presiden guna mendapatkan pertimbangan dari perspektif yang lebih luas. Untuk kontrak-kontrak yang sudah disepakati namun masih belum berjalan, dalam hal ada penalti terkait dengan realisasi kontrak, pemerintah mengutamakan kepentingan nasional. Untuk itu, dilakukan perhitungan biaya-manfaat dengan menerapkan prioritas dan manfaat bagi nasional/dalam negeri dibandingkan penalti dimaksud. Sekali lagi, itu terkait dengan kontrak yang sudah disepakati namun belum berjalan. Dalam pertimbangan pemanfaatan gas yang diproduksikan di dalam negeri, diperlukan pertimbangan yang masak dan menyeluruh. Kendala infrastruktur gas sering menyebabkan penyerapan dalam negeri belum siap. Di lain pihak, stok inventory gas dalam negeri bila tidak dimanfaatkan akan berpengaruh pada keputusan penurunan produksi gas di waktu selanjutnya. Untuk itulah percepatan pembangunan infrastruktur gas menjadi prioritas utama. Pertimbangan menyeluruh itulah yang sedang didalami dengan cermat oleh Tim yang me-review kontrak-kontrak LNG yang sedang dan akan berjalan. Terima kasih. MESDM.

Penandatanganan Kontrak Kerja Sama Migas dan PJBG Gas Bumi, 5 Mei 2011





Date: 5/10/2011
Belajar dari California: Mengelola Sisi Permintan Energi
Sahabat, memang memperjuangkan yang benar itu selalu berat, dimanapun itu tidak terkecuali di Amerika. Fran Pavley (legislator di California dari Partai Demokrat) dengan gigih merintis UU terkait pengurangan emisi gas rumah kaca dari kendaraan dan goal tahun 2002. Cerita itu layak diketahui dunia karena terjadi di California, yang ibarat suatu negara, skala ekonominya ke-5 setelah US, Jepang, Jerman, dan RRC. California sempat sangat berpolusi, karena gaya hidup berkendaraan pribadi, polusi pabrik. Sejak tahun 1930-an, populasi kendaraan membengkak hingga 2 juta, atau lebih dari 1 kendaraan untuk tiap 3 orang. Parahnya polusi tercatat di LA, 1943, orang hanya bisa melihat 3 blok (500 meter) ke depan, mata pedih, orang-orang terbatuk-batuk di jalan. Walhasil, itulah negara bagian dengan jumlah penduduk, mobil, konsumsi energi, dan emisi karbon terbesar dibanding bangsa dan negara bagian lain. Kini, berkat perjuangan Pavley, legislator perempuan, California dikenal sebagai pelopor dalam energi dan lingkungan bersih. Perlawanan kaum industri otomotif sangat alot. Berbagai cara dan siasat digalang industriawan mobil untuk menentang The Pavley Act itu. Mereka bilang UU baru itu bertentangan dengan kehendak pasar, yakni mengharuskan pabrik mobil menjual produk yang tidak dinginkan konsumen bahkan harganya bisa jadi lebih mahal, dan lain sebagainya. GM, Chysler (didukung perusahaan Jepang) sempat menuntut Negara Bagian California. Kini California lebih bersih berkat perjuangan yang gigih dan mengedepankan kepentingan lebih luas dan jangka panjang. Kepentingan mikro perusahaan cenderung sempit tidak perduli dampak jangka panjang. Bagaimana di Indonesia, di Jakarta, yang mobil dan motornya jutaan? Harus ada perjuangan meng-goal-kan UU dan kebijakan yang arif menata transportasi, serta industri otomotif. Saya ingat seorang legislator kita, saudara ES, sahabat kita di Komisi 7 mengatakan harus diperjuangkan “prinsip lex spcialis” sedemikian sehingga concern sektor energi harus didengar. Sehingga industri otomotif dan transportasi lebih membatasi diri demi kepentingan yang lebih luas (concern lingkungan dan subsidi energi yang lebih tepat). Perjuangan itu ada di Indonesia dan UU Energi mengamanahkan kita mengelola aspek demand energy, bukan hanya terpaku pada supply energy, yang tidak pernah cukup bila permintaannya terus melesat dengan tidak perlu. Salam Indonesia.


Date: 16/02/2012
Fenomena Resource Nationalization dan Under Investment
Sahabat, “…Zaman Batu berakhir bukan karena dunia kekurangan batu; jadi, Zaman Minyak juga akan berakhir jauh sebelum dunia kekurangan minyak”, ungkapan itu terkenal di era 70-an, dinyatakan Sheikh Zaki Yamani, mantan menteri perminyakan Saudi selama 30 tahun. Setelah lebih dari 150 tahun sumur-sumur minyak dunia dieksploitasi (125 tahun di Indonesia), potensi sumber daya minyak memang masih ada tapi semakin mahal untuk menghasilkannya, semakin beresiko dan bergeser ke laut dalam. Minyak dunia semakin tidak pasti, permintaan semakin tumbuh tinggi, tapi pasokan lambat mengikuti. Apalagi sejak 2 bangsa besar (RRC 1,5 miliar, India 1 miliar, keduanya sekitar 40% dari populasi dunia), perekonomiannya tumbuh tinggi lebih dari 8% bahkan hingga 10%. Perusahaan-perusahaan swasta besar minyak dunia (the Big Oil) semakin hati-hati dan enggan berinvestasi karena sejak 2006 kelangsungan usahanya semakin tidak pasti akibat mereka tidak lagi menguasai cadangan minyak dunia. Kini negara-negara melalui perusahaan minyak nasionalnya (the National Oil Coys) menguasai 90% cadangan-cadangan minyak di dunia dan The Big Oil, rankingnya dalam penguasaan cadangan terlempar ke urutan belasan (Exxon rank ke-14, BP ke-17, Shell ke-19, Chevron ke-25). Cadangan minyak mereka kini kurang dari 10%. Apa sebab? Sejak tahun 2006 bangsa-bangsa semakin ketat bersaing menguasai cadangan-cadangan minyak di dunia karena khawatir kekurangan energi (disebut fenomena “resource nationalization“). Muncul masalah mendasar, berbeda dengan kemampuan the Big Oil dalam berinvestasi, ternyata kemampuan investasi negara melalui perusahaan minyak nasionalnya sangat terbatas akibat persaingan alokasi budget negara untuk proyek-proyek yang sering dipandang lebih urgent dan tepat secara politik. Termasuk keharusan membayar dividen pada APBN yang berakibat pada kurangnya dana investasi. Buntut dari fenomena itu adalah terjadinya “under investment” di dunia minyak termasuk di Indonesia. The Big Oil juga semakin terbatas dalam melakukan kegiatan “eksplorasi” minyak atau penemuan lapangan baru. Perusahaan-perusahaan minyak swasta itu lebih fokus pada kegiatan “eksploitasi” alias lebih menggarap lapangan minyak yang sudah pasti. Akibatnya, “reserve replacement ratio” atau RRR cadangan minyak kurang dari 100% (di Indonesia sekitar 40 -50%) yang artinya hanya sekitar 40% temuan baru yang didapat untuk menggantikan sumur yang diekploitasi itu kelak. Bukti-bukti menunjukan, Work Plan & Budget perusahaan minyak di Indonesia juga menunjukkan porsi anggaran eksplorasi yang relatif menurun. Penguasaan cadangan minyak oleh negara tidaklah salah, tapi harus dipikirkan bagaimana agar tidak terjadi kekurangan investasi di dunia minyak. Sulitnya Indonesia menembus target produksi 1 juta barrel/hari ternyata berkaitan dengan fenomena di tingkat global itu. Tapi hal itu masih belum juga ditindaklanjuti secara memadai, termasuk di negeri kita. Salam Indonesia.


Date: 25/03/2012
Titik Cerah dalam Transformasi SDM Kita
Sahabat, di tengah polemik kenaikan harga BBM bersubsidi, di hari Minggu ini masuk pesan singkat sebagai berikut: “…Pak, rekrutmen anak-anak pesantren untuk bekerja di Kuwait Petroleum Coy sudah mendapat jawaban positif…Metode yang bagus dalam peningkatan kualitas TKI itu akan kami perluas ke sektor-sektor lain di Kuwait …” Itulah, berita membesarkan hati dari pejabat resmi kita di Kuwait. Tahun 2011 lalu, KESDM mencanangkan program transformasi SDM Indonesia dengan mendorong perusahaan sektor ESDM untuk lebih mengaktifkan program pelatihan tenaga kerja di desa-desa agar lebih berkualifikasi untuk disalurkan ke lapangan kerja dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah rintisan kerjasama dengan pesantren dan KBRI kita di luar negeri telah diupayakan. Harkat TKI kita akan dapat lebih terangkat. Tanpa program-program terobosan dan strategis semacam itu, kekayaan SDA Indonesia akan makan waktu terlalu lama untuk bisa ikut mengatasi problem kemiskinan dan tenaga kerja informal kita. Sudah 125 tahun industri minyak di tanah air (55 tahun dalam era pengelolaan bangsa kita), ternyata jumlah tenaga kerja informal kita masih terlalu besar, 62%. Jadi, perusahaan-perusahaan migas, mineral, dan batubara perlu diberdayakan agar tidak hanya puas berkontribusi sebatas pajak dan dana bagi hasil dan dividen saja. Selama SDA kita kurang cepat memberi manfaat pada peningkatan SDM kita, selama itu daya beli sebagian besar rakyat lemah dan subsidi masih terus diperlukan. Permasalahan kenaikan harga BBM menjadi suatu keniscayaan dan akan terus demikian bila program yang lebih strategis tidak cepat dimulai dengan lebih masif. Kekuatan SDA kita harus lebih konsisten ditransformasikan ke dalam SDM dan infrastruktur energi termasuk untuk pembangkitan listrik. Kalau sekarang juga program peningkatan SDM dilakukan dengan masif, dengan mengerahkan perusahaan-perusahaan sektor ESDM, dan pembangunan infrastruktur energi lebih dapat prioritas dan komitmen penuh APBN yang kuat, maka di tahun mendatang polemik besaran subsidi BBM dan listrik yang eksesif tidak perlu terus menerus berulang. Memang, selalu ada permasalahan nasional yang sifatnya strategis dan tidak bisa cepat diselesaikan, tapi tetap harus dimulai dengan kesungguhan. Mengatasinya tidak bisa dengan “obat sakit kepala”, karena penyebabnya lebih dalam dari yang tampak. Karena itulah sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah di KESDM memperjuangkan agar problem energi dan subsidi energi mendapatkan komitmen yang lebih tinggi dari semua pihak termasuk prioritas dalam politik anggaran. Salam Indonesia.


Date: 1/4/2012
Sudah Waktunya-kah Menaikkan Harga BBM?
Sahabat, pasca polemik rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, ternyata sekalipun berbeda-beda ada satu pandangan kita semua yang sama: naiknya harga BBM itu akan memberatkan rakyat, khususnya yang dhuafa. Presiden menyatakan komitmen resmi: kenaikan harga BBM adalah pilihan terakhir. Mari sambut pernyataan itu dan kiranya Pemerintah supaya bersungguh-sungguh mengupayakannya. Ada beberapa PR yang harus konsisten diupayakan Pemerintah sebelum menaikkan harga BBM. PR berikut sungguh ada dalam kendali pemerintah dan sangat memerlukan peran koordinasi di tingkat yang lebih tinggi dari kementerian-kementerian teknis. Pertama, atur dan awasi dalam “regulasi yang jelas merinci” siapa yang berhak atas subsidi BBM. Sejauh ini belum ada aturan yang rinci. Untuk diingat, UU Energi mengamanahkan agar pemerintah termasuk kita semua memperhatikan aspek Demand Side energi. Kedua, perbaiki proses dan kualitas angka dalam pengajuan dan penetapan kuota BBM yang dihimpun BPH Migas agar dapat dipertanggungjawabkan. Pada aspek ini masih banyak kelemahan yang mencerminkan belum memadainya check and balance oleh lembaga-lembaga pemerintah terkait di pusat maupun Pemda. Sepanjang tahun banyak kebocoran BBM bersubsidi ke sektor perkebunan, pertambangan, dan industri. Ketiga, harus ada kesungguhan Pemerintah untuk berinvestasi dalam infrastruktur energi khususnya gas (jaringan pipa gas, receiving terminal gas dan lain-lain). Jangan mengandalkan peran swasta untuk aspek yang sedemikian strategis. Sejauh ini belum terlihat komitmen yang tegas dalam APBN mengupayakan infrastruktur energi tersebut. Padahal, investasi pada receiving terminal gas senilai Rp 3 sampai dengan 4 triliun mampu menghemat hingga Rp 20 triliun/tahun dari biaya pembangkitan listrik dan lain sebagainya. Keempat, kendalikan pertumbuhan industri otomotif dan modus transportasi rakyat yang tidak efisien dengan kebijakan yang efektif dan tidak sebatas kebijakan pembiayaannya saja. Kelima, awasi dengan ketat agar Proyek 10 Ribu MW (pembangkit listrik dengan batubara) agar sesuai jadwal. Melesetnya angka subsidi energi cenderung diakibatkan problem di faktor yang kelima ini. Kelima area di atas itulah yang masih menuntut kesungguhan pemerintah guna mendukung tekad Presiden agar “kenaikan harga BBM adalah pilihan yang terakhir”. Ini waktunya kesungguhan itu diupayakan demi tekad dan kesadaran bersama: Kenaikan harga BBM akan membebani rakyat. Jadikan itu pilihan terakhir. Saat ini memang belum waktunya harga BBM naik, kelima area itu belum sungguh-sungguh diupayakan. Salam Indonesia.

Comments are closed.