"All of these will not be finished in...but let us begin"



Selamat datang

…ada khabar baik… Siang ini, di pertigaan atau perempatan jalan yang saya lalui, tidak terlihat ada “pak Ogah” mengatur lalu lintas. Ada apa gerangan? Semoga ini pertanda baik, bahwa ke depan ini adalah polantas atau kepolisian kita secara umum yang akan menegakkan peran dalam penegakkan hukum di banyak bidang kehidupan bangsa kita sehari – hari. Di negara berkembang sperti kita, negara masih harus banyak hadir… Diam – diam saya teringat seorang Kompolnas senior, yang menanggapi dengan simpatik ketika saya menyampaikan curhat … (06 Desember 2016)

Sahabat, Selamat Hari Merdeka. Mungkin ada baiknya mengenang suatu kejadian penting di balik Proklamasi RI sebagai bekal kita bersama merenung dan ber-otokritik… Bung Hatta meminta semua tokoh yang hadir bersama menandatangani naskah… Suasana tegang, tidak ada yang mau, entah takut, entah sungkan… Semoga kejadian tersebut tidak menunjukkan bahwa umumnya kita penakut dan cenderung cari selamat sekalipun ketika sudah menyangkut pengorbanan demi membangun kehidupan bersama… (17 Agustus 2016)

Fenomena Go-Jek lebih dalam dari sekadar yang terlintas di pikiran kita. Seolah merupakan terobosan bisnis yang kreatif, namun solusi yang diberikannya kepada masyarakat hanya untuk jangka waktu pendek. (5 Januari 2016)

Sahabat, ada berita menarik. Sudah lihat foto kapal ikan Vietnam dibakar di perairan Indonesia? Kemarin perintah tegas sudah dikeluarkn Presiden RI: tenggelamkan 3 kapal pencuri ikan yang tertangkap!…Sudah terlalu lama kita memunggungi laut dalam kehidupan kita berbangsa kata Jokowi. Salam Indonesia. (6 Desember 2014)

Ada ketegangan berlangsung, ketika sang presiden terpilih dan ibu negara yang baru tidak berkenan turun dari mobil, untuk minum teh bersama sang presiden yang sedang menjabat dan ibu negara. Ketika itu, 20 Januari 1953… Melihat film Truman meninggalkan Gedung Putih, mengingatkan kita pada Pak SBY dan Bu Ani. Kangen rasanya… Semoga Allah membalas budi baik dan amal bhakti Pak SBY dan Ibu. Semoga Indonesia senantiasa diberkahiNya. Salam Indonesia (3 Desember 2014)

Allahuakbar…Hiduplah Indonesia Raya… Selamat Pak Joko Widodo, terimakasih Pak SBY. (20 Oktober 2014)

…Debat dikemas sedemikian rupa sehingga pihak yang menuduh dapat mewakili kalangannya, sebaliknya pihak yang mendalami dan memahami permasalahan mendapat tempat memadai untuk mendudukan permasalahan dan mengajak agar tidak sesat dalam melakukan generalisasi atau pukul rata. Terlepas dari topiknya, cover both side suatu prinsip yang tidak dapat ditawar. Kebenaran cuma milik Allah, manusia, termasuk dunia pers hanya berikhtiar untuk memperjuangkannya dan menelusurinya. … (3 Oktober 2014)

…Kasihan mereka yang lemah dan tidak berdaya, karena tidak mungkin bersabar. Penderita stroke, serangan jantung, akan melahirkan atau korban kecelakaan, butuh pembelaan kita dan pihak yang berwenang untuk berbuat…. Banyak rakyat kita tinggal di pelosok, tidak tersentuh dan tidak juga terbawa proses pembangunan. Masih banyak permasalahan infrastruktur menghadang kita. Kalau kebetulan ke Gramedia Oktober nanti, mohon berkenan membeli buku MOZAIK PERMASALAHAN INFRASTRUKTUR INDONESIA, hasil penelitian kami 1 tahun terakhir. … (22 September 2014)

… Macet di kota-kota besar adalah cerminan ketidakterbenahan sistem transportasi massal. Macet waktu mudik lebaran juga cerminan ketidakberesan infrastruktur transportasi antar-kota. Masih banyak permasalahan infrastruktur menghadang kita. Kalau kebetulan ke Gramedia Oktober nanti, ulasan lengkapnya ada di buku MOZAIK PRMASALAHAN INFRASTRUKTUR INDONESIA, hasil penelitian kami 1 tahun terakhir. …(6 September 2014)

… Jelang Pilpres ini, ada film berjudul Guarding Tess, sedang sering tayang di layar TV, mengharukan! … Mungkin dengan setiap insan bangsa Indonesia berlaku baik dan hormat kepada “orang tua” dan menyayangi “anak-anak” nya, Allah ridho dan memberkahi kita semua. …(15 Juni 2014)

…Setiap tahun, di akhir April, menjelang bulan Mei, perhatian kita dan pemberitaan media cenderung lebih menyoroti tanggal 1 Mei, yakni Hari Buruh Internasional, yang baru tahun-tahun belakangan semakin mendesak alam kesadaran kita, sedangkan Hari Pendidikan Nasional, yang asli Indonesia, kian terasa sepi….(3 Mei 2014)

….Dengan biolanya, 20 Mei 2011, dengan penuh dedikasi memainkan lagu Indonesia Raya di hadapan keluarga besar sektor ESDM. Esoknya,beliau minta bertemu langsung dengan menteri ESDM, lalu menyampaikan permohonan maaf karena risau, merasa tidak sempurna memainkan lagu kebangsaan kita itu…. Selamat jalan sahabat sepuh… (28 April 2014)

…Setelah kenyang menggedor-gedor pintu kesadaran PDIP agar rela mencapreskan Jokowi, pasca Pileg, media kini memperbesar soal Jokowi efek yang dianggap gagal terjadi… Para elit termasuk pemred dan peneliti dunia politik perlu lebih arief mengomentari, agar rakyat tidak bingung dan terbawa sehingga meragukan capres-capres yang ada… (11 April 2014)

…Kiranya rakyat akan lebih hormat dan terkesan pada partai yang kompak. Tidak usah terbawa pola partai-partai yang sering cakar-cakaran dan menyudutkan anggota dan keluarga sendiri, berebut posisi. Belum terlambat kalau kita percaya pentingnya faktor berkahNya dalam berpolitik, jadi bukan cuma sekadar untuk menang. Mari sudahi, pilih modus kompetisi yang lebih sehat dan intelek. (26 Maret 2014)

Sahabat, mari… sudah waktunya berpolitik itu dengan cerdas dan santun, menggunakan akal budi… Politik tidak harus kotor, politik yang lurus dan brusaha di jalan suci akan lebih ampuh dan mengundang simpati rakyat. (23 Maret 2014)

… Jokowi hanyalah seseorang yang terbaik di antara kita, yang secara halus kita bisa rasakan sesuatunya. Menjadikan Capres sebagai Presiden perlu dukungan dan doa mayoritas elemen bangsa yang terpanggil dan mau jujur dengan matahatinya. Bangsa itulah sendiri yang menentukan bila ingin merubah nasibnya. (16 Maret 2014)

… kiranya sesekali mampir di Pasaraya (dulu Sarinah Jaya) rasanya adem-tenteram. Bersama istri, saya melangkah diiringi alunan lembut gending Jawa, tembang Cianjuran atau lagu etnis Aceh dll, maka terasa dekat sekali Indonesia di hati, melalui kerajinan tangan rakyatnya. (09 Maret 2014)

Ia yang bertahun-tahun menemani dan mengajak kita di Indonesia, tertawa, dengan keluguan khas-nya dan rela saja tampak bodoh di antara kita…Selamat jalan Jojon, yang berpulang ke rakhmatullah pagi tadi, salam Indonesia untukmu… (07 Maret 2014)

Tidak banyak keluarga di Indonesia yang bisa jalan-jalan di akhir minggu, karena pada jutaan keluarga dhuafa, bapak atau ibunya harus kerja keras sejak subuh hingga malam, 7 hari seminggu untuk bertahan hidup…Ada sebuah buku baru terbit, mengisahkan kaum dhuafa yang tidak terbela…umumnya tenaga kerja berpendidikan rendah. Triliunan subsidi BBM tidak jatuh ke tangan mereka. Studi Bank Dunia menyebutkan bahwa 90 persen subsidi itu melenceng ke masyarakat yang tidak miskin, padahal UU mengatakan untuk golongan tidak mampu…kisah dari perjuangan Hamengkubuwono IX, Romo Mangun, KH Hamam Jafar, Bill Gates, Rockefeller. Kisah-kisah inspiratif untuk membangun simpati kepada Saudara kita yang tidak terbela itu ada di buku kami yang baru terbit, berjudul “Potret Dhuafa Perekonomian Indonesia”, sudah ada di Gramedia. (01 Desember 2013)

…sebuah acara di Trans7: Khazanah. Isinya tentang telaah Indonesia sebagai bangsa…Ada sejarah, ada value, ada kepemimpinan, ada otokritik, dan ada aspek ekonomi…Seandainya ditayangkan secara serial pada prime time…dapat memberikan sumbangan positif pada masyarakat, pemupukan cinta tanah air… (27 November 2013)

…dalam 9 tahun terakhir jumlah mobil bertambah 2,5 kali dan motor 3,3 kali lipat,..subsidi BBM membengkak tidak karu-karuan…indikator ketimpangan pendapatan memburuk,… Apa saja fakta di sekitar yang tidak kita ketahui? Ada sebuah buku yang baru terbit, POTRET DHUAFA PEREKONOMIAN INDONESIA…ternyata mereka yang menurut BPS tidak digolongkn miskin,..secara kasat mata adalah kaum dhuafa yang hidup dalam kesulitan…Di buku itu ada juga kisah kegiatan CSR perusahaan…Ada pula kisah inspiratif dari kegiatan amal orang-orang kaya dan tokoh masyarakat di DN dan LN, termasuk kisah pilu ketidakadiln energi dalam APBN, disertai angka-angka statistiknya…sempatkan beli buku seharga Rp75 ribu itu, yang segera diterbitkan akhir November 2013 ini. (10 November 2013)

Sahabat,…Ada kisah seorang dokter muda. Sedemikian jauhnya jarak desa tempatnya mengabdi,di Pulau Kisar…walau akhirnya dokter muda itu sendiri jatuh sakit, akibat medan sedemikian berat. Kesehatannya terus merosot, dan meninggal dalam tugas…Tidak mungkin akan ada prasarana fisik terbangun dengan memadai kalau akal sehat kita belum juga tergunakan, mengingat uang negara yang kita bakar lewat subsidi BBM hingga mencapai Rp216 triliun (2012), 1,3X lebih besar dari anggaran belanja modal pemerintah membangun berbagai prasarana fisik di tanah air… (20 Mei 2013)

…salah satu 10 besar konglomerat terkaya Indonesia, memberi hibah $20,5 juta kepada Universitas Harvard…Aneh dan membuat penasaran apa motifnya, demikian diulas Boston.com dan Al-terity.blogspot.com, karena kok tidak ditujukan ke suatu universitas di Indonesia…Mungkin orang-orang seperti dia perlu dibimbing seperti Pak Harto membukakan mata sejumlah konglomerat di Tapos dulu. (14 April 2013)

Sahabat, di Metro TV, Minggu pagi ini, ada sebuah acara, TALK INDONESIA…..Mari kawal dan kritisi transformasi bangsa kita, tetapi jauhkan rasa pesimistik berlebih….. Salam Indonesia (31 Maret 2013)

….Kiranya kekuatan bangsa ada pada kemampuannya mengurus diri, termasuk mengorganisasikan segala daya dan cita-cita luhur melalui suatu partai….. dengan berlaku rendah hati dan melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya. Vox Vopuli Vox Dei, suara rakyat suara Tuhan. (12 Maret 2013)

Sahabat, …patil ikan adalah alat bela diri saat ia merasa terancam…tetapi ternyata Tuhan memberikan penawarnya dalam empedu, yang letaknya di bagian terdalam ikan tersebut. Mungkin, rasa empati kepada mereka yg sedang menderita, dibarengi dengan kecekatan mendapatkan “penawar” di suatu lubuk terdalam, kiranya akan mengobati rasa sakit pada luka. (3 Maret 2013)

Sahabat, sambil berlibur di akhir tahun 2012 ini mari berbagi kabar seni untuk memperhalus perasaan. Bersikap hormat kepada orang tua, termasuk seniman tua, kiranya adalah sikap mulia. Di Washington, awal Desember kemarin… (29 Desember 2012)

Pada hakekatnya, ada wajah menyenangkan dan mengerikan dari alam Indonesia kita ini… Ketahanan nasional kita masih terkendala bila pembangunan infrastruktur-infrastruktur masih terbatas… (22 Desember 2012)

Sahabat, melalui pemimpin, Tuhan memberikan pelajaran dan teladan kepada kita. Adalah ia seorang… (28 Oktober 2012)

Sahabat, 1 minggu pasca serah terima saya kepada Pak Jero Wacik…..Reshuffle tak lain adalah upaya untuk membuat pemerintahan lebih efektif…..Karena itu dengan segala kerendahan hati, izinkan kami melapor…..Insyaallah dengan kebersamaan, sikap optimistik dan semangat keberlanjutan, berbagai problem energi dan SDA bangsa dapat kita atasi. (26 Oktober 2011)

…agaknya luput dari perhatian kita. Walau kecil tetapi membesarkan hati: Sampah diubah jadi listrik di Bantar Gebang, Bekasi. Kerjasama Pemda DKI, Pemda Bekasi dan mitra swasta, yang dirintis sejak Juli 2009 itu, kini telah berhasil mengubah sampah menjadi listrik. Dari pasokan sampah penduduk DKI sejumlah 6000 ton/hari, 4500 tonnya diubah menjadi listrik, saat ini 4 MW dan di 2016 menjadi 26 MW…Dengan optimisme dan sinergi, kita ternyata mampu mengubah masalah dan tantangan menjadi peluang. Kita harus dorong bersama agar sampah-sampah di kota besar diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. (22 Januari 2011)

…sejak tahun 2006 bangsa-bangsa semakin ketat bersaing menguasai cadangan-cadangan minyak di dunia karena khawatir kekurangan energi (disebut fenomena “resource nationalization“). Muncul masalah mendasar, berbeda dengan kemampuan The Big Oil dalam berinvestasi, ternyata kemampuan investasi negara melalui perusahaan minyak nasionalnya sangat terbatas, akibat persaingan alokasi budget negara untuk proyek-proyek yang sering dipandang lebih urgent dan tepat secara politik, termasuk keharusan membayar dividen pada APBN yang berakibat pada kurangnya dana investasi. Buntut dari fenomena itu adalah terjadinya “under investment“… (16 Februari 2012)

…pemerintah mengutamakan kepentingan nasional dalam renegosiasi kontrak-kontrak SDA, diikuti elaborasi Menko Perekonomian yang juga ditempatkan di halaman pertama, tentang upaya pemerintahan melaksanakan amanah UU 4/2009 tentang mineral dan batubara, kita merasakan roda demokrasi memperjuangkan kepentingan bangsa hadir di tengah-tengah kita….Pasca reformasi, kehendak rakyat sudah hadir dalam berjalannya “check & balance” komponen bangsa. (18 Oktober 2011)

Tahun 2011 lalu, KESDM mencanangkan program transformasi SDM Indonesia dengan mendorong perusahaan sektor ESDM untuk lebih mengaktifkan program pelatihan tenaga kerja di desa-desa agar lebih berkualifikasi, untuk disalurkan ke lapangan kerja dalam negeri maupun luar negeri. (25 Maret 2012)

…Saya teringat kutipan Prof. Katili (geolog kebanggaan Indonesia), jangan sampai kita gagal mentransformasikan hasil Sumber Daya Alam kita jadi suatu kekuatan modal sosial (social capital), agar tidak ditangisi oleh generasi mendatang yang tetap hidup dalam lumpur kemiskinan… (29 Januari 2012)

…Agama di dunia kala itu adalah Washington Consensus (Emil Salim, dalam “The Politics and Economics of Indonesia’s Natural Resources”, 2008): Pemerintah di banyak negara diminta agar tidak masuk terlalu jauh dalam mengatur ekonomi dan mengintervensi pasar. Saran itu tidak tepat bagi negara berkembang…. Maka, sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, tahun 1998, membuat Santiago Consensus: market failure harus dikoreksi pemerintah. Tapi karena pemerintah bisa korupsi, maka harus digencarkan praktek Good Governance. (17 Maret 2012)

…Sudah 125 tahun industri minyak di tanah air (55 tahun dalam era pengelolaan bangsa kita), ternyata jumlah tenaga kerja informal kita masih terlalu besar, 62%. Jadi, perusahaan-perusahaan migas, mineral, dan batubara perlu diberdayakan agar tidak hanya puas berkontribusi sebatas pajak, dana bagi hasil dan dividen saja. Selama SDA kita kurang cepat memberi manfaat pada peningkatan SDM kita, selama itu daya beli sebagian besar rakyat lemah, dan subsidi masih terus diperlukan… (25 Maret 2012)

…Permasalahan kenaikan harga BBM menjadi suatu keniscayaan, dan akan terus demikian bila program yang lebih strategis tidak cepat dimulai dengan lebih masif. Kekuatan SDA kita harus lebih konsisten ditransformasikan ke dalam SDM dan infrastruktur energi… Kalau sekarang juga program peningkatan SDM dilakukan dengan masif… maka di tahun mendatang polemik besaran subsidi BBM dan listrik yang eksesif tidak perlu terus menerus berulang…. (25 Maret 2012)

Memang, selalu ada permasalahan nasional yang sifatnya strategis dan tidak bisa cepat diselesaikan, tapi tetap harus dimulai dengan kesungguhan. Mengatasinya tidak bisa dengan “obat sakit kepala”, karena penyebabnya lebih dalam dari yang tampak. Karena itulah, sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah di KESDM memperjuangkan agar problem energi dan subsidi energi mendapatkan komitmen yang lebih tinggi dari semua pihak, termasuk prioritas dalam politik anggaran. (25 Maret 2012)

All this will not be finished in the first one hundred days. Nor will it be finished in the first one thousand days, nor in the life of this administrasion, nor even perhaps in our lifetime on this planet. But let us begin” (cuplikan dari salah satu pidato John F.Kennedy). (2 Oktober 2011)

…ada satu pandangan kita semua yang sama: naiknya harga BBM itu akan memberatkan rakyat, khususnya yang duafa. Presiden menyatakan komitmen resmi: kenaikan harga BBM adalah pilihan terakhir… Kenaikan harga BBM akan membebani rakyat. Jadikan itu pilihan terakhir. Saat ini memang belum waktunya harga BBM naik, kelima area itu belum sungguh-sungguh diupayakan. (1 April 2012)

Karena mayoritas (>95%) BBM bersubsidi dilimpahkan kepada Pertamina, padahal hanya 1,4% saja SPBU yang benar-benar milik Pertamina, maka Pertamina atas nama Pemerintah haruslah mengendalikan SPBU-SPBU penyalur BBM bersubsidi itu, termasuk evaluasi perizinannya. (31 Maret 2011)

…Lebih menarik, bila mengingat fakta banyak sekali keunikan Indonesia: Potensi panas bumi terbesar, beragam sumber daya alam dan mineral, negeri kepulauan terbesar, dengan rangkaian gunung api terbanyak, tempat satu-satunya pertemuan 3 lempeng benua, tempat 3 dari 5 letusan gunung terdahsyat di dunia, berpenduduk dan lain-lain. Sayangnya masyarakatnya masih sibuk saja ber-ghibah, melupakan potensinya, dan mengulang perilaku buruk sebagian nenek moyangnya sebelum ditenggelamkan Allah dengan Tsunami setinggi 150-an meter di akhir zaman es… (9 Oktober 2011)

Perjuangan itu ada di Indonesia, dan UU Energi mengamanahkan kita mengelola aspek demand energi, bukan hanya terpaku pada supply energi, yang tidak pernah cukup bila permintaannya terus melesat dengan tidak perlu. (5 Oktober 2011)

Inilah tantangan kita bersama: a) percepat penyebaran listrik bagi rumah tangga, antara lain dengan terobosan pengadaan listrik berbasis energi terbarukan (surya, bayu, mikrohidro, dan lain sebagainya) b) perkuat dan percepat program bangkitnya industri penunjang energi surya dan bayu, termasuk dengan kepeloporan BUMN dan swasta besar nasional. (12 Mei 2011)

……Indonesia masih sulit bangkit bila sebagian besar rakyatnya belum berdaya. Mayoritas tenaga kerja kita pendidikannya SMP atau kurang (68%), mayoritas juga bekerja dengan status informal (62%), dengan kondisi itu penghasilan mereka ada di sekitar upah minimum provinsi (Rp 1,3 jutaan). Dhuafa kita itu kurang disentuh keadilan energi. (17 Mei 2012)

Dalam nilai-nilai Jawa yang pernah diujarkan seorang sahabat pada saya, setidaknya bila merujuk cerita wayang ada suatu kebenaran kontekstual dan kebenaran tidak cukup hanya dengan kebenaran absolut (atau kebenaran untuk kebenaran itu sendiri). (15 Februari 2012)

Pada hakikatnya tidak akan ada upah yang layak tanpa peningkatan produktvitas. Tapi produktivitas tidak akan meningkat tanpa pendidikan. Bangsa juga tidak akan bangkit dan kompetitif tanpa pendidikan yang berkualitas. (29 April 2012)

Sahabat, semoga kita tetap bisa kritis demi memajukan bangsa dengan cara-cara yang baik tanpa harus memperolok bangsa dan simbol kehormatan bangsa kita sendiri. (24 Januari 2011)

Pasca reformasi, kehendak rakyat sudah hadir dalam berjalannya “check & balance” komponen bangsa. Kini sudah semakin kuat peran wakil rakyat, mass media berwibawa, lembaga pengawas dan penegak hukum yang independen, serta pemerintahan yang terus menjalankan amanah dan takut korupsi (selain tidak benar, hukum tidak pandang bulu). (18 Oktober 2011)

Jadi, yang benar adalah subsidi pada harga BBM dalam jangka panjang akan dihapuskan, karena tidak sehat bagi pengembangan renewable energi dan upaya kita menjaga lingkungan….Agar lebih jernih, subsidi pada rakyat tidak mampu termasuk untuk beli bahan bakar masih akan diberikan, hanya tidak dengan subsidi pada harga BBM karena cenderung tidak tepat sasaran, jadi nantinya subsidi pada kelompok masyarakat tidak mampu secara langsung. (23 Maret 2011)

Subsidi pada hakikatnya cerminan rendahnya daya beli rakyat dan relatif tingginya biaya produksi energi. Karena itu, sangat perlu terobosan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan daya beli rakyat; serta pembangunan infrastruktur untuk menghasilkan dan menyalurkan energi yang lebih kompetitif dan murah. Di mana salahnya? Yang salah adalah bila kita kurang cepat menolong tenaga kerja kita yang terjebak di sektor informal dan berdaya beli rendah itu. (18 September 2011)

Sahabat, siapa sangka ternyata kesenjangan pendapatan, jurang kaya-miskin terbukti semakin memburuk saat kekuatan politik kian sengit bersaing. Itulah kata ekonom terkenal, Paul Krugman (2007), mengupas hasil kajian ilmuwan politik Nolan McCarthy atas kehidupan politik di AS, atas dinamika kekuatan Partai Republik dan Partai Demokrat di Kongres. Perjuangan politik tidak harus berwujud persaingan sengit, karena hal itu malah berlawanan dengan tujuan kita bersama. “..when we walk hand in hand world become so wonderland…it’s magic…” suatu frasa yg terasa indah dalam lagu Doris Day (penyanyi terkenal tahun 60-an). (12 Maret 2012)

Demokrasi perlu kelas menengah yang kuat dan berjumlah cukup banyak, tapi kelas menengah tidak bisa hadir bila kesenjangan ekonomi malah memburuk. Bangsa kita punya modal, tapi perlu sikap amanah para pemimpin. “Dengan modal sumber daya alam yang Tuhan berikan, kita harus berhasil mentransformasikannya jadi kekuatan sosial, yakni rakyat yang lebih berdaya”, kata geolog kebanggaan Indonesia, almarhum JA Katili (2007).”…Bila tidak, maka akan membawa dampak negatif, ditangisi generasi mendatang yang tetap hidup dalam lumpur kemiskinan”, lanjut Prof. Katili. (12 Maret 2012)

Kedermawanan pengusaha kaya, sekalipun sudah taat pajak, akan membantu menolong banyak lembaga swadaya yang berjalan kembang kempis, dirintis sukarelawan yang lebih bermodalkan semangat dan keikhlasan kepada sesama. Ikhlaskan dan lupakan apapun balasannya, mungkin pahala, atau apa saja…itu urusan Yang Maha Kuasa. (1 Januari 2012)

Kaum dhuafa harus dilindungi, tidak dibiarkan tersisih dari pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar, termasuk energi. UUD 1945 pasal 33 mengamanahkan Negara harus menguasai sumber daya alam, termasuk produksi dan pendistribusian BBM yang tergolong “yang penting bagi hajat hidup orang banyak”. Jadi, mengatur dan memastikan distribusi BBM bersubsidi jelas adalah hakekat amanah UUD 1945. Karena itu, kita harus terus memperjuangkan posisi yang sentral dan kuat dari NEGARA untuk itu. (17 Maret 2012)

Demi keadilan energi, demi dhuafa yang tidak mampu membela dirinya, sudah waktunya pemerintah lebih berkonsentrasi dalam menjalankan amanah UU Energi dan UU Migas tersebut. Rakyat perlu mengawal penyelenggaraan pemerintahan. Semoga partai-partai politik cermat dan tanggap berhitung, dhuafa yang belum berlistrik ada 18,1 juta rumah tangga dan dhuafa di sektor informal ada 68 juta orang. Mereka juga voters yang sangat besar dan dhuafa yang harus dibela. Siapa terpanggil? Salam Indonesia. (17 Mei 2012)

…pada prinsipnya pemerintah berkomitmen tidak akan meningkatkan lagi ekspor LNG ke luar negeri. Kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk perbaikan ‘energy mix’ PLN agar lebih kompetitif (bila lebih besar porsi gasnya) dan untuk industri pupuk dalam negeri adalah prioritas utama. (27 September 2011)

Indonesia masih menghadapi masalah tingginya subsidi energi (BBM dan listrik yang mayoritas karena berbahan bakar minyak), tapi kini sudah dan sedang melakukan langkah konkret untuk mempercepat selesainya sejumlah pembangkit listrik non BBM dalam proyek 10 ribu MW dalam 2 fase; dan sudah terus meningkatkan program transportasi massal di ibu kota. (19 September 2011)

Indonesia mengajak agar anggota APEC, khususnya yang maju industri otomotifnya, lebih memfokuskan kerja sama transportasi massal dan memperlambat atau membatasi peningkatan pemasaran dan produksi otomotifnya di Indonesia. Produksi dan pemasaran produk otomotif yang gencar di Indonesia atau negara-negara yang pasarnya besar dan terus tumbuh justru semakin menjauhkan kita dari tujuan bersama berkenaan dengan isu climate change dan pencapaian target MDGs dalam kerangka inter regional (APEC) maupun global (G20). (19 September 2011)

…masih ingat kebakaran tangki di kompleks kilang Cilacap awal bulan April? Perhatian masyarakat dan pers sangat meluas ketika itu. Pagi tadi, alhamdulillah guna proaktif dan mencegah kasus-kasus semacam itu, telah dikukuhkan 2 tim: 1) TIM INDEPENDEN PENGENDALIAN KESELAMATAN MIGAS. 2) FORUM PENGENDALI KONDISI DARURAT MIGAS. Semoga kita semakin mampu mengatasi dan melakukan langkah-langkah tindak lanjut atas musibah atau kasus kecelakaan migas… serta tidak hanya peduli ketika musibah terjadi, namun teledor atau kurang gigih mengambil langkah sistematiknya mengatasinya kemudian. (5 April 2011)